
" Eh, Nisa, apa kabar? " kata Yaser berpapasan di gerbang sekolah.
" Dih, kang Yaser, tumben nyapa, hahaha biasanya jutek, mimpi apa Nisa semalam ya " gerutu Annisa dalam hati.
Nisa menjawab,
" Alhamdulillah, baik. Akang sehat? Teh Nera bagaimana? " sapa balik Annisa.
" Teh Nera, itu kena air panas paha sama kakinya. Jadi Teh Nera enggak bisa kemana-mana, main saja ke rumah sekalian nengok Teh Nera" jawab Yaser memberitahukan.
" Insya Allah kang, tapi insyaa Allah masalah kena air panas mah bisa dihandle sama teh Nera mah. Dia mah luka segitu mah cetek, dihantam sama orang, masih bisa nangkis, walau terkadang suka babak belur juga. hahahha punya jurus taekwondo, tetep saja kalau sudah berkelahi mah, lupa jurus dan jurus utamanya adalah jurus kaki seribu" banyol Nisa yang menyebabkan Yaser tertawa sepanjang jalan menuju kelas.
Tak dipungkiri, banyak kakak kelas yang melihat kebersamaan Nisa dan Yaser.
Yaser, yang selalu terlihat dingin terhadap wanita, kini bisa jalan bareng dan tertawa lepas dengan wanita, itu adalah suatu nilai hebat, bagi si wanita di sampingnya.
" Nis, aku duluan yah ke kelas, jangan lupa nanti pulang sekolah aku boncengin ya, biar sekalian jenguk teh Nera " Kata Yaser berlalu.
Yaser berlalu tanpa jawaban dari Nisa, apa dia menyetujui menjenguk kakaknya atau tidak.
Nisa terus berjalan menuju kelasnya, baru sampai kakak kelas sudah menghadangnya.
Ada beberapa kakak kelas, menghardiknya.
Satu perempuan mendorong Nisa ke tembok.
Nisa tertahan di tembok, dan kerah bajunya diangkat.
" Berani ya, dasar bocah! " kata kakak kelas Nisa dengan nada mengancam.
Ada beberapa siswa yang melihat adegan tersebut, menghindari karena takut dengan kakak kelas ini.
" Maaf, teh. Apa salah saya? " tanya Nisa bingung plus merasakan ketakutan.
" Salah kamu itu ngelunjak, tahu enggak? " jawab sikakak kelas.
" Jauhin Yaser, kalau enggka kamu tiap hari akan mendapatkan hal lebih dari ini, camkan! " ancam si kakak kelas sambil mengomandai untuk berlalu dari kelas itu.
Rambut Nisa acak-acakan, dia segera merapikan baju dan rambutnya.
" Iskk , jol ngelunjak weh, jauhin Yaser, apaa sih? gak jelas banget? " gerutu Nisa sebal sambil masuk kelas.
************
__ADS_1
Jam istirahat dikantin, kumpul-kumpul bareng teman-teman.
Tahun 2000an kantin tak seindah kantin zaman now yang tertata, masih berupa bangku panjang yang tanpa meja.
Semua brudul ke kantin, disana berjajajr anak laki-laki. Ada yang makan gorengan, membuat mie seduh, minuman segar dan terkadang karedok dan siomay.
Ketika para siswa perempuan yang beli, para anak laki-laki saling godain, ada yang godain bilang i love u lah, bilang salam lah, minta nomer hapelah, janjian dikamar mandi lah.
Tahun 2000an tempat nyatain yang paling populer itu perpustakaan, kalau enggak perpustakaan di belakang sekolah, atau yang paling ekstream di luar lingkungan dekat toilet sekolah. Itu pun dijebak ama teman pura-pura minta anter ke toilet. Madesu banget kan?
Hahahaha..
Beda sama zaman sekarang, nyatain cinta bisa lewat wa, telegram, snap chat, atau mesenger dan email. Ke bioskop? itu mah ditivi-tivi, bagi yang kasta bawah mah tetap ditempat tak terelakan yang disebutkan tadi.
Yaiyalah, memang ada yang ke bioskop , itupun harus ngumpulin uangnya beberapa bulan purnama.
Atau bisa jadi uang SPP yang tidak dibayarkan hahahaha jahat banget jadi anak.
