Berjanji Dan Merajut Asa

Berjanji Dan Merajut Asa
31. menyesal


__ADS_3

Masih di dapur .


" Abang, sudah abang, aku sudah merasa berdosa sekali melakukan ini. Mau seperti apa lagi abang? kalau ketahuan orang rumah bagaimana? " lirih Nera mulai menjauhi Anto.


Anto masih gelap mata masih memegang tangan Nera.


Dia masih terus mengikuti gerakan Nera, supaya Nera tidak lari dari nya.


Nera sudah menyerah dan mulai ketakutan dengan tingkah Anto padanya, dia terduduk sambil menangis melihat kelakuan Anto yang sudah keterlaluan.


" Abang, sudah aku mohon jangan seperti ini. Aku takut bang Dya salah paham, aku takut abah dan umi kecewa pada kita. Abang Nera, mohon " Nera mengiba pada kaki Anto.


Anto mulai kalap di bakar api cemburu saat Nera mengatakan takut Dya salah paham.


Padahal jelas dari awal, dirinyalah yang lebih dulu memenangkan hati Nera.


" Ouh , memang duluan siapa yang mencintaimu itu, bang Dya atau aku? atau mungkin kamu suka dengan laki-laki lain selain kami berdua? serakah sekali kamu Nera? " ucap Anto dengan penuh emosi.


Nera masih memohon kepada Anto untuk segera menyudahi semuanya.


Agar tak ada yang mengetahui kejadian dia dan dirinya.


" Bang Anto, Nera mohon lupakan semuanya, aku sekarang kakak iparmu, aku mohon abang, aku mohon " Nera masih memelas supaya Anto segera ikhlas mengakhiri kisah cinta antara dia dan dirinya.


Melihat kesungguhan Nera memohon-mohon untuk segera menghentikan semuanya.


Alih-alih berhenti, Anto semaki menjadi dan berteriak memanggil Dya.

__ADS_1


" Dya... Dya... turun kamu.. Dya !" teriak Anto meledak-ledak dengan mata nanarnya.


Melihat kelakuan Anto, Nera semakin terkejut, dia semakin tidak faham apa yang akan dilakukan Anto selanjutnya.


Dengan terpaksa lagi dia memegang kaki Anto yang mencoba menghampiri Dya yang sudah ada di tangga .


Nera memohon sambil bercucuran air mata pada Anto, untuk tidak melakukan apa-apa pada Dya.


" Bang, bang Anto, Nera mohon abang, abang demi pernikahan aku dan kakakmu, abang ku mohon "


" Apa ? enggak salah denger? terus bagaimana dengan aku? kamu enggak kasihan sama aku?. Kamu mikirin hati aku heh, bagaimana aku terluka saat mendengar kamu menikah dengan kakakku? terus kamu bilang sekarang demi pernikahan kamu dan abang aku?. Haaaah gila, gila. Aku berjuang dan kamu senang-senang dengan laki-laki lain? " katanya dengan geram penuh emosi dan amarah.


Dya tiba-tiba di dapur, dan melihat adegan Nera menangis sambil memeluk kaki Anto.


" Ada apa ini?" teriak Dya sambil memegang melepas kan pelukan Nera kepada Anto.


" Anto kau apakan istri aku? " kata Dya berdiri dan mengambil kerah baju adiknya itu.


Anto menangkis tangan kakaknya dan berkata dengan penuh tendensius


" Haaah, dia itu pacarku bang, sebelum kamu nikahin dia pacar aku bang, aku sudah berjanji mau nikahin dia. Tapi lucunya kenapa abang nikahin dia ? "


" Sakit bang, Anto sakit bang! "


" Kenapa Nera, harus abang aku? "


" Kenapa, harus dirumah ini, aku sakit melihatnya, aku tak tahan kamu meluk dan pegang tangan Nera bang " masih Anto meracau sedih.

__ADS_1


Dya baru menyadari, ternyata Nera adalah seorang wanita spesial Anto.


Dia pun lemas terkulai, bengong saat Anto menjelaskan semuanya.


Tiba-tiba abah dan umi datang,


" Ada apa ini, sampai kamar suara kalian terdengar seperti sedang berantem ?" tanya Kiayi Hasan


" Ada apa kalian teh!? astagfurllah kenapa kamu Nera, kamu diapain ?" tanya kiayi Hasan mulai emosi.


Nera semakin khawatir dan ketakutan, dalam hatinya bergerutu ,


bagaimana ini? semua nya hampir berkumpul, apa yang harus aku lakukan. Matilah aku, bang Anto kamu tega abaaaang?


Kini keadaannya mulai terjepit, Nera khawatir Anto akan melakukan hal-hal yang sulit ditebaknya.


Gawat jika semuanya kamu katakan?


apalah aku? bagaimana ini?


Aku tak mau bang Dya membenciku, abah dan umi, seluruh keluarga ini.


Tolong bang Anto, berbaikanlah demgam situasi ini? pikirkan aku dan kedua orang tuaku juga.


Nera semakin tak berkutik, dia hanya bergerutu dalam hati. Berharap semuanya akan baik-baik saja.


bersambung

__ADS_1


🥀🥀🥀🥀🥀


__ADS_2