Berjanji Dan Merajut Asa

Berjanji Dan Merajut Asa
21. Pengalaman Pertama


__ADS_3

Melihat pertama kali tak berkerudung, Dya hanya melihati Nera dengan merinding bulu roma. Padahal setiap hari wanita tak berkerudung selalu ia jumpai, dan rasanya biasa - biasa saja.


Tapi ketika melihat Nera, walau rambut nya tertutup balutan handuk dan menyisakan leher putih jenjangnya terpampang, gejolak hati Dya semakin menjadi - jadi. Kenapa Nera begitu cantik dan kenapa pikiran itu semakin ngaco. Sesekali dia memukul kepalanya dan menggelengkan supaya segera tersadar dari lamunan kotornya.


Dya mengambil selimut lalu menghampiri Nera yang sedang merapikan barang-barang nya ke koper.


"Tutup dulu lehernya, takut ada bang Raihanlewat. Entar lihat aurat ade, ipar itu bukan makhram, selalu jaga aurat ya walau didalam rumah " kilahnya sambil menutupi leher Nera.


Nera, terkejut dia langsung mencari kerudung dan di pakaikannya.


Setelah beres merapikan semuanya, satu per satu Dya membawa barang Nera ke mobil terlebih dahulu.


Sebelum berangkat kerumahnya, Dya bercengkerama dulu dengan keluarga Nera sambil makan - makan.


" Pak, bu Dya izin membawa Nera bersama Dya kerumah abah. Mohon maaf ya bu Dya bawa Nera dulu! " ucap Dya meminta izin.


" Iya, enggak apa - apa, lagian Nera sudah jadi istri Dya . Sepatutnya istri itu ikut dengan suaminya " Jawab Pak edo menghentikan kunyahannya sejenak.

__ADS_1


Bu siwi berderai air mata, merasa kehilangan. Dua anak nya dalam satu tahun bersamaan satu persatu meninggalkan rumahnya dan dirinya. Tinggal dua gadis yang mereka punya. Setelah pernikahan Lesti rumah sudah terasa sepi, apalagi sekarang Nera. Rumaha pak Edo dan bu Siwi akan terasa sepi.


Yang biasa bu siwi harus membangunkan ke empat anaknya ,harus sibuk menyiapkan sarapan mereka dan disibukkan dengan urusan - urusan mereka akan sulit ia jumpai lagi.


Bu Siwi tak bisa menaham air matanya, dia terus mengusap air mata yang membasahi pipinya. Lesti dan Nera mecoba menenangkan ibunya, dan memelum ibu mereka, namun tak mereka sadari mereka pun ikut menangis. Dan disusul kedua adik perempuan mereka pun ikut memeluk ibunya bareng - bareng.


" Nak, Dya bapak titip Nera. Jika Nera tersalah bapak cuman minta satu jangan pukul anak bapak, jika memang dia punya salah yang besar pulangkan saja ke bapaj. Jangan sampai berani memukulnya. Karena bapa sendiri belum pernah memukul anak - anak bapa" pinta pak Edo sambil menitikan air mata.


Edo langsung memeluk pak Edo,


" Saya berjanji tidak akan pernah memukul Nera pak . Saya akan berusaha membahagiakan dan mendidik Nera. Karena itu sudah menjadi tanggung jawab saya. Do'akan kami pak, supaya kami bisa menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah "


********


Diperjalanan dalam mobil, Nera masih berderai air mata sambil terisak.


Sambil menyetir, dia mengambil tisu dan memberikan nya pada Nera. kemudia Nera menerimanya,

__ADS_1


" Terimakasih bang, maaf saya terbawa emosi " sahut Nera lirih.


" Enggak apa-apa, wajar. Nanti abang akan izinkan kamu sering - sering main kerumah ibu dan bapak. Apalagi kalau entar abang pergi lagi ke Maroko, ade boleh nginep dirumah ibu dan bapak, kok! " kata Dya menenangkan istrinya.


Semenjak hari ini, Dya menyebut Nera ade sebutan sayang Dya padanya.


" Terimakasih abang, maaf kalau Nera nanti merepotkan abang " Jawabnya lirih.


" Abang, kok belok sih bang, mau kemana kita? " tanya Nera aneh karena Dya membelokkan mobilnya bukan ke arah perumahan milik orang tuanya.


" Abang mau nyari buku dulu buat persiapan nanti buat buku sumber mata kuliah. Sekalian nyari kebutuhan buat ade di rumah. Kalau ade butuh apa - apa langsung bilang ya! abang kan belum bawa seserahan pas kemarin nikah, jangan malu - malu karena kita sudah suami istri " jelasnya meminta Nera untuk tidak canggung padanya.


masuk ke sebuah toko ternama sekelas Ma**** . Yang pada tahun 2000 an mall belum sebanyak sekarang. Dulu masih disebut supermarket atau swalayan.


Dya dan Nera berjalan bersama, sesekali tangan Dya ingin memegang jemari tangan Nera, hanya masih canggung dan malu. sesekali dia mengenakan tangannya ke tangam Nera kemudian mengulurkan lagi ke belakang dan begitu seterusnya tanpa sepengetahuan Nera.


*************

__ADS_1


**ayo kawan minta krisan, like, koment dan vote nya..


ditunggu yaaa... 😘😘😘**


__ADS_2