Berjanji Dan Merajut Asa

Berjanji Dan Merajut Asa
Extra part.


__ADS_3

Rudi mengahmpiri dua mempelai.


Rudi memeluk Anto.


" Selamat ya, perjuanganmu hebat. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawwadah, wa rahmah. Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma pii khair " ucap Rudi.


" Aamiin. Terima kasih. Qadarullah. Alhamdulillah" ucap Anto.


Tamu sudah pada pulang, Nera dan Anto beristirahat.


Nera melepas cadarnya dan berganti dengan pakaian biasa.


" Abang ke mesjid dulu, ya sayang!" ucap Anto mengerlingkan mata genitnya.


Nera tersenyum malu,


" Iya, sana!"


Sehabis shalat Nera dudum di meja belajar dan mengambil Al-Qur'an.



Dan duduk di meja belajarnya, untuk sekedar membaca Al-Qur'an karena seharian ini dia tak membaca Al-Qur'an.


Anto melihat wajah istrinya yang cantik begitu sumringah.


Dia bergelayut dibahu sang istri.


" Sudah selesai ngajinya?" ucap lirih Anto yang baru pulang dari meajid, sambil mencium pucuk kepala Nera.


" Sudah"


Tangan Nera digenggamnya dan menagajakmya duduk di atas kasur.


Anto memandang Nera dengan lekat.


Nera bersitatap dengan mata lelaki yang kini menjadi suaminya.


" Apa, Abang?" tanya Nera menundukkan kepalanya karena malu.


" Jahat, kenapa enggak bilang kalau Abang itu bakal calon suami kamu? Abang sudah sedih awas ya nanti Abang hukum!" goda Anto pada Nera.


" Umi yang minta, biar Nera enggak bilang-bilang dulu sama Abang!" jawab Nera lagi tanpa melihat wajah Anto.


" Lihat Abang, sayang. Nunduk mulu. Kan sudah mahram." pinta Anto lagi.


" Kok bisa kamu mau-maunya nikah sama Abang? Apa yang bikin kamu berubah dan akhirnya kamu mau?" tanya Anto lagi.


" Emang enggak mau, nikah sama Nera?" ucap Nera mengerlingkan matanya kesal.

__ADS_1


"Bukaaan, bukan gitu! Tapi kaget saja, dikira nikahnya kamu itu dengan Rudi." Pungkas Anto.


" Sudah ah, Nera cape pengen tiduran dulu." sela Nera menghentikan perdebatan.


Pinggang Nera di peluk dari belakang oleh Anto.


" Mau tidur atau?" ucap Anto menggoda.


" Krudungnya, buka dong! Kita sudah suami istri" ucapnya lagi sambil mencium pundak Nera. Nera membulatkan matanya terkejut.


Dia pikir, hal ini akan terjadi seperti layak nya Dya dulu menikahinya.


Tapi ternyata Anto lebih aktif.


Anto membalikkan tubuh Nera. Mereka saling berhadap-hadapan, Anto mulai memberikan kecupan-kecupan ringan di mulut dan saling menikmati satu sama lain.


Ada gejolak di tubuh mereka, apalagi Anto selama ini mencintai Nera. Hawa kerinduan dan mencintai kini merasuki tubuhnya yang tak mau melepaskan tubuh Nera dipelukkannya.


" Bolehkah?" ucap Anto pada Nera.


Nera hanya mengangguk pasrah pada suaminya. Anto memang sudah mabuk kepalang dengan semua yang ada pada diri Nera.


" Ini wajib dilaksankan, seharusnya sehabis akad, bukan walimahan dulu." Bisik Anto merapatkan pelukan yang semakin dalam. Anto semakin terlena dalam buaian surga asmara yang diberikan Nera, yang kini dilihatnya sang suami sayu menikmati madu pernikahan. Rasa ini memuncah seperti ada disurga, nikmat beradu kasih membuat Anto dan Nera tak berdaya. " Aku miliknya, dia milikku" ujar Anto dalam hati saat mereguk manisnya percintaan ini.


Nera tertidur pulas dibalik selimut tebal.


Anto masih terjaga menatap Nera yang tertidur karena lelah.


" Istriku, cintaku, sayangku, semoga aku bisa membahagiakanmu. Maaf kan aku jika lupa menunaikan hak-hakmu, ingatkan aku sayang." gumam hatinya. Berbaring sambil memeluk Nera.


Anto pun tertidur pulas disamping Nera untuk pertama kalinya.


