Berjanji Dan Merajut Asa

Berjanji Dan Merajut Asa
94. Fitnah berujung talaq


__ADS_3

Sebelum kejadian warga datang kerumah Nera.


Dua hari yang lalu Laras sudah bertemu dengan RT setempat.


Laras mengadu, kalau akan ada laki-laki ke rumah Nera.


Laras mengadu bahwa Anto menselingkuhinya dan kumpul kebo dengan Nera.


Selama kepulangan Anto, Laras selalu mengikuti kemana pun Anto pergi. Tanpa Anto sadari.


Ketika menuju ke rumah orangtua Nera, Anto di foto oleh Laras dari kejauhan dengan menggunakan kamera digital.


Saat pertemuan dengan Nera pun ia terus memoto mereka berdua.


Begitupun ketika malam tiba, Anto yang berkunjung ke rumah Nera sehabis berantem dengan Dito.


Laras memoto semua langkah Anto menuju rumah Nera. Tak cukup itu, Laras pun setelah Anto masuk ke dalam rumah, disaksikan pak RT.


Awalnya pak RT berniat masuk ke dalam rumah Nera, hanya saja setelah beberapa lama ditunggu-tunggu, Anto keluar dari rumah Nera.


Laraspun kembali menjepret tubuh Anto dengan kameranya.


Laras kembali berkeluh kepada pak RT seolah-olah dia menjadi wanita yang teraniaya oleh suaminya.


Pak RT mengajak Laras untuk segera meninggalkan pekarangan rumah Nera.


Pak RT berjanji, jika Anto ke rumah Nera maka tak segan-segan dirinya akan mengerahkan warganya untuk mengusir Nera dan Anto dari wilayahnya.


Karena pada saat itu Pak RT baru mendapatkan penjelasan sepihak dari Laras.


Laras kembali ke rumahnya.


〰️〰️〰️〰️〰️


Dirumah Laras.


Abinya sudah mengetahui keretakan rumah tangga anaknya dari Kiai Hasan sahabatnya.


Abinya tidak mau memaksakan lagi jika Anto tidak menyukai Laras menjadi istri Anto.


Toh menurutnya lebih baik seperti itu, daripada dipaksakan.


Namun, sikap manja anak bungsunya itu, memang sulit ditaklukkan.


Abinya Laras sudah tidak peduli dengan apa yang di lakukan anaknya itu.


Sudah diberi nasihat masih ngeyel saja.


Laras mencoba mendekati kakak keduanya, Laras menangis dan mengadu kepada kakaknya, bahwa dirinya sudah jatuh cinta pada suaminya, hanya saja suaminya berselingkuh. Laras sudah tak tahu lagi harus seperti apa mempertahankan rumah tangganya.


Dia menceritakan seolah-olah dirinya sangat teraniaya oleh Nera. Karena dirinyalah menjadu penyebab retaknya rumah tangganya dengan Anto yang akhirnya berujung pengajuan cerai dirinya.


Padahal pengajuan cerai itu, berharap Anto bisa berubah, dan akan berusaha memperbaiki semua salahnya Anto pada dirinya namun ternyata Anto malah mengikuti kemauan dirinya dan sama ingin mengakhiri jalinan suami istri.


Mendengar penjelasan sepihak sang adik, Ali dibutakan emosi. Entah apa yang ada dalam otaknya, Ali tanpa pikir panjang mengajak Laras untuk menemui Nera.


Dia ingin memberikan pelajaran pada wanita itu.


Gayung bersambut, kamera digital itu diperlihatkan foto-foto Anto dan wanita bercadar itu. Laras kembali dengan tangisan buayanya berhasil meyakinkan kalau memang adiknya lah yang teraniaya.


Malam itu, Ali semakin tak tahan inhin segera memberi pelajaran pada Nera.


Dipikirnya dengan menggertak Nera, Nera bisa menjauhi Anto dan bisa menyuruh Anto untuk kembali pada Laras.


Memang dasarnya Nera tidak merasa menjalin asmara dengan Anto, otomatis Nera naik pitam apalagi jika dirinya harus ditampar dan dihina , dia pasti akan melawan.


〰️〰️〰️〰️〰️


Nera masih dipelukkan Umi Syifa.

__ADS_1


Anto kini mulai berbicara lantang di depan warga kalau dirinya dua hari yang lalu baru pulang. Sudah beberapa bulan ini dia plesiran ke beberapa daerah dan pulau ia kunjungi untuk memenuhi kegiatan jurnalisnya disebuah perusahaan majalah terkenal.


