
abang,
sudah istirahatkah?
kemaren adek, mau telepon abang tapi takut abangnya lagi sibuk.
Abang, kenapa belum sms atau telepon adek balik sih?
Adek kan khawatir . Balas ya bang, gak pake lama!
Isi sms Nera pada Dya, suaminya.
Ini malam selasa, Nera berharap suaminya memberikan kabar, toh Rudi sudah mengembalikan hapenya pada saat ngasih cek kemarin.
" Ganti nomerkah ?, tapi walaupun ganti nomer telepon masa nomer aku hilang, nomer telepon rumah gak ada? " hati Nera meracau.
pov Nera
Kenapa aku jadi kangen bang Anto, aku merasa kehilangan sekali sosok bang Anto.
Bang Dya, suamiku. Tapi tatapan dan perlakuannya tak sehangat tatapan Bang Anto padaku.
hush.. hush.. setan menjauhlah dariku.
Suamiku dan lelaki ku cukup Bang Dya, Bang Anto masa laluku.
Tapi terkadang, dalam hati kecilku mengatakan, Bang Anto selalu manis dan perhatian padaku.
Bang Dya, jarang sekali menanyakan, apa aku sehat? sudah makankah? tidur nya nyenyakkah? senangkah hari ini?
Padahal aku ingin ditanya seperti itu, oleh suamiku.
Hapeku pun seperti tak memiliki pulsa, bak hape rusak tak pernah berbunyi.
Aku kesepian, aku pun belum ada tanda-tanda kehamilan.
Apa, aku tidak sesubur adik ku Lesti yang sekarang sudah masuk bulan ke delapan di masa kehamilannya?
Sedih, ini yang membuatku khawatir, lama tak bersua dengan suami, lama juga mungkin punya anaknya.
Di balik jendela kamar ini, entah kenapa wajah Anto nampak dalam pandangan sedang tersenyum manis padaku.
__ADS_1
Ah sudahlah, dia adalah adik ipar ku.
Dia adalah kisah masa lalu yang indah.
Semoga kau mendapatkan cinta yang kau mau bang Anto.
Walau sejujurnya, mungkin aku akan cemburu jika kau benar-benar memilih wanita lain selain aku.
pov Author
Hari ini Nera berangkat ke kampus bersama dengan Astuti.
Dikampus, Nera dan Astuti melihat ada kerumunan orang.
Ternyata ada dua perempuan yang sedang jambak-jambakan dan dilerai oleh satu orang pria.
Orang-otang berkerumun, bukan tak mau memisahkan. Hanya saja mereka pada sibuk nyorakin perkelahian itu.
" Duh, embak kenapa malah disorakin bukannya di pisahin, ditolong embak nih " ujar Nera kepada si embak-embak yang ikut nyorakin.
"Biar tahu rasa, perebut laki orang memang pantas di begituin, kalau di bolehkan saya pengen tak jambak pula rambutnya sampai botak, embak, biar saja embak biar tuh wanita gatel di habisi sama bini si bapak " jawab si embak-embak.
Nera memaksa masuk dalam kerumunan untuk melerai mereka,
" Ini pacar saya embak dan dia istri saya " jawab si bapak sambil setengah memeluk u sabar dulu, jangan seperti ini, selesaikan dengan kepala dingin, ini jalan umum, malu banyak dilihatin orang " kata Nera mencoba menenangkan situasi.
" Apa?, disuruh bersabar sama bocah kaya kamu. Aku istrinya, aku punya hak atas suami saya, dan dia suami saya malah belain pacarnya, coba kamu jadi aku, bisa sabar enggak? kamu bisa ngomong bijak, karena kamu belum mengalaminya. Sakit dan kecewa, tahu? dirumah aku ngurusin semuanya dari anak sampai kolor dia, dari pagi ampe pagi lagi, dikira punya laki setia, ternyata di luar dia gatel ketemu sama orang gatel, selingkuh. Aku kurang apa kang? " tanya si istri pada suami sekaligus menjelaskan apa yang terjadi pada Nera dengan terus mencaci suami dan selingkuhannya.
" Kamu tahu neng, aku terlalu percaya sama dia, percaya, aku tak pernah punya pikiran suami akan selingkuh, tapi ternyata suami aku selingkuh. Jangan sekali-kali full 100 % menyimpan kepercayaan pada suamimu, kalau tidak mau endingnya kaya aku" si ibu itu kembali menangis.
Sama warga sepasang suami istri dan selingkuhannya di bawa oleh beberapa orang ke kantor polisi.
****************
Dikelas,
" Ngeri ya Ner kalau punya laki doyannya selingkuh? " obrol Astuti.
Nera sambil melamun, menjawab
" Bang Dya, apa kabar ya? "
__ADS_1
Astuti, menjawab " enggak bakalan mungkin dia mah, yang aku tahu dia mah tipikal setia, enggak akan berani dia mah Ner, orang pemalu gitu, tapi emang sih dulu juga sempet ada yang tergila-gila sama Bang Dya, kata abang aku kan sama-sama anak pondok, itu santri akhwat suka ada yang kasih surat, ada sepuluh surat, karena emang Bang Dya itu pinter dipondoknya, ya ganteng, dan sholeh, kamu beruntung deh Ner dapetin Bang Dya"
Celoteh Astuti pada Nera, yang sekarang mulai lega dengan pikiran tentang bros dan farpum. Otak Nera berargumentasi mungkin ada sebab yang lain, kenapa ada bros dan nomer hape di saku Dya? kenapa farpumnya wanginya berubah? pasti semua ada alasannya. Lagian Dya berharap agar Nera tidak berpikiran aneh-aneh padanya.
