
😛😛
Yaser dan Boim.
" Ser, emang kamu pacaran sama Nisa?" tanya Boim penasaran.
" Enggak, kenapa emang?" jawab Yaser balik tanya.
" Deket amat ? curiga kamu naksir?" tanya Boim.
" Naksir mah enggak haram kan? , lu juga kayaknya naksir ?" ledek Yaser.
" Iskk, wanita kayak Nisa mah ngantri bro ,pengen jadi pacar gue, Nisa mah pasaran" kilah Boim .
Yaser geleng-geleng kepala sambil tersenyum lucu.
Nisa nyamperin Yaser secara tiba-tiba dilapang basket.
" Akang, Teh Nera ada di rumah Akang ?" tanya Nisa ingin memastikan keberadaan kakaknga itu.
Yaser tersenyum dan mengangguk kepada Nisa.
" Iih, si teteh itu kebiasaan banget kalau sudah enggak bales sms sama enggak angkat telepon, Akang Nisa minta minum ya?" celoteh Nisa, langsung mengambil minum yang ada di depannya.
" Lek..lek..lek " suara air minum masuk ke tenggorokkan Nisa.
" Ish, jijay, aer gua tahu ?!" rebut Boim dari tangan Nera.
" Isk, itu punya kamu, uwhoooo?" ledek Nisa sambil berusaha memuntahkan dan mengelap mulutnya.
" Sudah-sudah, kalian itu ya. Nis, mah bareng pulang sama akang enggak?" ajak Yaser.
" Bukan makhram!" ledek nya sambil ketawa.
" Gila, kemarin-kemarin ,maen nempel saja " jawab Yaser menggoda.
" Siap akang kuh, tunggu adek ya kalau belum keluar kelas " goda Nisa pada Yaser bercanda, karena di lapang basket banyak perempuan fans Yaser berkerumun.
Nisa sengaja, agar para fans berat Yaser kepanasan.
" Sayang, awas jangan lupa ya, tunggu adek ! dadah Akang!" tingkah centil dibuat-buat oleh Nisa. Dan berlalu menuju kelasnya, karena jam istirahat sudah berakhir.
Banyak fans Yaser memandangi Nisa dengan sinis. Nisa cuek bebek saat teman sekitar menggosipkan dirinya dengan Yaser.
" Gila tuh cewek, murahan banget !" ujar Boim.
Yaser masih ketawa menertawakan kelakuan Nisa padanya. Yaser faham Nisa hanya bercanda untuk membuat wanita-wanita fans Yaser cemburu.
" Husshh , bedain mana bercanda mana beneran? dia emang lagi marah sama kakak kelasnya yang sering , ngedamprat dia hanya gara-gara dia sering jalan sama aku. Padahal aku tuh kaya sudah saudara karena kakak dia nikah ama kakak gue. Wajarlah kita deket, soalnya Nisa sering ke rumah" jelas Yaser.
__ADS_1
" Tapi lu suka, kan sama tuh anak?" tanya Boim penasaran.
" Tadi aku sudah jawab, aku emang suka, naksir enggak dosa, yang dosa itu pacarannya!" jelas Yaser.
" Ya, apa bedanya lu berdua-duan terus sama dia, kan bukan makhram juga. Masa saudara tapi mesra?" pungkas Boim.
" Loh , kok elu yang sewot , Im? tanks sudah ngingetin. Sahabat yang baik" peluk Yaser .
🍵🍵🍵🍵🍵🍵
Bel pulang berbunyi,
Yaser nunggu Nisa ditemani Boim.
Nisapun muncul, dengan gaya kocaknya dia menghampiri kedua laki-laki tampan idaman para wanita disekolahnya.
" Aduuuh , yaa Allah gini nih, kalau jadi manusia baik hatchi ,tidak sombong dan suka menabung, laki-laki ganteng itu setia menunggu, mari akang-akang !" Ucap Nisa dengan nada yang cukup keras.
Zarnis, Evita, dan Irma semakin panas melihat Nisa yang semakin hari semakin belagu.
Yaser ketawa ngikik melihat ulah Nisa, sedang Boim melengos jijik sambil menutup mukanya.
" Nis, kita ke kantin dulu, nanti akang yang traktir, akang lapar . Ikut ya, Im ?" kata Yaser sambil mengajak Bom pula.
Mereka bergegas ke kantin, memesan bakso.
Disuasana saat memakan bakso, Nisa berceloteh,
" Iya, ayook!" jawab Yaser menyetujuinya.
" Emang butuh banget ya?" tanya Boim.
" Enggak banget sih, tapi butuh saja, kalau lagi ada informasi dari teman-teman buat kerja kelompok, atau informasi apa gitu. " jawab Nisa.
