Berjanji Dan Merajut Asa

Berjanji Dan Merajut Asa
80. Melepas rasa


__ADS_3

Dua hari berlalu, suasana hening itu berubah menjadi, suasana haru biru bagi Nera. Betapa tidak, gerakan kecil dijari tangan suaminya, membuat dia sumringah. Bahwa suaminya masih hidup, gerakan kelopak matanya bergerak-gerak pelan.


Nera menghampiri suaminya , dan bersuara lirih ditelinga suaminya.


" Abang, Assalamu'alaikum. Selamat datang dan sehat sayangku. Aku Nera istrimu "


Dya mengucap kata terbata-bata,


" di-di-ma-ma-na a-a-bang, Dek?"


Dengan nada terisak, Nera menjawab ,


" Dirumah sakit , Abang!"


" mi-mi-mi-num" pinta Dya kehausan.


Nera mengambilnya, dan Nera arahkan sedotan itu kemulut Dya.


" Abang, Nera panggil dokter dulu ya?" kata Nera antusias melihat suami baru tersadar.


" Ja-ja-ngan du-du-lu, te-te-tap disi-sini!" pinta Dya.


Nera kemudian mengambil kursi untuk duduk disamping suaminya.


Nera mengambil jari-jari tangan suaminya, dan terus menciuminya.


" Alhamdulillah Abang sudah sadar, setidaknya Ade senang melihat Abang sudah tersadar".


Dya hanya menatap Nera, di sudut ujung-ujung kelopak mata Dya menetes buliran air mata.


Entah haru, atau sedih?


Dya terus memandang kekasih hatinya.


Kemudian dia membuka alat pernapasannya.


" Nera, Abang sudah sehat. Ayo kita pulang!" ajak Dya pada Nera.


Nera langsung bereaksi, menghalau tangan-tangan Dya yang ingin melepas semua alat-alat di tubuhnya.


" Apaan sih Abang? baru sadar juga dari koma, sudah ngajakin pulang, gampang pulang mah , pulihin dulu sakitnya" gumam Nera menasehati.


" Dek, abang sudah sehat, tuh?" ucap Dya lirih.


" Abang kok, kaya orang yang sembuh beneran? ish abaaang maah . Abaaaang tiduran, kalau Abang aneh end nakal, sudahlah, Nera kabur lagi " pungkas Nera pada suaminya.


" Jangan, Abang nanti sendirian disini. Peluk Abang!" Kata Dya sumringah.


Nera memeluk suaminya yang masih terlentang dikasur pasien.


" Abang, Ade kangen, sangat kangen. Jangan pergi lagi ya, Ade janji, Ade akan jadi istri soleha Abang. Maafin Ade, yang selalu membuat Abang kecewa. Ade cinta Abang " Lirih Nera ke daun telinga suaminya.


" Abang juga, maafin Abang, yang jarang bicara. Yakinlah kedepannya Abang ceritakan semuanya tentang Abang. Tapi adakalanya Abang merasa tak penting untuk bercerita hal-hal tentang Abang, tolong bantu Abang untuk sedikit meninggikan bantal kasur ini!" jawab Dya lirih.


Nera mencoba membantu Dya duduk.


" Abang, Nera cari dokter dulu" ucap Nera.


Dya memegang tangan Nera , dan menggelengkan kepalanya.


Nera kembali terduduk, disamping suaminya.


" Abang???"


" Jangan bersedih lagi, Abang sudah maafkan Ade" lirih Dya sambil memandang Nera.


" Jangan berpikiran aneh-aneh lagi tentang sayang Abang, ke Adek. Percayalah dan tanyakan pada Abang, jika hati Ade punya banyak pertanyaan tentang Abang, nanti Abang jawab dengan jujur" tambahnya lagi.


" Cemburu itu bagus, untuk sepasang suami istri. Apalagi seorang suami. Dayuts namanya jika seorang suami tidak memiliki rasa cemburu pada istrinya. Dan lelaki seperti itu, diakhirat tak akan disapa Allah, dan masuk neraka. Abang cemburu saat , Ade lebih percaya apa yang dilihat dan dipikiran Ade tentang Abang, tanpa tabayun dulu ke Abang" lirih Dya denga mata berbinar.


" Abang, maafin Ade. Selama ini mungkin Ade kena laknat malaikat, dan dibenci Allah. Nera sudah melangkah keluar rumah tanpa seizin Abang. Kini Ade, minta maaf dan ridhokan Ade lagi, agar Allah dan malaikatnya Ridho pada Ade. Karena Ridho Allah ada pada ridho suami" ucap Nera merengek pada suaminya.


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


Sebulan yang lalu, sebelum terjadinya Dya sakit. Kiai Hasan sudah menjodohkan Anto dengan anak gadis sahabatnya. Dia berasal dari Jakarta.

__ADS_1


Hari ini, Kiai Hasan, Yaser, Musa dan Anto berangkat untuk acara khitbahan Anto dengan wanita yang sudah dijodohkan .


Umi dan Maryam tidak ikut, karena harus ke rumah sakit menjenguk Dya.


Sudah tiga hari terakhir, Nera masih di rumah sakit tanpa pulang.