" Kalau Dya selingkuh dari aku bagaimana, As? apalagi sekarang hubungan jarak jauh gini"
tanya Nera pada Astuti sambil menunggu dosen datang.
" Kalau menurut aku, tidak mungkin sih Ner. Dulu ibu bapakku, mau jodohin teh Anggun sama bang Dya, tapi bang Dya menolak. Alasannya belum bekerja plus bang Dya masih fokus ke gelar Lc nya di Maroko. Secara keluarga Kiai Hasan memiliki toko oleh-oleh timur tengah di beberapa kota di Indonesia, belum toko emasnya, belum peternakan sapi dan kambing, kalau musim haji tiba kan rame yang beli, haaah pasti kan Bang Dya juga kebagian. Alesan enggak mau nikah sama teh Anggun begitu, hahaha" jelas Astuti memaparkan.
" Umi dan ibu kamu, enggak pernah berhenti untuk jodoh-jodohin anak-anaknya, kaya kemarin kamu mau dijodohin sama Anto, kenapa enggak di realisasi kan saja, Anto kan baik juga, sudah punya pekerjaan di salah satu percetakan? " usul Nera pada Astuti.
" Kemarin umi mendesak supaya aku mau sama Anto lewat ibuku, memang sekarang Anto bekerja di percetakan, itu juga saham percetakan , Anto pun punya andil. Anto di kairo sambil kuliah sambil jualan oleh-oleh khas Indonesia, bukan hanya oleh-oleh saja, tapi makanan lauk - pauk khas Indonesia, yang jaganya adalah mahasiswa-mahasiswa yang kerja part time, dibagi-bagi jadwal tokonya sama warga asli disana, cabang tokonya sudah ada beberapa. Anto sering kecapean ngurusin ini itu, ditambah kalau musim dingin tiba, Anto suka kambuh asmanya, enggak ada yang ngurusin, Anto alergi dingin " papar Astuti.
" Kamu lebih tahu tentang keluarga mertuaku daripada aku, iri aku padamu, As. Bang Dya enggak pernah cerita apapun, Umi pun tidak pernah, aku kaya yang enggak tahu apa-apa, yang aku tahu suamiku adalah seorang anak yang memiliki pondok pesantren di Banten, seorang mahasiswa di salah satu Universitas di Maroko untuk mengambil S2 , dan seorang guide haji di salah satu travel milik sahabatnya, hemmh pengen deh suami itu cerita semuanya ke aku " keluh Nera.
" Apa, guide? hahahaha Dya itu emang punya travel tour haji dan umrah kali Ner, sama sahabatnya itu kalau enggak salah namanya kak Rudi, abang ku tahu sama Rudi, dia satu almamater sama kak Rudi, Bang Dya, dan Abang ku Anzas satu pondok pesantren " ledek Astuti lagi.
" Ouuuh..? " jawab Nera terkejut mendengar pemaparan Astuti, yang sebelumnya Nera tak pernah tahu siapa Dya.
" Anak-anak Kiai Hasan setiap bulan memiliki jatah 5% per bulan dari hasil laba bersih semua usaha Kiai Hasan. Aku tahu dari ibu aku, ibu aku tahu dari Umi Syifa, kamu tahu kan mertua kamu itu sahabat deket banget sama ibu aku, apapun dia cerita, termasuk mencari informasi tentang kamu sebelum kamu akhirnya menikah sama Dya" jelas Astuti pada Nera. Nera hanya mendengar dengan setia semua celoteh Astuti mengenai keluarga suaminya.
" Suami kamu juga, di Maroko punya toko kitab kumplit, pun toko oleh-oleh khas seperti toko Anto di Kairo. Plus Dya mau melebarkan sayapnya mau joint travel di Maroko bareng sahabat-sahabatnya yang se almamater waktu kuliah dengannya. Suami kamu itu keren, enggak pernah nunjukin dirinya seorang syeikh, dengan berpenampilan kemejaan saja, padahal mufti-mufti disana kagum dengan kecerdasan yang Dya miliki. Dia juga seorang enterpreneur sukses dikalangan koleganya. Entah didikan apa yang Kiai Hasan kasih ke anak-anaknya, sampai mereka sesederhana itu, tapi prestasi tak diragukan lagi " tambah Astuti memuji anak-anak Kiai Hasan tanpa cacat.
Nera, hanya menggigit bibirnya, dengan sebal dan kecewa, kenapa selama ini, Dya tak pernah bercerita tentangnya, apa pekerjaannya? apa yang dia lakukan? kenapa harus dirinya tahu dari mulut orang lain?
Menyebalkan!
Bersambung...
***************,
Ayo dong reader vote, like dan komennya biar saya semangat nulisnya.
Pengen banyak dan up nya sehari dua kali..
hehehe nawar..
Yaah, yuuuuk saya minta like , vote dan komennya yang banyak.
krisannya juga, biar bisa terus diperbaiki.
__ADS_1
loveu all reader..