
Mekkah
Rudi dan Dya asyik bercengkrama.
Rudi kawan baik Dya semenjak mereka di Maroko.
Rudi membangun bisnis keluarganya dan menggandeng Dya sebagai partner kerja di travelnya.
Mereka sangat saling peduli, apalagi dengan sikap Dya yang sulit menolak jika kawannya yang meminta.
Dya dan Rudi sedang asyik berdialog, dan persiapan kepulangan ke Indonesia.
Seperti biasa, bapak-bapak yang kemarin , datang menerobos ke tempat kami meeting.
Dya, bertanya pada hatinya, " siapa bapak-bapak ini, dari kemaren bisaa sesuka hati masuk ke area panitia? "
" Rudi, gimana? " kata si bapak merangkul pundak Rudi.
" Eh, om sehat? maaf kemaren saya enggak jenguk ke hotel, lagi banyak garapan om! " jawab Rudi.
" Ouh iya , ini Dya sahabat saya, dan Dya ini om Salim " sahut Rudi mengenalkan kepadaa mereka berdua.
" Ustadz, bagaimana dengan tawaran saya ,masih berlaku? saya serius? " kata pak Salim pada Dya.
" Tawaran apa, om? " tanya Rudi penasaran.
" Sarah " jawab pak Salim.
Rudi membulatkan matanya, tergambar raut mukanya terkejut setelah mendengar jawaban dari om nya.
" Bentar, saya panggil Sarah dulu sebentar" kata Pak Salim sambil berlari.
" Maafin, om gua ya Dya " jelas Rudi malu dengan kelakuan om nya.
__ADS_1
Dya tersenyum simpul, mengangguk-mengangguk.
Tibalah pak Salim dan Sarah di ruangan Rudi.
" Kenalkan, ini Sarah anak saya! " kata pak Salim memperkenalkan Sarah pada Nera.
Sarah memandang lama dan menyodorkan tangannya, namun Dya menyimpan tangannya di dada nya,
" Maaf, saya Dya " kata Dya memperkenalkan diri.
" Sarah " jawab Sarah sambil memundurkan tangannya lagi.
" Maaf. Pak Salim , Sarah, Rud , saya izin ke toilet dulu, permisi " Dya pura-pura permisi untuk pergi ke toilet.
*****************
" Sarah, ayah ke toilet dulu! " kata pak Salim.
Sarah mengangguk, hanya ada Rudi dan Sarah di ruangan itu.
kata Sarah memelas pada Rudi.
" Dia, sudah punya istri. Jangan ganggu Dya lah, cari yang single saja. Kamu cantik , bertitle , punya kerja yang bagus. Ouh ya kalau enggak salah , Dya punya adik namanya Anto , mening kamu minta di jodohin sama adik nya saja, gimana? "
kata Rudi menasehati.
" Aku mau minta no hape nya, aku pergi, makasih Rudi, kirimkan ke nomer ku ya? "
kata Sarah dengan memaksa dan berlalu.
" Haaaaah, gadis itu memang menyebalkan, kalau sudah A harus A " kata Rudi menggelengkan kepalanya.
************
__ADS_1
Hari ini Anto keluar dari rumah sakit.
Dirumah, Anto di sambut Nera, bi Minah dan Idam.
" Abang, pulaaang! " teriak idam.
Nera menyambut mertua dan saudara-saudara Anto.
Nera dan Anto bersitatap, Anto menjulurkan lidahnya dan tersenyum simpul menggoda Nera. Nera tersenyum membalasnya.
" Umi dan pak kiai, makannya sudah sedia, silakan !" kata bi Minah.
" Anto, kamu mau makan di meja makan atau di kamar? " tanya kiai Hasan.
" Di meja makan bah, lagian aku sudah sehat kok! " kata Anto.
Di dapur Nera lagi membuat milk shake buat Idam.
Anto sengaja ke dapur,
" Hai teteh, kemana saja enggak nengokin aku? " kata Anto sambil membuka kulkas.
" Abang kalau mau minum air es, bilang, biar aku ambilin " Kata Nera sambil mecoba mengambilkan minum air es untuk Anto.
" Enggak lah, nanti aku adek ipar kualat, kena adzab tambah ganteng, gimana? kakak ipar nanti suka sama adek ipar, hahaha" goda Anto pada Nera.
Nera tersenyum mendengar ocehan Anto.
" Ayo teteh, sudah dulu kita makan menyambut kepulangan ade ipar dari rumah sakit " goda Anto lagi.
Nera mengangguk mengiyakan, datang Maryam, berdehem.
" Nera, Anto cepetan jangan cengengesan saja, ditunggu abah dan Umi. Sana ! bukan mahram jangan berdua-dua melulu, kesambet setan baru tahu rasa lho. Hayoo buruan..! " Ajak Maryam ketus.
__ADS_1
bersambung