
Nera membuka pintu kamarnya, pandangannya tertuju ke ranjang, dia mengucek-ngucek matanya
Seseorang sedang membaca buku, berkaos putih nampak serius.
Perlahan Nera memastikan itu suaminya.
" Assalamualaikum, abang? " tanya Nera menghampiri laki-laki yang sedang terduduk.
" Abang, Nera enggak mimpi kan? iskk abang ngomong, malah senyum " kata Nera memastikan lagi.
Dya hanya tersenyum simpul tanpa berkata apa-apa.
Dya hanya memperlihatkan senyum simpul bahagia bertemu dengan istri tercintanya.
Dya mengembangkan kedua tangannya, mengajak Nera untuk memeluk tubuhnya.
Nera menghampiri nya dan memeluk suaminya itu.
Sampai-sampai Dya terjatuh ke kasur.
Mereka tertawa berdua, sehingga Nera ada di atas tubuh Dya.
Dya menciumi istrinya dengan penuh gairah, begitupun Nera menerima setiap kecupan sang suami yang merindukannya.
Dya sudah memulai membuka kerudung istrinya. Dan beralih ke kancing baju istrinya
__ADS_1
satu persatu. Saat hendak membuka semuanya, umi Syifa mungkin lupa kalau anaknya itu sudah punya istri dan pintu tidak di kunci langsung main masuk saja.
Tanpa disengaja umi Syifa melihat adegan itu,
" Astagfirullah " ucapnya terkejut plus malu.
Nera terkejut dan memgambil selimut.
Begitu pun Dya langsung terduduk dan merapikan rambut dan bajunya.
" Maafkan umi, maafkan ya , aduh umi lupa kalau Dya sudah punya istri " jawab umi Syifa sambil berbalik.
" Kata abah, ditunggu di meja makan, anak-anak abah sudah pada kumpul di bawah, giliran Dya " kata Umi Syifa sambil berlalu keluar dari kamar.
Nera langsung membereskan dan merapikan penampilan nya lagi, begitu pun dengan Dya. Mereka segera menyusul Umi kebawah.
" Apa kabar bang? " balas sapa Anto pada Dya..
" Baik, alhamdulillah " jawabnya.
Mereka semua berkumpul dimeja makan, membahas resepsi pernikahan Dya yang minggu depan akan dilangsungkan.
Semua riweh di meja makan, cuman ada raut lagi kurang menyenangkan di wajah Anto.
Sifat posesif Anto yang melihat tangan Nera terus digenggam Dya. Membuat tubuhnya terasa terbakar, dan tak mau melihatnya.
Anto dari tadi ingin sekali langsung pergi meninggalkan meja makan.
__ADS_1
Hanya saja dia tidak bisa langsung meninggalkan meja makan, karena kiai Hasan sedang bermusyawarah meminta anak-anaknya bersinergi dengan yang lainnya.
Karena bagi Kiai Hasan tamu itu adalah hukumnya sunnah di berikan jamuan yang memuaskan.
Apalagi seorang kiai Hasan yang banyak kalangan mengenali beliyau.
Tamu yang kiai Hasan undang cukup banyak, makanya kiai Hasan memesan di sebuah hotel ternama agar tamunya bisa leluasa hadir.
Sesekali Dya menggoda Nera dengan menggigit tangan Nera, dan Nera membalas dengan pukulan manja ke bahu Dya.
Dya tertawa gemas melihat kelakuan istrinya.
Sedang Anto melihat kejadian itu, ingin melemparkan garpu tepat di mata kakaknya itu.
Saking panasnya melihat semua adegang kakaknya itu, Anto sudah mengganti posisi duduk dan gerakan kepala yang sudah tidak tahan, melihat kemesraan kakak dan kekasihnya itu.
Maryam yang sedari tadi melihat ekspresi Anto, langsung inisiatif punya ide,
" Anto kamu dari tadi seperti pengen ke kamar kecil? "pura-pura nanya.
" Enggak teh, biasa saja " jawab lugas.
" Sudah sana, istirahat eh maksudku sana ke kamar mandi " paksa Teh Maryam pada Anto.
" iya Anto sana ke toilet dulu, biar nanti fokus memperhatikan rapat " pungkas kiai Hasa.
" Iya enggak baik bagi kesehatan, sana ke toilet dulu. " Kata kiai Jason memlersilahkN.
__ADS_1
bersambunv