〰️〰️〰️〰️


Tiga bulan sebelum hari pernikahan.


Rudi mendapatkan jawaban dari Nera setelah Nera beristikharah.


Nera memutuskan, untuk hanya berteman saja. Rudi pun menerimanya dengan lapang dada. Keputusan Nera memang tidak bisa dirubah ataupun dipaksakan.


Setelah dia menginap di rumah Umi Syifa, banyak petuah-petuah yang ia dapat dari Kiai Hasan dan Umi Syifa.


Salah satunya, menerima pinangan Umi Syifa untuk Anto.


Pada dasarnya, Nera masih memiliki hati untuk Anto. Dan Nera pun memang terikat dengan kasih sayang Umi Syifa yang begitu tulus padanya begitupun seluruh keluaraga di rumah itu.


Nera berat hati, jika lamaran yang diajukan Umi Syifa untuk Anto, ia tolak.


Umi Syifa berharap setelah ini Anto bisa lebih dewasa dan menjadi seorang suami yang bijak.

__ADS_1


Nera memang ingin menguji dulu Anto.


Dengan cara tanpa memberitahukan kalau dirinya akan menikahinya dan berharap dia datang.


Khawatir dia tidak datang, makanya acara dekorasi ruangan akan serba dadakan, makanya semua keluarga stand bye dirumah Nera.


Dan Umi Syifa dibiarkan sendiri di rumah untuk menyambut Anto.


Umi Syifa, mengabari kepada Nera kalau Anto sudah pulang. Maka semua keluarga siap-siap mendekorasi ruangan, belanja kue-kue, masak makanan perasmanan yang akan dimakan alakadarnya, karena tamu undangan juga hanya keluarga inti dan sahabat dekat saja.


Ada Astuti dan Dito yang sudah menjadi suami istri, ada Rudi dan keluarganya berikut Sarah. Ditambah keluarga inti lainnya.


Seserahan sudah lebih dulu di bawa ke rumah Nera dan mas kawin sudah dipegang oleh Teh Maryam.


Penghulu pun sudah Abah persiapkan dari jauh-jauh hari, berikut kelengkapannya.


Bersyukur Anto taat pada perintah orang tuanya untuk pulang. Dan bersyukur Allah mudahkan segala urusan. Sehingga tercapai lah pernikahan yang sudah direncanakan ini, walau Anto tidak tahu sama sekali.


Kini tahun 2019, Nera dan Anto sudah memiliki lima anak. Anak paling besar laki-laki berusia 14 tahun, Perempuan 12 tahun, Laki-laki 10 tahun, Laki-laki 8 tahun dan Perempuan 6 tahun.


Kini Nera aktif menjadi seorang ustadzah di sebuah Pondok Pesantren ternama dan Anto sebagi jurnalis media cetak islam disalah satu perusahaan yang ternama pula.


Cukup sekian dan terima kasih.


〰️〰️〰️〰️〰️


Jangan lupa love, like, vote dan koment positif.


Terima kasih reader, kisah nyata yang mengambil curhatan salah satu teman menginsfirasi saya untuk menuangkannya dalam tulisan. Walau nama-nama di dalamnya, penulis ganti dan cerita serta dialog penulis rubah dengan ada yang ditambahkan atau dikurangi.


Terlepas dari ke kepoan para reader untuk mengetahui mereka, itu tidak akan bisa saya jelaskan secara terperinci. Karena menyangkut hak privasi yang tidak mau diketahui publik.


Insyaa Allah untuk novel Realya akan saya tuangkan dari cerita hidup sahabat saya. Dan saya pun sudah minta izin padanya.


Kenapa saya, lebih senang menceritakan hal-hal yang lebih ke pengalaman hidup seseorang?


Karena cerita curhatan dan kehidupan seorang manusia yang lainnya itu bisa menginspirasi hidup kita, bisa mengambil ibrah dari masalah teman kita. Bisa menelaah dari setiap kejadian demi kejadian.


Sampai berjumpa lagi di novel-novel selanjutnya ya readers.


Terima kasih atas dukungannya.


Semoga Novel saya bisa mendapatkan vote yang banyak dari para readers semuanya.


Please berikan vote kalian untuk Anto Nera ,biar banyak orang yang baca.


Mohon maaf atas kekurangan dan kekeliruannya.


Saya Author Lyli's izin pamit.

__ADS_1


Wassallamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


__ADS_2