
Dipelukkan kakaknya, Anto masih terisak.
Angin pun semilir menyibak daun-daun di siang itu.

Suasana hening gunung, diiringi siulan burung yang saling berkicau dan rintikan air yang mengalir. Membuat suasana sendu Anto semakin menyayat.
Maryam, merasakan pilu yang di rasakan Anyo saat ini.
Tidak semua laki-laki itu gampang jatuh cinta, tidak semua laki-laki itu selalu mempermainkan wanita, tidak semua laki-laki itu buaya tidak semua laki-laki itu hidung belang dan tidak semua laki-laki itu mudah melupakan cinta pertamanya.
" Sesetia ini Anto menanti dan menunggu Nera? Seterluka ini Anto berharap pada sang pencipta, memohon Nera menjadi jodohnya? " gerutu hati Maryam ikut terluka melihat adiknya.
" Kamu kuat Anto, Allah maha tahu mana yang baik dan yang buruk buat kamu, terimalah ini sudah taqdir, masih banyak seribu wanita yang lebih baik dari Nera. Bangkit dan lupakan Nerah, teteh mohon demi kebahagiaan mu, Dya dan orang tua kita" pinta Maryam pada Anto lirih.
" Untuk saat ini, biarkan Anto menghilangkan rasa ini dengan perlahan. Toh jika datang masanya, mungkin Anto bisa melepas Nera dengan lapang. Anto bukan lelaki bejat, Anto pun bukan Malaikat. Se alim apa pun, jika memang sudah seperti ini apa ada yang sanggup? Anto pun ingin menghilangkan rasa ini, Anto sudah mencoba tapi tidak bisa. Kalau sudah masalah hati, siapa yang bisa? penyakit jatuh cinta obat nya menikahi dengan penyakitnya itu sendiri, dan Nera adalah penyakitku" kata Anto masih terisak.
" Menikah dengan wanita lain , semoga bisa menjadikan mu obat atas Nera. Kau pikir dulu aku tak bersedih di jodohkan Abah dengan bang Yusuf ? awalnya akupun sama tak mencintainya, karena ada cinta yang lain, dan kau pun tahu sendiri, ada cinta yang lain. Tapi kau tahu, dengan berjalannya waktu teteh bisa mencintai bang Yusuf, malah teteh yang cinta banget sama bang Yusuf, dengan segala kebaikan bang Yusuf pada teteh dan anak-anak bisa merubah semua, yang asalnya tak cinta menjadi cinta yang halal. Teteh pun berpikiran seperti kamu, akankah teteh bisa melupakan laki-laki itu, dan mencintai bang Yusuf? Tapi ternyata Allah sangat baik, Cinta di hati teteh berubah haluan yang asalny ingin berpisah dari bang Yusuf, kini teteh yang sangat mencintai bang Yusuf. Kehilangan cinta bukan berarti tak bisa mencintai yang lain. Berusahalah dan berjuanglah demi kebaikan kita semua " Jelas Maryam pada Anto.
Anto, masih menunduk tak bergeming.
" Aku lelah teh, mari kita pulang! " Ajak Anto pada Kakaknya.
" Pertimbangankanlah! " Pinta Maryam.
*********
pov Nera
Sampai kapan Anto akan seperti ini?
Mengadu pada Dya bukan jalan terbaik, beruntunglah hanya teh Maryam yang tahu.
Anto, kenapa kamu jadi segila ini?
Untung Dya tak pernah tahu, apa jadinya jika dia tahu semua tingkah yang diperbuat adiknya padaku?
Terus bagaimana nasibku, jika Dya harus berangkat ke Maroko dan aku masih dirumah ini?
Bagaimana dengan Anto?
Aku akan sering bertemu dan melihatnya.
__ADS_1
Aku masih menyayanginya tapi untuk hidup bersama sebagai pasangan telah aku tutup rapat hatiku. Tak ada lagi dia dalam do'a dan harapan.
Aku terlalu takut malah sekarang, Anto sudah berani mencium, dan bodohnya aku kenapa tak menamparnya atau mungkin marah?