Zaman dulu kirim satu sms juga sayang banget pulsanya, kebayang dong satu sms itu Rp. 500,- perak , kebayang kalau mau berpuisi ria atau mau chatan lama kebutu habis pulsanya, sedang kalau mau bisa nelpon itu minimal pulsa isi Rp. 10.000,-.
Zaman itu, yang punya pulsa bisa buat nelpon itu adalah anak sultan hahaha anak yang bapaknya tajir.
Yang punya hape dikelas itu masih bisa dihitung dengan jari, alias jarang yang punya. Sekali lagi, yang punya hape itu adalah anak sultan sebutan di zaman ini.
Nisa cuek jajan sendirian, memang watak dia senang kemana-mana sendirian, ya salah satunya jajan.
Salah satu anak laki-laki menghampiri Nisa,
" Nis, malam minggu aku kerumah ya? "
kata anak laki-laki itu berani menghampiri Nisa.
" Ke rumah siapa?" jawab Nisa merengutkan keningnya, tidak suka.
" Cie... dijawab nih Im, gayung bersambut" ujar sahabatnya si laki-laki penggoda sambil bersiul. " wit wiiiw " .
" Hey, dia gebetan gua, jangan ada yang goda, kalau ada yang berani deket-deket ma nih cewek, gua hajar" kata boim nama panggilan yang dikenal dikalangan anak-anak sekolahnya.
Boim, anak kelas 3 IPS yang terkenal dengan bengal dan ketengilannya.
Nama aslinya Muhammad Ibrahim , karena gayanya yang petakilan, dia disebut boim.
Pacarnya sudah buanyak, tak ayal dia juga disebut playboy cap kapal selam.
__ADS_1
Karena seringnya gonta ganti pacar dan selalu selingkuh diam-diam.
" Iskk apa sih, kepedean, siapa yang sudi pacaran sama akang, issshh! " tolak Nisa sambil berlalu.
Rambut Nisa yang dikucir kuda, lalu di tariknya lembut oleh Boim. Nisa berhenti kesakitan.
" Jual mahal lo, so cantik lo, banyak ko cewek di sekolah sini yang antri pengen jadi pacar gue " kata Boim meledek Nisa.
" Lepasin sakit! " pinta Nisa kesakitan ekor rambutnya ditarik Boim.
" Ya sudah kejar saja cewek yang suka sama akang, kan banyak yang mabuk kepayang sama akang, iskk akang lepasin enggak, aku laporin guru BP geura! " ancam Nisa tidak suka pada Boim.
Disekolah Nisa, memang di wajibkan semua siswa ke kakak kelas laki-laki dengan sebutan akang dan ke kakak kelas perempuan dengan menyebut teteh.
Boim, tak pernah takut pada siapa pun termasuk guru. Dia anak ketua yayasan dan penyumbang dana sekolah terbesar.
Jadi wajar saja, sekolah jarang sekali menghukum Boim, beda dengan ke anak-anak yang lain.
" Akang, ih aku mau makan, aku laper! " rintih Nisa mulai menitikkan air matanya.
" Siapa suruh kamu cantik, jutek lagi, plus jual mahal? " jawab Boim sambil senyum menyebalkan.
Tiba-tiba Yaser datang, mencoba melerai Boim yang sedang asyik mengerjai Nisa.
*******************
Hai reader semua hihihihi
Maaf ya, saya akan lebih meluaskan lagi peran tokoh di novel Berjanji dan Merajut Asa saya, biar tidak menoton.
Drama ini memang akan fokus pada tiga orang Anto, Dya dan Nera,
Bagaimana Dya dan Nera berjanji dalam ikatan pernikahan, apa dia masih akan terus bersama atau malah cerita ini akan semakin mendekatkan rajutan asa seorang Anto dan mungkin asa Nera juga?
Jangan lupa vote, like dan komentnya, biar saya semangat up tiap hari.
Berharap sih like nya perhari capai 100-200 an, secara yang lihat atau mungkin baca sudah ribuan, tapi like nya hiks jangan pelit jempol like nya ya reader.
Terima kasih atas waktu dan like para reader yang selalu setia membaca.
Selamat menikmati kisah-kasih di novel ini.
caaaaaa...
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