Berjanji Dan Merajut Asa

Berjanji Dan Merajut Asa
14.Cukup berbela sungkawanya


__ADS_3

Lesti terlihat anggun dan cantik, dengan sanggul dan pakaian kebaya bernuansa brokat putih dan bawahan bersarung batik.


Kental dengan kebaya-kebaya yang dikenakan mojang-mojang priangan.


Dia sudah seperti bak putri - putri parahyangan.


Di akad nikahnya, aku memegang handycam,mengabadikan semua yang terjadi pada saat itu, bukan camera hape atau kamera canggih parayang para yutuber pakai atau camera apalah seperti hari ini. Silakan reader bisa cek di google.


Pada saat itu, handycam adalah alat perekam video yang canggih, dan masih jarang pula orang - orang memilikinya .


Tapi, aku pun dikasih pinjam sama Astuti ,dia sahabatku yang bisa dibilang keluarganya adalah keluarga berada.


Astuti dan Anto tinggal diperumahan, dimana pada saat itu perumahan masih jarang dan hanya orang - orang tertentu yang memiliki ekonomi yang mapan ,baru bisa memiliki rumah di wilayah perumahan itu.


Saat Sedang memideo acara pernikahan Lesti, ada yang nunjuk-nunjuk ke arah nya.


Dia seorang laki - laki , Nera mengangguk menyapa karena tak suka arah tunjukkan dia padanya.

__ADS_1


Ketika keluar dari acara akad Nera, laki - laki tersebut ,mengikuti Nera dari belakang. Merasa tak enak segala gerak - gerik dirinya dilihatin terus. Nera memberanikan diri menghampiri pemuda itu.


" Ada yang bisa saya bantu, kak? " tanya Nera sedikit menahan kekesalan pada lelaki tersebut.


" Kenalkan saya Dedi " menjulurkan tangannya. Dengan pura - pura ramah dengan memberikan senyuman malas dan menyimpan salam tangan di dadanya.


" Saya Nera , punten kak Dedi ada perlu sama saya, dari tadi saya lihat - lihat seperti yang mengikuti saya terus " Tanya Nera penasaran.


" Iya, tadinya cuman ingin berkenalan saja, sama kamu. Saya temannya Raihan ,saya lagi cari calon istri, kata Raihan kakaknya Lesti jomblo hehehe maksud saya lagi cari jodoh " jawabnya sambil nyolek dagu Nera tersenyum genit.


" Kok sambil colak - colek sih, sopan dikit, bisa?" menepis tangan Dedi dengan muka kesal.


" Cuman?" jawab Nera kesal, membulatkan mata kesalnya, "maaf ya ka sopan sedikit!"


" Ckk. Gitu saja sewot pantesan dilangkahin adiknya nikah. Jual mahal sih, kaya yang cantik saja. Bisa - bisa enggak nikah - nikah kalau sok jual mahal kaya gini. Hey ngaca! punya kaca enggak dirumah? banyak wanita cantik di sini, tampang pasaran gitu jual mahalnya minta ampun, ciih " Dengus Dedi memuncahkan kekesalannya pada Nera.


" Emang situ ganteng juga ? makanya beli cermin dirumah yang banyak, biar sadar diri kalau diri kamu tuh jelek nya minta ampun! " Ledek Astuti membela Nera dan menunjukkan telunjuknya ke arah Dedy .

__ADS_1


" Ciiih, siapa kamu?,seenaknya bilang saya jelek! sudah banyak wanita yang ngantri ingin jadi pacar saya. Cuman si Raihan nawarin perawan tua ini, biar enggak jomblo terus!"


jawab Dedy tidak mau kalah dari Astuti.


" Whattt? ,perawan tua kamu bilang? " jawab Astuti terbelalak menyeringaikan wajah kesalnua pada Dedi. " Hello bapak, teman saya itu usianya mau 19 ke 20 tahun. Tua an mana bapak sama temen saya? "bela Astuti naik pitam.


Karena sudah semakin memanas Nera melerai Astuti dab mengajaknya jauh menghindari Dedi.


" As, makasih ya, sudah membela aku" Ucap Nera berderai air matanya . Sambil memeluk Astuti.


Entah sejak kapan,Nera menjadi gampang menangis, gampang bersedih, dan tak seberani biasanya?


Lagi - lagi harus berhadapan dengan orang - orang yang menyangka Nera bersedih karena dilangkahi adiknya menikah , bersedih ikut mencarikan jodoh untuk Nera, dan mungkin ikut - ikutan meledeknya.


Dia masih menangis di pelukan Astuti.


Tanpa disadari lelaki berkaca mata itu memperhatikan mereka di balik kerumunan orang - orang yang datang menghadiri pesta pernikahan Lesti.

__ADS_1


******


Next


__ADS_2