
" Ada yang kamu butuhkan De, bilang jangan malu! " sambil berjalan Dya menggenggam jari jemari tangan Nera tiba-tiba. Nera menengokkan mukanya ke arah Dya, terkejut apa yang dilakukan Dya padanya.
Dya pura - pura,memasang wajah tanpa dosa.
Berjalan sambil menggenggam tangan istrinya.
Nera tersenyum tertunduk malu, berjalan mengikuti suaminya.
" De, lapar enggak? abang lapar. Kita makan di sana ya? " kata Dya sambil menunjukkan ke arah foodcourt.
Nera mengangguk menuruti apa yang suami ucap kan. Mereka duduk dan memesan makanan.
Pelayan datang membawa makanan, makanan terhidang di meja.
" Dari tadi kamu enggak pilih-pilih barang de . Buat perlengkapan kuliah mungkin? make up atau mungkin sepatu? abang perhatikan Ade diam saja " Kata Dya berseloroh.
" Enggak apa-apa abang, untuk saat ini semua kebutuhan Nera masih komplit. terima kasih " jawab Nera lirih.
" Makan yang banyak ya! biar sehat dan kuat hidup dengan abang " Goda Dya pada Nera sambil tersenyum memandang Nera.
Nera masih merasa kikuk dengan suaminya, sesekali pandangan mata mereka beradu. Memerahlah wajah Nera dan Dya pun tersenyum senang. Dengan ragu - ragu tangan Nera digenggamnya yang tersimpan diatas meja. Nera masih tersipu malu.
Dya mengusap kepala Nera yang tertutupi kerudung dengan halus dan mesranya. Lagi - lagi wajah Nera memerah seketika dan menunduk malu.
******
Pov Nera
__ADS_1
Ya Allah, dia kah imamku?
Entah aku harus bersyukur atau berduka?
Dya begitu baik dan halus memperlakukanku.
Dadaku berkecamuk, tak ku munafiki wajahnya begitu teduh saat ku pandang. Walau hanya sekedar mencuri - curi pandang.
Selalu tersenyum ramah,dan memperlakukan bapak dan ibu dengan santun. Aku terkesima dengan ahlaknya.
Hari ini adalah kencan pertama kita,
kau selalu mengisi kesunyian dengan memulai bersikap manis padaku, menggenggam jari jemari tanganku. Ahh dadaku bergemuruh, berdetak hebat.
Baru kali pertama ini aku dipegang seorang laki - laki selain dari bapakku.
Dan aku berani buka krudung selain dari bapakku. Bang Dya, tak pernah sedikit terlintas di benakku bahwa kaulah jodohku.
Ya laki - laki lain yang selalu mengisi relung - relung hatiku. Dan jujur aku selalu menunggu nya, entahlah ada rasa bersalah dalam jiwa bahwa aku telah berkhianat atas janji - janji yang pernah ku ikat dengannya. walau aku sendiri ragu akankah aku berjodoh dengannya, dan apakah disana dirinya setia menunggu ku seperti aku setia menunggu nya disini?
Sesekali dada dan pikiran ini selalu mengingatkan hal itu. Rasa bersalah selalu menghantui, tapi sekarang aku sudah menjadi istri Dya. Dan bang Dya pun sepertinya mencintaiku dengan tulus .
Dan apakah aku harus menghianati suamiku, padahal jelas - jelas dia sudah menghalalkan ku ? Sudah dengan jelas mengganti statusku yang asalnya belum punya suami jadi punya suami.
Saatnya menerima kenyataan, bang Dya suamiku , ada hak dia atas ku, dan kewajiban aku berbakti padanya.
Bang Dya, bimbing aku untuk menjadi istrimu. Buatlah aku jatuh cinta, walau harus membutuhkan waktu untuk aku melupakan seseorang yang nan jauh disana.
__ADS_1
Hari ini entah berapa kali kau memandangiku, hingga aku tak mampu mengangkat mukaku.
Abang,aku malu tahu? hatiku terus saja berseloroh.
Saat kau mengusap kepalaku,rasanya aku ingin membalas perlakuan manismu itu, mungkin dengan senyuman atau pelukan hangat .
Tapi tidak, aku masih malu, aku masih ragu, aku masih belum mampu.
Abang, sabar ya dalam mengahadapi sikapku yang seperti ini.
Abang, tahukah kamu saat ini jantungku bedebar - debar. Senyuman mu selalu membawa gelora dalam hatiku.
Abang, tunggu suatu saat nanti aku membuka hatimu . Bersabarlah untuk aku bisa mencintaimu. Abang maafkan Nera ya bila suatu saat Nera menyulitkan abang.
************
next
ayo kawan mohon bantuan
#vote
#krisan
#komentar
#like
__ADS_1
#pointnya
😘😘😘😘😘