
Di Hotel terkenal itu, Nera dan Dya melangsungkan resepsi pernikahan, banyak sekali tamu undangan teman, saudara, karib dan kerabat.
Acara meriah, hanya saja tempat laki-laki dan perempuan terpisah.
Karena untuk meminimalisir campur baur perempuan dan laki-laki. Maka acara dipisah dengan memakai sekat dan arah pintu yang berbeda.
Anto masih terpaku membayangkan kecantikan Nera dengan memakai gaun putih saat menuju tempat acara.

Anto masih belum bisa melepaskan bayangan tentang Nera.
Hatinya masih menangis tatkala sebelum acara Nera berfoto dengan Dya sambil sun tangan.
Seandainya itu dirinya, mungkin dia akan menjadi laki-laki yang paling bahagia.
*****************
Dipelaminan Dya dan Nera terlihat nampak bahagia walau duduknya harus terpisah.
Menyalami banyak tamu undangan.
Dya masih tersenyum membayangkan sebelumnya Nera di foto dulu untuk kepentingan album, mencium tangannya. Hal terindah yang dirasakannya dalam hidupnya. Dilanjut dia harus mencium kening istrinya.
Kini ada bidadari cantik yang akan menua bersamanya.
Kini ada wanita impian dan yang harus ia perjuangkan.
Calon ibu anak-anaknya dan ratu di rumahnya.
Nera.
Semua sangat menikmati acara resepsi Nera dan Anto.
Yaser masih menyuruh Idam untuk menanyakan nomer hape Annisa. Tapi Idam manyun karena malu harus ke tempat ruangan perempuan.
Disana pun datang Rudi dan Sarah, Astuti dan sahabat-sahabat kedua mempelai lainnya.
Sarah tidak menyangka di acara resepsi pernikahan Dya dan istrinya. Dia tak bisa berjumpa langsung dengan Dya.
Sarah memandang Nera, dan tersenyum simpul di kejauhan. Entah apa yang dipikirkan nya?
Sedang Astuti selalu ceria dengan teman-teman yang lainnya.
Sarah mendekati umi Syifa. Pada saat umi Syifa sedang istirahat.
" Assalamualaikum umi, perkenalkan saya Sarah " sapanya pada Umi Syifa lembut.
" Wa'alaikumussalaam, mba siapa ya? maafken umi sudah tua kadang lupa nama dan wajah orang. Mohon dimaafkan! " jawab umi dengan hangat, walau wajahnya menandakan sudah sangat lelah.
" Enggak apa-apa umi, memang kita baru berjumpa sekarang. Saya sepupunya Rudi temannya Dya dari Jakarta, yang travel haji dan umrah " jawab Sarah sambil mengelus punggung tangan Umi Syifa.
" Aaah, Rudi yang satu kelas sama Dya di Maroko? " terka Umi Syifa.
" Iya! " jawab Sarah berbinar.
__ADS_1
" Aah, salam buat orangtua nya Rudi dari kami ya? izin dulu umi mau ke toilet, ayo nikmati semua hidangannya ya sarah, maaf umi tinggal dulu " jawab Umi Syifa dengan hangat.
**************
" Hey bang Rudi " Sapa Anto pada Rudi.
Rudi masih, belum mengenali wajah Anto.
keningnya berkerut dan mencoba mengingat, dengan ragu dia menerka,
" Anto? "
Anto mengangguk, iya.
Mereka lalu berpelukan an tertawa.
" Wuiiih sudah besar kamu ya? kelinglap aku tuh. Wajahmu kok jadi timur tengah begini ?ganteeeng, maa syaa Allah . Ikut casting sana, sapa tahu jadi artis. Ade sama abang cakepnya sebelas dua belas. Hahahaha " puji Rudi pada Anto.
" Iyalah harus besar, Alhamdulillah. Abang juga ganteng, sukses terus bang bisnisnya, jadi inspirator kita lah. Kapan nyusul bang Dya? " kata Anto sambil bercanda.
" Wuih alhamdulillah, aamiin . Nyusul kemana nih? ke Maroko atau nikah? kalau nikah cariin dong, katanya istri Dya cakep dan sholihah. Mau minta kiai Hasan biar dapet istri kaya istrinya Dya " goda Rudi bercanda.
Mendengar obrolan itu, hati Anto tersulut mendadak cemburu pada Rudi.
Anto tidak suka, ada laki-laki lain yang menginginkan Nera selain dirinya. Sudah cukup abangnya yang menjadi benalu di dalam percintaannya.
Anto mendadak pergi meninggalkan Rudi dengan penuh emosi.