Kenapa kejadian itu begitu cepat, bak mimpi padahal itu nyata?
Anto selalu memberikan kejutan disetiap harinya. Dan aku khawatir, pertengkaran antar adik kakak seperti dalam mimpi terjadi, dan aku tak mau.
Semoga aku bisa merubah situasi dengan cuek dan mendiamkan Anto.
Menjauhinya itu adalah langkah awal.
Semoga aku mampu.
**************
pov Anto
Aku membenci situasi ini. Dan aku membenci kebodohanku. Akankah Nera marah padaku?
Kenapa aku menciumnya? Tapi jujur aku menyukai kejadian itu.
Mata yang membulat melihat ke arah mataku. Hembusan napasnya, aroma tubuhnya, bibir yang merona sangat membuatku mabuk kepayang dibuat nya.
Pelukan hangat dan debaran jantung dirinya dan aku, begitu sangat menyenangkan.
Nera, mungkin aku akan melepaskan mu, tapi semakin aku ingin melepasmu semakin aku sulit menghindar dan melupakan dirimu.
Aku putuskan sampai aku lelah megejarmu, disitulah aku akan melepaskan asa kita.
Akupun ingin bahagia.
Marilah siap-siap untuk mengubur angan yang tak bisa kita satukan.
Tapi untuk saat ini, ku katakan pada semua, siapa yang menentang dan menyuruh melupakan dan menjauhimu, justru itu malah membuatku penasaran dan tak mau melepaskanmu.
Sudahlah, aku tak tahh kedapannya seperti apa, biarkan aku melenyapkan cinta ini dengan melewati proses waktu.
Dan pasti aku akan menemui orang yang tepat, andaikan masih saja orang yang tepat itu masih Nera. Mungkin aku akan menunggunya sampai kapanpun.
Baru kupahami, banyak bujang lapuk itu, mungkin mereka yang setia pada cintanya, bukan berarti yang tak laku.
Atau banyak yang selingkuh, walau punya istri mungkin kecewa orang yang dicintainya tak bisa ia miliki.
__ADS_1
Salah satunya mencari pelarian , wanita mana yang bisa menggantikan cintanya yang dulu tak pernah bisa ia miliki?
Atau memang buaya darat dan hidung belang sejak lahir?
Aku yang mana, aku masih berusaha realistis dulu dari pada aku coba-coba untuk menjalin hubungan dengan orang yang tak tepat. Dan aku malah membuat masalah baru, dengan menyakiti hati orang yang berharap dicintai tapi malah dijadikan pelarian. Bukankah itu lebih kejam?
**************
pov author
Satu sama lain, sudah ingin berniat dan mencoba untuk kebaikan masing-masing.
Antara Anto dan Nera tak mau lagi terjerumus lebih dalam.
Entahlah, akan kah Anto mampu menepis rasanya terhadap Nera?
Atau malah Nera yang ternyata masih diam-diam justru tidak mau melepaskan Anto dan Ingin mencintai Dya?
Siapkah, Anto dengan cinta baru yang diminta kakaknya?
Mampukah Nera, sendirian saat Dya tak ada dari godaan Anto yang setial hari akan bertemu dengan nya?
Terima kasih atas like, koment , vote dan krisannya para reader.
Itu membuat saya semakin semangat dalam menulis.
Pecinta Anto, Dya dan Nera.
Insyaa Allah saya akan up setiap hari, semoga bacaan saya bisa menjadi teman dalam minum kopi dipagi hari, siang hari, dan malam hari.
Bab baru akan masuk ke interval.
Dimana kasus dan drama nya akan semakin menguras emosi.
Akankah Nera bahagia dengan pernikahannya dengan Dya?
Akankah Anto menemukan cinta baru, atau malah tambah mencintai Nera?
Atau adakah tokoh-tokoh baru memeriahkan drama novel ini?
Saya haturkan maaf jika masih banyak kekurangan berupa salah ketik, salah tanda baca dan lain-lainnya.
bersambung di tulisan berikutnya
__ADS_1
selamat menikmati....
🙏💐💐💐💐