Nera sudah mengetahui, bahwa hari ini Anto akan mengkhitbah salah satu anak gadis dari Abahnya.


Nera sudah tidak mau dipusingkan dengan hatinya. Dia sekarang sedang fokus pada kesehatan suaminya.


Pov Anto


Hakikatnya aku belum siap untuk mencintai wanita lain.


Tapi, jika abah sudah memintaku berumah tangga, apa boleh buat.


Toh orang tua ku selalu lebih faham, apa yang anak butuhkan.


Jujur aku tak pernah tahu tujuan dan mau ku apa?


Aku pernah mencintai wanita, ternyata wanita cantik itu pilihan orangtuaku, tapi bukan untuk aku.


Tapi, jika waktu berulang.


Dan aku meminta Nera sebagai calonku, mungkin cerita hidup ini akan lain.


Salut pada Yaser, yang gerak cepat.


Bulan lalu setelah Nisa menerima surat kelulusan, Yaser mengkhitbahnya.


Sebulan lagi Yaser, mulai berangkat pendidikan militer.


Paling tahun depan , Yaser bisa menikahi Nisa.


Abah dan Umi khawatir , jika akau dilangkahi Yaser.


Aku sudah melihat wajah calonku lewat foto.


Sekarang aku berangkat apa khitbah saja atau nikah?


Ragu akan hati ini, jujur aku tak bisa menolak keputusan Abah.


Aku sudah menapaki rumah calon istriku.


Dia, berwajah cantik, paras blasteran Timur tengah.


Gadis itu masih tertunduk malu-malu di samping ayahnya.


Jujur, aku tak merasakan apa-apa. Seperti layaknya saat memandang wajah Nera yang sedang tersenyum, cemberut, merajuk , marah dan menangis.


Aku lebih terbawa wajah Nera, melihat gadis pilihan Abah , yang terlintas hanya mata Nera yang berbinar , senyum dia yang menawan, dan rajukan dia sedang marah.


Wanita itu tersenyum saat orang yang hadir menanyakan kesediannya menikah dengan ku.


Gadis itu tersenyum bahagia dan tertunduk malu-malu.


Tapi aku memandang sedih, jika dia akan benar menjadi istriku.


Aku terpaksa melupakan Nera, gadis manis dengan keluguannya.


Aku ingin berontak, saat ini aku ingin berlari menuju Nera saja.


Tapi percuma, disana dia sedang menunggu Dya yang masih koma.


Mungkin, saat ini Nera tak membutuhkan aku lagi.


Tanpa sadar aku mengatakan " iya " saat Abah bilang " akadin saja hari ini!"


Setelah, sadar dari lamunan ku.


Aku terkejut, jawaban apa yang aku telah beri?


Hari ini aku akan menikahinya.


Namanya Laras.

__ADS_1


Seluruh tubuhku menggelepar, tubuhku menolak menikahinya.


Tapi apa daya, aku terbawa lamunan panjang.


Sehingga aku memberikan persetujuan, aku siap menikahi Laras.


Pantang, sekali aku memakan omongan ku sendiri.


Hari ini, aku terikat dengan gadis blasteran Timur tengah ini, bernama Laras.


Kini Dia menjadi istriku.


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


Pov Author


Anto kini menikahi seorang gadis bernama Laras.


Anto setuju dengan perjodohan ini.


Setelah Dya sehat acara walimahan atau resepsi akan dilaksanakan.


Laras mencium tangan Anto dan Anto mencium kening Laras.


Laras malu-malu pada Anto.


Anto tersenyum simpul, wajahnya masih menggambarkan kegugupan dan ke kikukan.


Disudut sana , semua orang menyalami dan mengucapkan selamat dengan pernikahan Anto dan Laras.


" Krining... krining .... " bunyi gawai Abah berdering.


"............"


" Wa'alaikumussalam, apa? " jawab Abah


"..........."


" iya....iya...iya.. Abah langsung pulang secepatnya " kata Abah dengan nada terkejut.


Yaser menghampiri Abahnya.


" Kenapa Bah?"


" Abang mu , kritis. Kita pulang segera!" jawab Abah gugup.


Kiai Hasan menghampiri besannya, izin untuk pulang. Dengan alasan tadi.


Anto meminta izin kepada mertuanya, untuk ikut pulang dulu dengan orang tuanya ke Bandung. Sekaligus menitipkan istrinya dulu , jika situasi sudah beres. Anto akan pulang dan menjemput istrinya.


" Maaf, Abang harus pulang dulu. Insyaa Allah kalau situasi sudah membaik Abang akan langsung menemui Laras" Izin Anto pada Laras.


Laras mengangguk sambil tertunduk, mengiyakan.


Laras kemudin meminta tangan Anto untuk ia cium.


" Abang, boleh cium tangan ?" lirih istrinya itu.


Anto, gugup pertama kali ada wanita yang baru ia kenal dan langsung menjadi istrinya, meminta tangannya untuk dikecup.


Anto tanpa kata-kata langsung menyodorkan tangannya. Lalu Anto berlalu bersama keluarganya untuk kembali ke Bandung.


Bersambung


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


Hii, reader.


Insyaa Allah ini aka sampai episode 100 dan tamat.


Jangan lupa, love , vote, like dan koment.


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini .


😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2