Berjanji Dan Merajut Asa

Berjanji Dan Merajut Asa
40. kabar-kabaran


__ADS_3

" Ade, bagaimana disana baik-baik sajakah? " tanya Dya dibalik sms.


Nera memutuskan untuk menelponnya,


dan Dya langsung mengangkatnya.


" Assalamualaikum, abaaaaang " kata Nera sambil teriak ditelepon.


" Alaikumussalam, ish adeee, kenceng banget, hahhahahah" jawab Dya terkekeh.


" Kenapa, pelit banget ngasih kabar? emang sesibuk apa sih abang? " liriih Nera manja.


" Adee, sayangku. Abang disini harus melayani para jama'ah kesana kemari, sekaligus membimbing mereka dalam pelaksanaan ibadahnya. Insyaa Allah kalau abanh sudah lulus, abang akan ajak ade umrah atau naik haji. Sayangku, abang kangen " kata Dya sendu.


" Abang, hati-hati disana, makannya juga jaga ,kesehatan nya juga, biar pas pulang sehat. Nera menunggu dirumah, sepi dikamar tidur sendiri. Apalagi semua ada di rumah sakit, nunggu Anto sadar.. " seloroh Nera parau.


" Sayangku, jaga diri baik-baik. Itu sudah taqdir, celaka tak ada yang tahu, sudah insyaa Allah Anto mah kuat. Jangan sedih ya. Ouh ya kamu sudah mual-mual belum? kangen pelukin kamu, kangen menciumin kamu, dek aku kangen, sekangen-kangennya. Kalau nanti pulang, abang mau seharian bareng ade di dalam kamar saja, boleh ya? "


Goda Dya berusaha menenangkan istrinya.


" Belum abang, belum ada gejala apa-apa. Isk, mesum. Boleh tapi hanya seharian ya bang, jangan lama-lama! " sahut Nera malu.


" Cuman, mau ngendapin biar langsung bisa jadi Dya junior saja. Abang sudah tua, pengen cepet-cepet banyak anak, setahun sekali ya hamilnya, hahahaha" Gurau Dya tertawa terbahak di balik telepon.


Mereka asyik berkabar ria dan tanpa disadari Nera melupakan Anto saat obrolan dengan suaminya.


Nera, sudah berjibaku untuk tidak mengingat Anto lebih banyak. Dia akan berusaha meninggalkan Anto untuk kebaikan Anto.


Dya adalah oase baru untuk tujuan Nera di masa yang akan datang. Anak dan keluarga yang ia bina adalah tujuan terakhir Nera dibanding asa yang pernah ia rajut.


*******


Rumah sakit


Anto sudah tersadar, yang dia cari diantara keluarga yang disampingnya adalah Nera, tapi apa daya pandangan itu sia-sia saat tak ada Nera disampingnya.


" Anto, sudah sadar kamu nak? " kata umi Syifa.


" Ne... ne.. nera mana ?" suara Anto parau dam serak.


" Nera dirumah, dia baik-baik saja, jangan banyak bicara dulu, istirahat! " jawab kiai Hasan.


Anto pun terdiam, dan meringis kesakitan karena merasakan perih bekas operasian.

__ADS_1


Dokter mendatangi kamar Anto, dan memeriksakannya..


Dan syukurlah, kata dokter dua hari kedepan Anto bisa pulang.


Maryam menghampiri adiknya itu,


" Sehatlah, teteh khawatir. Semangat lah dengan cerita yang baru. Kau adik ku yang paling kuat" kata Maryam sambil memegang tangan Anto.


Anto hanya memamdang kakaknya, dan menetes lah air mata Anto di balik sudut matanya.


Maryam paham benar, apa yang dipikirkan adiknya.


Maryam tahu dengan watak adiknya, jika apa pun yang dia mau, adiknya akan terus mempertahankan dan berusaha untuk mendapatkan nya.


Anto di kenal di keluarga adalah pribadi keras dan teguh pendirian.


Sedangkan Dya tipikal banyak diam, mengalah serta lembut.


Makanya umi dan abah begitu bangga memiliki Dya yang selalu manut saja apa yang diperintahkan mereka.


Dya pun tak pernah berantem dengan semua keluarga dan saudara-saudaranya.


