Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor
Pesta ulang tahun


__ADS_3

Hari yang ditunggu akhirnya tiba, ulang tahun Bagas pun akan digelar hari ini. Sarah sengaja ijin kerja setengah hari untuk menyiapkan semua keperluan pesta sang putra tercinta.


Wanita itu dibantu oleh Rianti yang juga datang ke rumah Sarah, di mana pesta akan dilangsungkan. Bela dan Bagas masih berada di playgroup dan baru akan dijemput setelah pukul tiga sore oleh Fadil.


Orang tua Sarah pun sudah dikabari dan akan datang bersama dengan putra sulung mereka, Tino.


Pesta ulang tahun itu bertema pahlawan super, Thor, yang ia gambarkan seperti sang ayah yang pergi ke tempat lain untuk mengusir orang jahat, seperti yang diceritakan oleh sang ibu kepadanya.



...(abaikan angka 3 nya😅)...


Tepat pukul setengah tujuh, lepas maghrib, para tamu mulai berdatangan. Nampak teman-teman Bagas beserta para orang tua hadir di pesta tersebut.


Kakek dan Nenek Bagas pun sudah terlihat hadir di sana.


"Bu, Mas Tino nggak jadi nganter Ibu dan Bapak ke sini?" tanya Sarah.


"Mobilnya tadi mogok. Dia nyuruh kami buat ke sini dulu naik taksi online. Nanti kalo mobilnya sudah beres diperbaiki, dia bakal nyusul juga ke sini," jawab Bu riswan, ibunda Sarah.


"Ehm … semoga bisa cepat selelsai ya, Bu," ucap Sarah.


Pesta malam itu bertempat di rumah Sarah. Dia menata taman sampingnya yang cukup luas, dan bersebelahan langsung dengan ruang tengah yang cukup besar, sebagi tempat pelaksanaan pesta ulang tahun ke lima putranya.


Rianti yang sedari siang ikut membantu pun, tengah bersiap-siap di kamar tamu. Dia sengaja membawa pakaian ganti karena tidak ingin bolak balik.


Fadil dan Bela baru saja tiba di sana, dan disambut hangat oleh seluruh keluarga Sarah.


"Bagas mana, Bu?" tanya Bela.


Gadis kecil itu nampak tengah memegangi sebuah kado berukuran cukup besar, yang sudah pasti akan diberikan kepada Bagas.


"Bagas ada di samping. Dia lagi sama temen-temennya tuh. Bela ke sana aja, Sayang," seru Sarah.


Bela pun mengangguk dan berlari ke arah yang ditunjukkan.


Fadil nampak menyalami kedua orang tua Sarah. Ketiga orang dewasa itu terlihat begitu akrab dan hangat.


Rianti pun sudah bergabung bersama dengan menantunya dan juga semua keluarga yang hadir. Kini, semua tamu undangan sudah hadir di tempat acara, dan acarapun akan segera dimulai.


Pukul tujuh malam, harusnya acara sudah berlangsung. Namun, Bagas masih belum mau memulainya karena dia tengah menunggu seseorang.


Sarah sangat tau siapa yang sedang ditunggu putranya.

__ADS_1


Kemana dia? Harusnya kalau tidak bisa datang, tidak usah janji sekalian. Kasihan kan Bagas, batin Sarah kesal.


Bagas terlihat duduk di ruang tamu dengan wajah yang murung. Bu Riswan yang heran dengan sikap Bagas itu pun bertanya kepada putrinya.


"Sar, itu cucu Ibu kenapa? Tadi kayaknya dia baik-baik aja main sama temannya. Kok giliran acara mau mulai, dia jadi murung kayak gitu?" tanya Bu Riswan.


"Ehm … mungkin ada yang belum datang, Bu," jawab Sarah.


Dia bingung harus menjelaskan apa. Sarah tak mungkin mengatakan kalau putranya sedang menunggu Miko yang sudah berjanji akan datang ke pesta itu. Dia bahkan nelum bicara dengan kedua orang tuanya tentang Miko yang tiba-tiba muncul kembali dalam hidupnya.


Apalagi, melihat gelagat Miko yang sepertinya tidak datang dan membuat kecewa cucu mereka, pasti akan menambah geram kedua orang tuanya akan pria itu seandainya mereka tau.


