Berjanji Dan Merajut Asa

Berjanji Dan Merajut Asa
10. latihan bareng terkasih


__ADS_3

Hari ini hari sabtu, saatnya latihan taekwondo di Gor depan perumahan.


Nera salah satu pelatih yang aktif ,melatih anak - anak pemula. Sekalian latihan fisik juga makanya tubuh Nera froporsional.


Setelah pemanasan, sparing, split , dan latihan jurus tendangan sembari mencontohkan ke anak-anak didiknya.


Tiba-tiba muncul Anto ,


" Sabem Nera permisi bagaimana kalau saya pegang samsak tendangan buat sabem contohin ke ade - ade " sambil membawa samsak senyum menggoda.


Nera menggaruk kepala berjilbab nya sambil menyimpan tangan satunya lagu di pinggang, tersenyum.


" Ade - ade lihat ya, saya akan contohkan tendangan apchagi , tapi sebelumnya maaf kalau wajah sabem Anto kena tendang "


Goda Nera pada Anto.


Nera menendang apchagi pada Anto.


deolchagi dan bikin terkesima Anto pada Nera saat Nera melakukan apchagi dengan power ingin menjatuhkan Anto.


" Ay..........hya... " sambil melompat dan tendang .


" bruuuuk... gedraaap.... "


Karena kurang persiapan kuda - kuda Anto ambruk terjatuh .


Anto, jatuh telentang, dan tak bangun - bangun.


Nera segera menghampiri Anto,


dengan hati - hati Nera mencolek - colek pundak Anto. Namun Anto tak bergeming.


Lalu dengan rasa khawatir Nera putuskan memegang kedua pundak Anto,menggusur dan menyandarkannya ke dada Nera.

__ADS_1


Nera berteriak, " hey tolong ambilin minum.


Hey kawan tolong dong."


Nera cemas, sambil nepuk - nepuk muka Anto dan memanggil-manggil namanya.


dengan rasa cemas nera mengecek denyut nadi dan napas di hidung nya.


Nera menangis , meminta ada orang yang sudi memberi napas buatan untuk Anto.


Semua berkerumun, mengerumuni Nera dan Anto.


Nera sudah menangis histeris, dan mengatakan maaf pada Anto.


Saat, ada yang sudi memberikan napas buatan.


Tiba - tiba Anto tersadar, dia terbatuk sehingga napas buatan tidak terjadi dilakukan.


Nera, langsung memeluk Anto tidak sadar.


Anto berdehem , " maaf pelukkannya, malu dilihat orang! "


Nera melepas dan mendorong Anton, wajahnya memerah, memangku rasa malu yang amat sangat.


" Astagfirullah hal'adzim " kata Nera segera pergi menjauhi Anto.


Semua orang yang berkerumun satu per satu pergi.


Anto, mengusap tengkuknya.


Dia mendekati Nera, sambil tersenyum.


" Bu ustadzah, tadi peluk - peluk yang bukan makhram, dosa lho " goda Anto pada Nera.

__ADS_1


Nera, memejamkan mata menahan rasa malu dan menjawab " enggak sengaja, efek panik "


" Bilang saja kangen, yuk nikah. Biar gak haram lagi " goda Anto.


" Haus, ini minum kamu? " tanya Anto ambil botol minum.


Nera mengangguk, tanpa seizinnya Anto meminum airnya. Lalu dipegangnya botol itu tanpa dibalikin lagi pada Nera.


" Bang, itu bekas aku, sini aku kasih botol yang baru " kata Nera meminta botol bekasnya dikembalikan.


" Biar, bekas bibir calon istri mah " goda Anto lagi.


" Pulang bareng yuk! pengen makan-makan berkumpul anak - anak taekwondo. Makan bala - bala dan cireng atau batagor gitu, di lesehan depan , biar enggak berdua-duaan kita ajak teman - teman ya! " Ajak Anto antusias.


" Sama saja bang, khalwat namanya ,


enggak boleh juga. Si Abang ini! " jawab Nera meledek.


" Ya sudah, entar - entar kamu jangan kuliah, jangan kepasar, jangan ke toko, jangan ke mesjid, jangan kemana - mana dirumah saja "


jawab Anto pergi mengganti baju.


" Diiih, marah " Lirih Nera, sambil melihat Anto meninggalkan dirinya untuk ganti baju.


Setelah beres mengganti baju, Anto berjala. sendiri meninggalkan Nera.


Nera, berlari mengejar Anto.


" bang, tadi katanya ngajak makan bareng kawan - kawan? "


" Gak jadi, entar dosa. Ikhtilat entar. abang pulang duluan ya! "


Nera, cemberut ditinggalkan Anto.

__ADS_1


******


next


__ADS_2