Berjanji Dan Merajut Asa

Berjanji Dan Merajut Asa
20. Dya jatuh cinta


__ADS_3

Nera mengangguk saat suaminya meminta izin untuk pulang dulu.


Tak lupa dia pun meminta izin,


" Abang, Nera pun minta izin. Untuk menginap dulu dirumah ibu - bapak dulu ya "


" Ditunggu besok kedatangannya" tambah Nera sambil menyodorkan tangan untuk mencium tangan suaminya.


Dya, berkeringat dingin saat Nera memberikan tangannya.


Ada rasa yang belum Dya rasakan sebelumnya ,entah apakah itu rasanya?


Seperti ada pegas yang bergerak ke atas dan ke bawah.


Seketika wajah keduanya memerah saat saling memegang tangan.


Bagi mereka sentuhan itu seperti listrik yang menyetrum mereka. Canggung dan masih malu - malu membuat mereka satu sama lain salah tingkah.


Dya terus menggenggam tangan Nera, tak dilepas - lepasnya. Menatap tajam penuh makna pada Nera yang masih tertunduk malu.


" Dyaaaaaa, ayoo sudah malam! " ajak kiai Hasan membuat Dya menghentikan genggaman tangannya dari tangan sang istri dan memyadarka Dya dari fokusnya memandangi wajah sang istri tercinta.


" Abang pamit dulu. Assalamualaikum !"ko


" Wa'alaikumussalam" jawab Nera sambil mengiringi suaminya pergi keluar dari rumah.


*****

__ADS_1


Hari kedua menjadi seorang istri.


" Teteh ,cieeee nanti bakal malam pertamaan di rumah bang Dya " goda Lesti.


" Husshhh jangan bahas - bahas itu, malu! " jawab Nera.


" Teteh, si a Dito bagaimana ya kalau tahu, teteh sudah nikah? ihh gak kebayang, marah kayanya ke teteh, hayoh! " Tanya Lesti uang sedang membantu kakaknya berkemas - kemas barang untuk di bawa ke rumah Dya.


" Teteh enggak pernah memberikan kepastian kepada dia dari awal juga, bahas cinta juga jarang . Biarlah entar juga dia faham, hidup itu terkadang harus menerima ketentuan Allah walau rencana kita sudah banyak dan matang. Akhirnya kita tak bisa menolak dengam ketentuan Allah, Les! "


Jelas Nera.


" Les, kamu kok dari tadi kelihatan pucat, terus bolak balik ke kamar mandi, kamu sakit? " selidik Nera pada adiknya .


" Enggak tahu, dah seminggu terakhir aku lemah, males dan enggak mood makan . Nanti habis bantuin teteh aku mau minta kak Raihan ke dokter kok teh " jawab Lesti.


Tinggallah Nera dan Dya,


" Abang sudah makan? " tanya Nera riweh membereskan jilbab ke kepalanya.


Dya melihat keriwehan istrinya lalu menggenggam tangannya untuk menenangkan istrinya.


"Ner, saya mahram kamu. Jadi jangan riweh nyari krudung lagi! " seru Dya halus.


Nera berbalik ke arah suaminya, kepala Nera tertutup celana panjang, dan terlihat rambutnya sedang acak - acakan.


Bukannya tersenyum malah Nera menangis dilantai terduduk dan menutup mukanya.

__ADS_1


" Lho,kenapa nangis? abang ada salahkah? " tanya Dya kebingungan dengan masih memegang tangan satu istrinya.


" Abang, kenapa enggak ketuk pintu dulu, biar Nera persiapan menyambut abang. Kalau berantakan begini Nera malu bang . Masa menyambut suami Nera, dengan berpakaian piyama dan belum mandi apalagi rambut Nera belum disisir " jawab Nera sambil menangis menutupi mukanya dan celana panjang masih menutupi kepalanya.


" Abang mah enggak apa - apa, santai saja. Lagian masih cantik kok. Sudah ah kahawatir disangka ibu kita bertengkar. Ok sekarang Eneng mandi dulu biar abang yang bantu beresin, tinggal dikasih lakban saja kan? "


kata Dya lembut


Nera pergi ke kamar mandi, dan Dya sibuk membanti istrinya menyiapkan barang-barang barang untuk pindahan.


Nera, sudah selesai dan masuk ke kamarnya, dia memakai gelungan handuk di kepala.


sambil membawakan suaminya itu air minum dan cemilan.


" Abang, ngopi dulu! " pinta Nera memberikan minum dan cemilan.


Melihat istrinya selesai mandi, dan kepalanya masih terlilit sanggul handuk.


Otak Dya sudah mulai tidak karuan,dia memandang istrinya dalam - dalam, melihat senyuman hangat ke arahnya, tegukkan leher jenjang istrinya begitu banyak sihir saat dia menelan air minum.


kerlingam mata dan senyum simpul nya seolah - olah menantang dia untuk melahap istrinya.


Kini dia merasakan apa yang dikatakan teman - temanya. Ya inilah nafsu manusiawi yang dimilikinya.


******


next

__ADS_1


__ADS_2