Fadil yang melihat anak kecil itu terus duduk sambil bertopang dagu pun, berjalan menghampirinya.


Dia duduk di samping Bagas dan mengusap puncak kepala pria kecil itu.


"Bagas, temen-temen udah pada nungguin lho. Nunggu siapa lagi sih? Memangnya ada yang belum datang yah?" tanya Fadil yang juga belum tahu akan kedatangan Miko di pesta itu.


"Bagas lagi nunggu kado dari Ibu," jawab Bagas murung.


Kado? Apa maksudnya adalah Miko? Tapi, apa mungkin Sarah mau mengundang pria itu ke pesta ini? batin Fadil.


Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, dan semuanya sudah mencoba membujuk Bagas agar mau memulai pestanya, karena tamu undangan sudah mulai terlihat bosan.


Sarah dan keluarga merasa tidak enak dengan semua tamu undangan yang sudah bersedia hadir.


Kurang ajar. Tau begini, aku tidak ijinkan dia datang sekalian kemarin, batin Sarah yang semakin kesal.


Namun, tiba-tiba seseorang muncul dari arah pintu depan.


"Assalamualaikum," salamnya.


Semua orang pun menoleh dan melihat siapa yang datang. Fadil, Pak Riswan, Bu Riswan dan Rianti, semuanya terkejut dengan kedatangan orang tersebut.


Bagas yang melihat kedatang pria itu pun, seketika bangkit berlari meninggalkan Fadil dan menyongsong orang yang tengah ia tunggu dari tadi.


Ayah, panggil bmBagas dalam hati.


"Miko?" gumam Pak Riswan.


Bu Riswan menoleh ke arah Sarah. Putrinya itu mengangguk sembari mengedipkan kedua pelupuk matanya.


"Maaf yah, Oom datangnya telat. Tadi mobilnya sempet mogok dulu," tutur Miko.

__ADS_1


"Nggak kok, Oom. Pestanya juga belum mulai. Yuk masuk," ajak Bagas sambil menarik tangan pria itu untuk masuk ke dalam rumahnya.


Di sana, Miko bertemu dengan mantan mertuanya dan juga keluarga Fadil, pria yang sudah dicurigai telah merebut Sarah dari dirinya.


"Malam, Dok," sapa Miko pada Fadil.


"Malam," sahut Fadil datar.


Pria itu masih kesal dengan ulah Miko tempo hari yang memukulnya begitu saja, dan menuduhnya berbuat yang tidak-tidak dengan Sarah.


Fadil pun berjalan mendahului Miko menuju ke tempat putrinya berada. Bela pun memeluk Fadil, karena gadis kecil itu masih mengingat Miko yang sudah menyakiti papahnya.


Bagas terus menarik Miko hingga sampainm di tempat Pak Riswan dan istrinya berada.


"Pak." Miko menyalami Pak Riswan sembari mencium punggung tangan Ayah Sarah.


"Bu," sapa Miko kepada Bu Riswan dan juga melakukan hal yang sama dengan yang ia lakukan kepada Pak Riswan.


"Apa kabar, Nak Miko?" tanya Bu Riswan yang masih menyambut mantan menantunya itu dengan hangat.


"Alhamdulillah baik, Bu," jawab Miko.


Pria itu kemudian menyalami Rianti yang kebetulan juga sedang bersama dengan mereka.


"Ini mertuanya Nak Fadil," tutur Bu Riswan memperkenalkan wanita itu kepada Miko.


Miko kemudian melihat ke arah Sarah. Namun wanita itu segera berbalik dan berjalan ke arah tempat pesta.


"Sudah malam. Ayo segera dimulai pestanya," ucap Sarah.


Dia pasti marah karena aku telat, batin Miko.


.


.


.


.


Othor kasih bocoran ya, nanti di pesta ini, bakal ada yang marah2 dan lepas kendali sampai bocorin info ke Miko tentang siapa sebenarnya Bagas😁


udah, segitu aja dulu bocorannya😅selengkapnya, tungguin aja terus kelanjutan ceritanya😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen di bawah ya guys😊mohon dukungannya🙏


__ADS_2