Berjanji Dan Merajut Asa

Berjanji Dan Merajut Asa
23.Masih berkencan


__ADS_3

Pov Dya


Wajah imut itu, pertama kulihat saat kita musyawarah DKM di mesjid dekat perumahan.


Sesekali hanya terkesima dengan penjelasan seorang aktifis mesjid, muda, cantik dan seorang perempuan maa syaa Allah.


Pertama bertemu, sangat terkesan tanpa di gaji siap mengajar anak - anak ngaji, walau mungkin cape, kamu harus kuliah juga.


Nera , ya kau menyebut namamu saat perkenalan di depan orang banyak.


Aku menyimak dan aku terkesan dengan pemaparan-pemaparanmu.


Da aku hanya terkesan saja tidak lebih.


Pertemuan kedua denganmu membuatku, terkesan lagi. Kamu kemalaman dijalan sedang kamu membawa adik - adikmu.


Entah darimana kalian? tapi ku pastikan kamu begitu sayang keluarga.


Dan kita pulang bersama, dan akhirnya ku tahu kamu bisa bercanda dan membuat lelucon. Pada saat itu di mobil riuh dengan gelak tawa, yang ku sangka kamu gadis dingin, datar tanpa ekspresi penuh serius. Dan aku kembali terkesan Nera.


Setiap beradu mata, saat kamu mengantarkan undangan untuk istri sahabatku, aku mulai kikuk.


Aku berdebar melihatmu, aku gugup melihatmu, mulut dan senyumku terkunci mendadak tapi aku senang bertemu dengamu.

__ADS_1


Mata ini jujur tak bisa lepas dari wajah ayu mu ,saat kau berdandan dipernikahan adikmu.


Aku terus beristigfar, tapi benar - benar tak bisa menahan. Dan kuputuskan pulang lebih dulu.


Tapi apa yang terjadi?


Kau sedang dicaci lelaki ,saat itu aku marah inginku membelamu, tapi beruntung Astuti datang membelamu dan akhirnya ku urungkan untuk tidak ikut campur dalam hal keributan itu.


Kau menangis dipelukan Astuti, dan aku pun bersedih. Entahlah, mungkin saat ini aku sedang jatuh cinta padamu. Ya bagaimana aku begitu senang jika setiap bertemu dengan kamu? aku berdebar jika hanya mendengar namamu saja,ini bukan lelucon.


Sejak kejadian itu aku tak bisa tidur Nera.


Kuputuskan curhat dengan umi.


Pagi ini, kuputuskan untuk mengadu rasaku kepada abah dan umi. Semua isi hatiku tentang mu kucurahkan, awalnya ku khawatir mereka tidak suka dengan mu. Alhamdulillah ternyata abah dan umi begitu menyukai mu dan setuju aku melamar dirimu secepat nya.


********


Hari ini aku akan menjemput istriku, ya Nera istriku.


Hahaha seperti mimpi sekarang aku berstatus suami.


Dia sedang asyik bercengkerama dengan Lesti sembari beres - beres apa saja yang akan dia bawa.

__ADS_1


Aku tahu dia belum mandi,dia masih memakai piama dan hahaha rambut nya tergelung bulat di belakang kepalanya.


Sampai Lesti tersadar ,aku tengah berdiri dibelakang mereka dekat pintu kamar Nera.


Lesti terkejut diikuti Nera yang memakai apa saja yang ada dihadapannya untuk menutupi kepalanya.


Dia menangis, hahaha lucu.


karena dia belum siap apalagi dirinya sedang acak - acakan.


Pada saat itu kau membawakan minum dan cemilan untukku, dengan handuk masih melingkar dikepala, jujur aku sudah tidak fokus Nera.


Kok bisa sehabis mandi, padahal belum bermakeup kamu bisa secantik itu Nera?


Saat kau minum, leher mu astagfirullah setiap suara tegukkannya membuat ku semakin tak fokus.


Ku menelan ludah ku sendiri, apa ini yang dinamakan nafsu?


Ku pura- pura mengambil selimut yang ada dikasur Nera. Dan ku menutupi lehernya, karena aku bingung harus seperti apa?


Aku izin keluar, untuk memasukkan barang - barang yang akan di bawa ke mobil. Walau aku tahu ada yang tertahan dalam diri, entahlah itu apa.


Tapi yang jelas aku lelaki normal.

__ADS_1


***************


next


__ADS_2