Rudi melihat Anto seperti itu kebingungan.
Dia bertanya pada dirinya sendiri, apa yang salah pada dirinya hingga Anto pergi meninggalkan nya tanpa permisi dan muram?
" Bang, minta nomer hapenya Annisa dong"
" Annisa mana? " tanya Anto.
" Annisa adiknya teh Nera " jawab Yaser.
" Iskkk, ngapain minta nomer hapenya Annisa ? " seloroh Anto curiga.
" Enggak boleh, apa? " tanya Yaser merengek.
" Iya buat apa? " tanya Anto.
" Biasa bang Anak muda , pengen kenal saja Annisa aktifis Anggota OSIS disekolah. Dia jadi rebutan anak-anak laki kelas 2 dan 3. Normalkan bang cuman goda-godain anak cewe yang cantik dan menjadi incaran banyak cowok. Disekolah Annisa paling cantik kayaknya , mumpung Annisa ada disini juga, minta nanti fotoin ya !" rengek Yaser pada Anto.
" Iya! "
*********
Seminggu sudah berlalu acara Resepsi pernikahan Nera dan Dya.
Selama seminggu ini Nera dan Dya tinggal di rumah orangtuanya.
Karena sudah lama Nera tidak menginap di rumah orang tuanya.
Ditambah Nera ingin meminimalisir pertemuannya dengan Anto.
__ADS_1
Nera khawatir Anto akan semakin cemburu dan marah padanya dan Dya.
" Dek, abang pengen segera punya anak, kalau boleh nawar setahun sekali, boleh enggak? " tanya Dya pada Nera.
" Kalau adek gendut gimana, entar adek jelek, abang enggak cinta lagi sama adek? "
jawab Nera.
" Kata siapa? Apa pun yang terjadi abang akan saaayang dan gak akan lepasin adek " gombal Dya.
" Isk gombal" Nera tersipu.
" Iya, gak akan pernah ninggalin tapi paling nambah yang baru " goda Dya.
Mendengar ocehan Dya, Nera langsung memukul gemas pundak suaminya.
Dya tertawa geli dan lucu melihat kelakuan istrinya.
" Aabaaaang maaaah, Nera gigit yah abang! " goda Nera manja.
" Sudah dek, sudah. Ampun! " pinta Dya pada Nera.
Nera langsung bergelayut di dada Dya,
sambil mengetuk-ngetuk dada Dya dengan telunjuknya pelan.
" Abang, kenapa abang mau dijodohin sama abah dengan Nera? " tanya serius Nera pada Dya.
" Mau tahu atau tahu bangeet? mau jujur atau bohong? " tanya Dya lagi-lagi menggoda.
" Jawab enggak !" ancam Nera dengan mata sinis sambil mencapitkan jarinya di pinggang Dya. Dya sudah mulai kegelian lagi.
" Baiklah. Habisnya gak ada lagi, yah sudah kamu stok terakhir, terpaksa deh, daripada jadi bujang tua " godanya lagi.
" Ahhhhh, abaaaaang, Nera sebel deh bang. Berarti abang mah enggak cinta sama Nera ya? kepaksa itu mah! " Nera melepaskan diri dari pelukan suaminya.
Dya mencoba menggodanya lagi
" Ya enggak dong sayaaang. Kamu itu bikin hatiku bergetar, langsung keluar lo pe, lo pe lho. Stok wanita sholihah takut habis, apalagi ini limited edition, dari pada di ambil sama orang lain, yaa mending sama abang. Insya Allah terselamatkan dari pemuda-pemuda yang jahat. Sudah kaya ultramen ,belum ?"
" Iskk, abang mah, kalau ngobrol enggak pernah serius sama Nera itu, giliran serius, enggak pulang sampai tiga hari " jawab Nera sambil manyun.
" Diih, itu mah jangan dibahas lagi. Itu bumbu-bumbu rumah tangga. Mulai sekarang abang akan percaya sama adek, mau saaayang sama adek, mau ciiiiinta sama adek, mau rinduuuuuu sama ade" kata Dya sambil memeluk tubuh istrinya erat.
" Ade awas ya, kalau ade nakal pas jauh dari abang, abang akan murkaaaaa " kata Dya sambil gigit gemas Nera.
Dan Nera menjerit ikut membalas gigitan Dya.
Annisa dan orang tuanya sedang asyik menonton televisi.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu,
" Assalamualaikum " kata si tamu
" Wa'alaikumussalaam " jawab Annisa sambil melihat jendela, menelisik siapa yang datang.
Annisa membulatkan matanya terkejut sambil mangap melihat tamu yang datang tersebut.
__ADS_1
bersambung