Berjanji Dan Merajut Asa

Berjanji Dan Merajut Asa
67. sicinta


__ADS_3

Sesampainya dirumah.


Nera masih penasaran dengan Sarah?


Kalau benar Sarah sepupunya Rudi, dan Sarah adalah pemilik saham pula di travel suaminya, apakah Nera masih harus tetap mencurigai Dya?


Malam minggu itu, Dya pergi ke hotel mana, bertemu dengan siapa?


Kenapa wajah Dya , pada saat itu pucat pasi dan seperti kelelahan dan terus mandi?


Otak Nera tak berhenti terus berinvestigasi , ingin segera terungkap dari semua apa yang dia pikirkan.


Suara sms di handphone berbunyi, Nera mengambil hapenya di dalam tas.


Apa sayangku?


Abang akan selalu ridho dengan dirimu dimana pun berada?


Walau sayangku marah pada Abang.


Abang akan selalu menyangi adek.


Maaf yaa, adek kemaren enggak balas dengan cepat :)


Tanpa pedulin isi pulsa di handphonenya, Nera langsung menghubungi suaminya dengan sigap.

__ADS_1


Telepon itu masih berdenyut menghubungkan dan belum di angkat oleh Dya.


Dya mengangkatnya,


" Assalamu'alaikum"


Pov Dya dan Nera.


" Abang, kenapa baru aktif sekarang sih?" rengek Nera pada suaminya.


" Maaf, Abang lagi fokus belajar biar cepat beres dan bisa pulang, adek yang sabar ya!" merayu Nera.


" Abang, Nera kangen. Pengen banyak yang ingin ditanyakan. Dari apa yang Abang suka dari Adek, kenapa adek di nikah sama abang?" Nera merajuk.


" Yang jelas perempuan dan cantik . Kalau laki-laki dan ganteng abang enggak suka" menggoda Nera.


" Sekarang lagi di kampus, lagi istirahat, sama teman-teman, kenapa Dek? di mes itu enggak ada perempuan sayang. Enggak ada waktu juga untuk main mata kepada lawan jenis. Selingkuhan abang cuman satu, buku atau kitab-kitab, nih pas pulang paling ganti lensa kaca mata, ohok..ohok " jawab Dya sambil terbatuk-batuk .


" Abang sakit?" tanya Nera di balik telepon.


" Enggak, cuman keselek saja. Adek lagi ngapain? awas jangan rewel ya, abang suka enggak mood belajar kalau adek rewel. Nasehat dari Abang, hilangkan prasangka karena itu sedusta-dustanya ucapan, ya? itu perbuatan syaithan. kedua gara-gara prasangka, hidup kita tidak tenang, rumah tangga jadi tak tentram, jangan pedulikan prasangka, karena banyak rumah tangga hancur gara-gara prasangka. Kalau ada apa-apa cobalah untuk jujur dan bicarakan, jangan berspekulasi sendiri, abang sayang Adek" jawab Dya dengan penuh nasihat pada istrinya.


" Abang ada satu yang ingin adek pertanyakan, tapi jangan marah ya?" pinta Nera pada suaminya.


" Hemh, apa?" jawab Dya mengiyakan.

__ADS_1


" Abang, kenapa enggak pernah ngasih tahu kalau abang punya saham, di travelnya Rudi ke Nera?" tanya Nera satu persatu meminta jawaban jujur kepada suaminya.


" Karena ade enggak tanya, abang cuman jawab sesuai kapasitas abang saja. Kecuali pada saat itu, adek nanya ke abang nya spesifik, kita juga baru nikah waktu kita enggak banyak bersama, nanti kalau sudah pulang dari sini , adek mau tanya apapun , abang akan jawab" jelas Dya.


" Ok, Skip! yang kedua. Abang katanya banyam usaha di Maroko salah satunya, toko kitab. Itu juga kenapa Abang enggak cerita juga, awas jawabannya jangan mentang-mentang Nera enggak tanya, Nera mau tanya gimana kalau Nera enggak dikasih tahu sama abang?" tanya Nera lagi.


" Jawaban kedua, tuh , Adek tahu sekarang Abang punya toko kitab! Iya abang punya toko kitab. Seperti jawaban yang pertama, ade enggak nanya, Abang bukan tipikal yang suka ngejelasin siapa Abang, Abang tidak suka memperkenalkan kerjaan atau apa yang dimiliki Abang. Ya seperti air mengalir, semua itu hanya titipan Allah, takutnya Abang sombong, dan itu bukan uang Abang asalnya, itu uang pemberian dari Abah jatah buat Abang, jadi Abang punya tanggung jawab besar untuk membuat abah bangga, bahwa anaknya di kasih uang itu bukan untuk hal-hal yang tidak produktif. Karena setiap apa-apa yang kita lakukan kelak dapat hisabnya, lagian pikir abang, karena Adek istri abang, lambat laun juga Adek bakalan hafal bagaimana Abang, kerjaan Abang apa, kesukaan abang apa, kejelekan abang apa? karena Adek adalah istri seumur hidup abang, kecuali Adek tidak mau jadi istri Abang selamanya" jawab Dya menjelaskan.


Nera mencerna semua kata-kata suaminya, apa yang suaminya utarakan menurutnya tepat.


Mereka baru menikah hitungan bulan, wajar saja jika suaminya tak pernah cerita yang menurutnya tak penting untuk disampaikan, toh sebagai istri lambat laun juga akan tahu apa yang suaminya miliki, suaminya lakukan dan apa yang disukai suaminya?


Tapi tetap saja , ada sedikit ganjelan dalam hatinya.


" Abang, satu lagi. Menurut Abang , polygami itu apa?" tanya Nera pada suaminya.


" Ade mau jawaban sesuai ilmu atau cara pandang perempuan atau cara pandang semua laki-laki ?" jawab Dya memilihkan.


" Semuanya!" jawab Nera .


bersambung


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Maaf reader, saya masih kerja..

__ADS_1


Jadi cuman bisa sedikit dulu. Insyaa Allah nanti malam full..


Jangan lupa koment, like ,dan vote


__ADS_2