Berjanji Dan Merajut Asa

Berjanji Dan Merajut Asa
25. adaptasi (2)


__ADS_3

pov author


" De , ini itu klanting terbuat dari singkong, enak,gurih dan renyah ,coba deh de! " kata Dya menawarkan camilan pada Nera, lamunan itu memudar seketika bersamaan Dya menawarkan camilan.


" Ohhh iya bang , terima kasih " jawab Nera terkejut.


Hemmh.. ternyata hanya lamunan,


untung bukan betulan.


Duh kenapa aku sudah berpikiran kotor sih..?


gerutu hati Nera tampak memerah mukanya.


" De , maaf kalau mau tidur, tidur saja. Jangan sungkan !" kata Dya sambil malu - malu.


" Emmhh, abang tidur dimana? " tanya Nera bingung.


" Terserah ade saja " jawab Dya menggaruk kepala yang tidak gatal.


Duuuh deee, kenapa enggak abang tidur disini, disamping ade? Kan seneng aku nya..


hemm nasib.. nasib..


Gerutu hati Dya gemas pada Nera.


" Ya sudah abang di bawah saja, abang paling gelar bad cover di bawah, mau ke bawah ambil karpet malu takut ketahuan sama umi dan abah " jawab Dya mesem..


Mendengar ucapan Dya, Nera malu dan khawatir Dya marah padanya.


Duhh, gimana ini, bang Dya kaya lagi menahan kesal ?


Bang Dya, aku bingung bagaimana cara mengawali jadi istri yang baik itu seperti apa?


Haaaaah ibu,,,,, bapak,,,, Nera bingung


Hati Nera bergemuruh tanpa henti dilain sisi kenapa malam pertamanya seperti ini? Dilain sisi yang lain Nera masih mengkondisikan dirinya dengan Dya.


Entahlah kedua anak manusia ini masih bingung, bagaimana memulai malam pertama mereka. Apa harus tancap gas langsung tanpa pemanasan, tanpa saling cinta satu sama lain atau diam - diam saja sampai datang keajaiban, atau menunggu dua - duanya saling mau?

__ADS_1


Hemmm, mereka berdua masih terus bergerutu dihati masing - masing.


Satu sama lain membisu tanpa kata, hanya kerlingan mata yang saling beradu.


Terkadang Nera tersenyum tanpa nyali menunduk merasa lucu.


Begitupun dengan Dya, dia menahan tawanya dalam hati. Mengapa kelakuan mereka seperti bocah yang lagi marahan merebhtkan tempat tidur.


Padahal malam ini seharusnya menjadi malam panjang untuk mereka berdua, mengenyam manisnya madu malam pertama, mungkim memadu kasih seperti pasangan pengantin pada umumnya.


" Bang, emang abang tidak mau tidur sekasur dengan Nera? " tanya Nera pada Dya gemetar ragu, dan langsung menutup muka berbalik, langsung membaringkan dirinya ke tempat tidur dan membelakangi Dya karena malu.


Mendengar ucapan Nera, wajah Dya memerah sumringah senang.


Matanya membulat terkejut, dadanya berdegup cepat. Kemudian berbalik menuju tempat tidur, tanpa menjawab sepatah katapun. Dya tidur disamping Nera.


"De, sudah tidur? de! " tanya Dya pada Nera.


Dya yang asalnya terlentang kemudian berbaring ke arah Nera, sehingga Dya bisa melihat punggung istrinya dari dekat.


Dya, tersenyum simpul, dan mulai berceloteh lirih pelan


Nera sebegitu takutkah kau padaku?


Sampai tidurpun kau masih mengenakan kerudung.


Inikah punggung istriku, yang kunanti selama puluhan tahun?


Wangi dan aroma tubuhnya, menenangkan hatiku.


Kau tertidur apa sudah tidur hihihi..?


Tak apa, tidur lah.


Sampai besok istriku.


Dya tertidur di samping Nera, Nera mendengar dengkuran halus suaminya itu.


Kemudian berbalik ke arah suaminya.

__ADS_1


Dia, memperhatikan raut wajah suaminya dengan dalam. Dia tahu, dosa hukumnya jika istri tidur membelakangi tubuh suaminya dengan sengaja.


Makanya Nera berbalik lagi setelah suaminya itu sekiranya sudah tidur.


Dia masih malu, jika harus tidur berhadapan tatkala suaminya masih dalam keadaan sadar.


Inikah suamiku?


Bang *Dya bukan bang Anto yang selama ini ku tunggu?


Oh Allah ,ampuni aku dengan segala kelemahan imanku.


Maafkan aku bang Dya, akan ku usahakan melupakan bang Anto secepatnya.


Berikan aku waktu agar aku bisa terbiasa untuk mencintaimu.


Bang Anto, jangan kau membenciku jika pikirmu aku lebih memilih bang Dya.


Takdir itu milik Allah, dan aku sekedar manusia yg hanya bisa berencana tapi Allah yang menentukan.


Bang Dya,mohon maaf jika malam ini seharusnya malam berkasih kita. Mudah-mudahan kau memahami, aku masih beradaptasi dengan hal yang baru ini. Semoga aku besok bisa melayanimu seperti layaknya seorang istri yang kau damba..


Bang Dya,terima kasih*.


Hati Nera meracau sedih, dan dalam hening malam sambil melihat wajah suaminya dia meneteskan airmata.


Dan Nera pun perlahan mulai terpejam serta terlelap dalam tidur dimalam pertamanya.


********


bersambung


Ok sahabat yang budiman


terimakasih yang sudah lihat - lihat novel saya.


Jangan lupa beri krisan, vote, koment, dan likenya..


yuuuuhuuu...

__ADS_1


__ADS_2