Dya selalu menghargai siapapun, ada pun ada orang-orang yang suka menjahilinya, Dya selalu bersikap manis dan tak pernah melawan.


Maryam khawatir jika Anto masih bersih keras ingin terus bersama dengan Nera, dan Dya mengetahuinya, apa yang akan Dya akan lakukan pada Anto dan Nera ?


" Teteh , tolong hubungi Nera untuk datang kesini! " Pinta Anto parau.


" Nera disuruh umi, untuk menunggu dirumah jagain Idam. Besok juga kamu kalau sudah baikan, boleh pulang dan bisa ketemu dengan Nera " Cegah Maryam pada adiknya.


" Teteh, sejak kapan di Bandung? " tanya Anto.


" Sejak kemaren, rencana mau ke hotel buat acara walimahan Nera dan Anto " kata Maryam salah ucap, Anto terbelalak, melihat adiknya terbelalak ke arahnya, Maryam langsung merevisi kata-katanya


" Eh bukan, Nera dan Dya, sudah berapa persen kesiapannya, karena hampir seminggu lebihan lagi acara harus fix ".


" Teteh tidak mendukung Anto lagi? "


tanya Anto serak.


" Mendukung apa, To? " jawab Maryam.


" Anto ingin nikah, tapi ingin kaya Nera perempuan nya? " jawab Anto tegas.

__ADS_1


" Gila! untung abah dan umi gak ada disini, kamu itu realistis di dunia ini hanya ada satu Nera, gak ada cloningnya, lagi sakit masih saja belum move on?!" tegas Maryam.


" Ya sudah, nunggu Nera jadi janda dulu saja! " ucap Anto ngeyel.


" Ishtighfar, jangan ngeyel. Kamu do'ain pernikahan kakak kamu ancur? atau jangan-jangan kamu do'ain abang mu itu mati ya? "


tanya Maryam pada Anto.


" Siapa yang dukung aku ?" lirih Anto.


" Ini bukan pemilu, teteh akan berusaha bikin kamu lupa sama Nera. Pergi lagi ke Mesir sana, cari perempuan Mesir " tegas Maryam nyerocos.


" Aku mau keluar, aku mau ambil jurusan yang lain, broadcast atau jurnalist, di Indonesia pun bisa bukan? " jawab Anto membuat kakaknya itu terkaget.


" Apaaaa??. Kamu keluar sudah susah-susah masuk kesana, terus mau keluar dan pindah terus ambil jurusan itu? apa kata abah dan umi? " tegas Maryam.


" Aku sudah memutuskannya, lagian ada bang Dya ,ada bang Musa, ada teteh.


Masa Yaser mau jadi ABRI boleh, aku ingin jadi jurnalis enggak boleh? " jawab Anto.


" Sembuh saja dulu, jangan gila ya! Kalau ada sangkut paut dengan ngejar Nera, teteh enggak segan-segan mengahalangi kamu " ancam Maryam.


" Serem amat, teh. Sudah ah Anto mau tidur lagi. Nanti debatnya di lanjut lagi" goda Anto pada kakaknya.


************


Nera masih asyik bersms ria dengan suaminya. Rasa khawatir kepada Anto sedikit-sedikit mulai hilang ditambah umi memberi kabar lewat telpon bahwa Anto sudah siuman dan dua hari lagi bisa pulang.


Besok masuk kuliah, mungkin Nera akan bareng berangkatnya sama Astuti .


Tempat kuliah mereka sama hanya mereka beda jurusan saja.


Karena rumah keluarga Astuti dan kiai Hasan hanya terhalang dua rumah. Nera memutuskan main ke rumah Astuti.


Dirumah Astuti, mereka curhat kesana kemari.


Membahas ini itu, dan akhirnya ada kabar berita yang cukup memekakkan telinga Nera.


" Tahu enggak, sih Ner? mertua kamu minta ibu aku untuk jodohin aku sama Anto! " seloroh Astuti.


Nera mendengar obrolan itu langsung terkejut.


" Ibu aku mah mau banget, hahahah aku juga hahahahhaha " kata Astuti bangga.

__ADS_1


" Selamat !" ucap lirih Nera.


" Isk, selamat apa? jangan khawatir aku sudah menolaknya dengan halus. Lagian aku juga dah punya gandengan, walau tak setampan Anto hahaha" jawab Astuti menang.


__ADS_2