" Niiih , punya aku pake saja, aku masih ada kok dirumah, tapu aku ambil kartunya ya? " Kata Boim sambil membuka hape untuk mengambil kartunya. Kemudian menyodorkan hapenya kepada Nisa.
Nisa , bengong.
Anak yang sering menjailinya, dan meledeknya , bisa-bisa sebaik itu?
" Enggak ah, aku mau minta yang baru ke Teh Nera" menolak sambil menyodorkan lagi hape Boim pada dirinya.
" Ambil saja dulu, nanti kalau sudah ada, baru kembalikan lagi ke aku. Oh iya aku kemarin beli kartu perdana , nih sekalian saja, pasang! " kata Boim perhatian.
" Kamu, makan bakso kok jadi berubah watak ya. Ya sudah kalau kamu maksa aku ambil ya, kartu perdananya aku ganti ya" sambil memasukkan kartu perdananya yang baru dikasih oleh Boim.
Mereka asyik menikmati bakso, sambil tertawa dan ngobrol kesana kemari.
🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬
__ADS_1
Di rumah Umi Syifa.
" Ehh, Nisa apa kabar sayang, mau ke Teh Nera ya? Ada Teh Neranya di kamar, mau makan dulu , pasti kamu lapar? Yaser ajak Nisa makan dulu, Minah tolong panggilkan Nera, nih ada adik cantiknya" sapa Umi Syifa hangat menyambut Nisa dan Yaser.
Yaser dan Nisa tak luoa sun tangan sama Umi Syifa.
" Umi, Yaser masih kenyang, soalnya di sekolah Yaser makan bakso, tahu deh kalau Nisa, lapar enggak , kamu , Nis?" tanya Yaser pada Nisa.
" Sama Umi, Nisa tadi makan bakso bareng Kang Yaser sama Kang Boim, disekolah masih kenyang" jawab Nisa menolak halus.
" Ya , sudah ngemil saja dulu, Umi tinggal ya, jangan sungkan-sungkan ya, Nis!" kata Umi Syifa pada Nisa.
Nera muncul dan menyapa Nisa,
" Ih, ade . Pasti ada maunya nih mau ketemu sama Teteh teh?" tebak Nera pada Nisa.
" Ih, Teteh tahu saja! , Teteh Nera itu pengen beli hape, tapi duitnya kurang, minta sama bapak, kan bapaknya lagi bangun rumah, takut entar kurang, mau minta takut ibu sama bapak marah. Teteh bisa tambahin enggak?" pinta Nisa manja.
" Berapa? yang murah saja belinya, nanti dipakai khalawat lagi, enggak baik" nasehat Nera pada Nisa.
" Iya, tapi beliin hapenya bareng Teteh ya?, soalnya Nisa enggak tahu hape yang bagus tapi murah itu kaya gimana?" Rayu Nisa.
" De, jangan keseringan bareng sama Yaser, bukan makhram, enggak baik. Dosa lho !!" nasehat Nera mengingatkan Nisa lagi.
" Iya, tapi mamang ojek nya tiap hari ngeboncengin ibu-ibu sama anak sekolah, sama Teteh nasihatin juga tuh! " jawab Nisa merajuk.
" Yaaa, itukan beda lagi !" jelas Nera sambil menjitak kepala adiknya.
🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹
Yaser masuk ke kamar Umi Syifa, karena ada hal yang ingin ditanyakan.
Umi Syifa sedang sibuk membaca dan menelaaah setiap biodata ta'aruf calonnya Anto.
" Umi lagi apa?" tanya Yaser sambil memegang salah satu form biodata ta'aruf calonnya Anto.
" Ini lagi memilih calon-calon yang Umi ajukan ke Anto buat calon istrinya. Coba tolong di bantu, dan pilih salah satu, semoga pilihan Yaser bang Anto suka " kata Umi Syifa.
Yaser melihat ada foto Nisa, dan mengambilnya,
" Umi, kenapa ada Nisa nya juga, kan Nisa masih sekolah, jangan di kasihkan ke bang Anto, bang Anto tahu kalau Yaser naksir Nisa ?"
" Haaah, apa?, serius kamu Yaser? Siap umi acc, umi keep buat kamu, Nisa di eliminasi untuk Anto, Umi simpan buat kamu " jawab Umi Syifa sambil memeluk anaknya.
Yaser senyum sumringah..
next..
🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧
__ADS_1
ayo reader saya sedang libur, semoga ada sedikit tentang gambaran cerita ini.
Ayo semangat ,kasih like,koment, vote dan point..love you all..