Berjanji Dan Merajut Asa

Berjanji Dan Merajut Asa
39. Dya bingung


__ADS_3

Mekkah..


pov Dya


Kangen, abang sama kamu dek.


Kamu lagi ngapain?


Abang sibuk, mau nelpon kamu, disini siang, di Indonesia malam.


Aku tidur , kamu bangun.


Kenapa handphone kamu belum di aktifin juga?


Perasaan ku, enggak enak.


Apa kau dan keluarga di Indonesia baik-baik saja?


Kirim sms ke Anto enggak dibales-bales.


Ke teh Maryam, malah yang balas suaminya, katanya handphonenya enggak dibawa.


Hemm, Yaser apa lagi, abah belum izinin untuk punya handphone, takut dipakai yang enggak produktif .


Takut dipakai maksiat, nelpon perempuan mungkin.


Dek, abang khawatir, kalau abang enggak perhatian sama kamu, jarang telpon atau ngasih kabar ke kamu.


Semoga kamu paham, pulsa juga harus pergi dulu kemana belinya ?


Mau nelpon siang di sini , takutnya kamu lagi tidur di Indonesia. Malah enggak enak, ngajak orang yg lagi ngantuk ngobrol, kan enggak seru?

__ADS_1


satu minggu lebih lagi abang pulang, abang sudah kangen, enggak enak banget jauh dari kamu dek.


Apalagi nanti harus menyelesaikan S2 ku setahun lagi, hadeuuuuh, beraaat.


pov Author


Seorang bapak-bapak dari jama'ah travel Dya menghampiri .


" Nak, maaf ganggu sebentar! "


katanya pada Dya yang sedang duduk termangu di meja makan. Karena kebetulan pada saat jamaah lagi jadwal makan siang.


" iya, pak. Silakan, ada apa ya pak? " Tanya Dya perlahan sambil menggeserkan kursi untuk si bapak.


" Maaf ustad, ustadz masih single? " tanya si bapak.


" Alhamdulillah saya sudah nikah, pak? " jawab Dya lirih.


Dya tertawa simpul malu.


" Kasihan pak, di jodohkan kesaya mah banyak di tinggalnya, lagian saya akan belajar dulu ke Maroko, istri saya yang sekarang pun sering saya tinggal-tinggal, apalagi kerjaan saya jadi guide haji dan umrah, kasihan pak" jelas Dya.


" Anak saya yang mau, katanya titip salam buat ustadnya, bilangin enggak apa-apa jadi yang kedua juga, dia kayanya sudah suka dan ridho serta siap di akadin sama ustadz nih! " seloroh bapak tua itu.


Dya hanya tersenyum simpul, Dya menganggap apa yang diucapjan si bapak tua itu hanya angin lalu saja sebagai penyegaran tak ada obrolan.


" Nanti pas sebelum kepulangan saya akan kenalkan anak saya, pada ustadz. Dia sudah banyak sekali memvideo anda dan memotret anda ustadz " kata sesebapak itu.


Dya masih tersenyum simpul tanpa eksprest yang heboh.


pov Nera

__ADS_1


Kesal , jenuh seharian dirumah mana besok sudah masuk kuliah.


Aku juga belum bisa jenguk bang Anto.


Bang Dya, kayaknya dia enggak peduli istrinya masih hidup apa enggak?


Dia kok sibuk banget? enggak kangen apa sama istrinya?


Telepon atau apa gitu, walau pulang cape kenapa gak pernah nyempetin telepon , nanyain kabar, atau apa kek?


Astagfirullah, baru inget!


Mana mungkin bang Dya menghubungi, Kalau hendphone belum dikasih kartu dan didaftarin.


Oke kalau begitu aku pasang dulu kartu perdananya.


sms


*bismillah


abang sehat, abang kangen sama adek enggak? Disana cuacanya gimana?


abang ini nomer handphoen istri mu "


balas Dya


alhamdulillah sayang, abang sehat.


kangen dong dengan waktu di Bandung.


apalahi punya istri cantik, bawaannya pengen selalu segera pulang*.

__ADS_1


__ADS_2