
Sehabis makan di cafe ,lihat - lihat film bioskop yang akan tayang malam ini.
" De, film Indonesia, Ada Apa dengan Cinta. Mau nonton gak de ?"
Ajak Dya pada istrinya, masih menggenggam jari jemari tangan Nera .
" Terserah abang, Ade ikut saja" jawab Nera berseloroh.
" Ade, mau beli popcorn? " tanyanya lagi pada Nera.
" Masih kenyang bang, paling minum saja " jawab Nera lirih.
" Ade, capek? ade duduk dulu disini biar abang yang antri beli tiketnya ya! " kata Dya sambil tersenyum manis. Nera menunduk malu.
Mereka seperti anak ABG yang sedang kasmaran. Bedanya mereka sudah halal jadi mau pulang jam berapa pun suka-suka mereka, enggak bakalan ada yang nyariin.
Nera dan Dya memasuki gedung bioskop, ya pada tahun 2000 an film bioskop yang paling booming itu,AADC.
*********
" De, sudah sampai yuk bangun! " Dya membangunkan Nera dengan lembut. Nera bangun, mengucek matanya. Nera melepas sabuk pengaman nya, dan turun ikut membantu Dya menurukan barang - barang menuju rumah.
" Assalamualaikum, mi, bah Dya dan Nera datang " ucap Dya sambil membawa banyak barang.
" Dari mana saja Dya,kok datangnya malam pisan?" tanya Umi Syifa.
Umi Syifa menyambut kedatangan Nera dengan pelukan, Nera mencium tangan abah dan umi.
"Besok saja beres-beresnya, sudah malam istirahatlah dahulu. Dya bawa istrimu, biarkan dia istirahat dulu " Perintah kiai Hasan.
Dya membawa Nera ke atas,
" Mari de,silakan masuk !"
__ADS_1
Nera dengan ragu, memasuki kamar dirinya dan Dya.
" Maaf kasurnya kecil, untuk sementara insyaa Allah cukup. Biar tambah dekat . Mungkin " ujar Dya sambil mengusap tengkuknya.
Nera tersimpul senyum menunduk, malu.
Pintu ditutup Dya ,Nera duduk diatas kasur karena dikamar Dya tidak ada kursi.
Kasur Dya tanpa ranjang ,jadi tergeletak di atas lantai. tidak begitu sempit, ya cukuplah untuk remaja atau anak muda yang masih single mah.
Dya meminta izin ke kamar mandi dulu.
Hati mereka berdua, semakin tak karuan.
Berdetak hebat,kecanggungan semakin menjadi - jadi.
Setelah keluar dari kamar mandi, bergantian. Di ruangan itu saling diam, terkadang beradu pandang dan saling menunduk.
Dya, takut jika dia yang memulai Nera akan benci padanya.
Sungguh situasi yang Dya sangat benci . Kata orang malam pertama itu begitu menyenangkan dan mengasyikkan. Tapi tidak baginya, malan ini baginya malam yg begitu membuat nya frustasi,bingung harus apa dan harus memulai dari mana?
Mereka berdua saling diam, satu duduk di dekat pintu satu duduk di kasur pura - pura membaca buku.
Akhirnya, ada suara ketukan dibalik pintu.
" Dya, maaf ganggu, ini umi bawa cemilan! "
suara umi Syifa dibalik pintu, dan Dya membuka pintu dengam segera.
" Enggak mi,enggak ganggu. Umi mau masuk? " tanya Dya pada uminya.
" Umi, cuman nganterin cemilan sapa tahu kalian perlu cemilan. Umi tinggal dulu"
__ADS_1
Umi pergi dan pintu ditutup lagi.
" Ade, cemilan nya dimakan. Sayang di anggurin, bang Dya dianggurin gak apa - apa. Tapi cemilan jangan de! " ledek Dya menggoda Nera.
Nera ketawa, dan mengambil cemilan itu.
" Iya bang, maaf ya ! maaf abang Nera bingung harus ngobrol apa? jadi bukan maksud mau nganggurin bang Dya"
Dya lalu mendekati Nera, Nera kaget.
Detak jantungnya semakin ingin meledak.
pov Nera
Apa yang akan dilakukan bang Dya, apa dia mau itu?
Ku harap jangan dulu, aku belum siap.
Dia meremas tanganku.
Aku semakin tak bisa berkata apa - apa, dia memelukku.
Bang Dya, kumohon jangan sekarang!
***************
next
***ayo kawan
minta krisan, koment, like, vote dan share nya ya..
terimakasih***
__ADS_1