Anto memberikan bukti-bukti kalau bohong dirinya telah kumpul kebo dengan Nera.


Dia hanya bertamu sebentar sebagai silahturahmi saudara dan kerabat karena sudah berbulan-bulan tak bertemu dengan Nera.


Untuk masalah perceraian, tak ada sangkut pautnya dengan Nera.


Itu pyur keinginan istrinya, karena dirinya lah yang menjadi tergugat.


Tapi tak terduga ketika Anto mencoba menjelaskan, Laras mengeluarkan buku diari milik Anto dan ia berkata,


" biar buku ini yang berbicara, bagaimana mereka selingkuh. Apalagi wanita brengsek itu, padahal waktu itu masih memiliki suami !"


Anto naik pitam, Nera terkejut karena sebelumnya dia telah membaca isi diari itu,


" bagaimana bisa buku itu ada ditangan Laras, padahal terakhir kali, dia simpan di atas nakas kamar tertumpuk di buku-buku yang selalu aku baca ?" gumam Nera dalam hatinya.


" Wanita brengsek, kenapa buku itu bisa dia ambil? Padahal setelah bang Dya memberikannya, aku telah simpan dilaci lemari dan telah aku kunci. Bagaimana bisa dia mengambil buku itu dan kapan ?" gumam kesal dalam hati Anto.


Pak Rt sebagai perwakilan membaca dan setelah dia membaca. Pak RT memberikan buku diari itu ke Kiai Hasan.


Anto sudah pasrah dengan segala situasi itu.


Apalagi, sang ayah lah yang akan membaca diari miliknya itu.


Nera melepaskan pelukan Umi Syifa dengan halus.


Kini tubuhnya lemas dan tak berdaya, melihat Kiai Hasan sedang membaca diari Anto dengan seksama. Tubuhnya goyah dan Nera menjatuhkan tubuhnya dan terduduk di sofa pekarangan rumah.


Kini air matanya tak dapat ia tahan.


Selama ini, rasa takjim, takjub dan hormatnya Nera pada Kiai Hasan sangat besar.


Tak mau membuatnya kecewa, Nera selalu melakukan yang terbaik jika mertuanya sudah memberikan amanat.


Tapi sekarang apa-apa yang sudah ia lakukan selama ini, akan hancur akibat Kiai Hasan membaca buku diari milik Anto.


" Kenapa kamu menuliskannya dibuku itu?" peluh Nera dalam hati.


Kiai Hasan menutup buku yang dibacanya.


Dia memandang pak RT, " bawa saja ke balai desa!"


Nera dan Anto terbelalak terkejut, dengan keputusan Kiai Hasan.


Umi Syifa masih sibuk menghubungi seseorang dengan hape yang ditempelkan ditelinganya.


Selang beberapa lama.


Yaser dan keluarga Nera datang dan menerobos kerumunan warga.


Pak Edo menghampiri pak RT, kebetulan pak RT adalah salah satu kawannya dipasar.


" Do, naha aya kadieu? ( Do, kenapa ada kesini ?) " tanya Pak RT pada Pak Edo sambil bersalaman.


" Ieu budak, cenah pajar di tuduh kumpul kebo. Padahal sapopoe og dibaturan ku adina, tuluy kadang mah mondok di imah urang . ( Ini anak saya, katanya di sangka kumpul kebo. Padahal sehari-hari ditemenin adiknya. Terus kadang suja nginep di rumah saya )." Jelas Pak Edo pada Pak RT yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.


" Ooh kitu! Tapi ieu aya nu ngalaporken nana, aya bukti-bukti perselingkuhan nana. Cik geura baca ku didinya ! ( Ooh begitu! Tapi ini ada yang melaporkannya, ada bukti-bukti perselingkuhannya. Coba lihat sama kamu !)." Jawab Pak RT.


" Heueuuh, apal! Nu jadi poin utamana mah anak urang henteu kumpul kebo. Sakitu!" Jelas Pak Edo meyakinkan.


" Loba lah nu salingkuh, tapi teu dipika wiwirang kieu, mun heueuh katingali ngalakuken zina, kakara pek anak urang sebut kumpul kebo, pek di bawa ka Balai Desa. ( Banyak yang selingkuh, tapu enggak di permalukan kayak gini! kalau terlihat melakukan zina, baru saya rido anak saya disebut kumpul kebo, dan silakan bawa ke Balai Desa !" ungkap Pak Edo lagi.


" Dalam hukum islam, menuduh wanita baik-baik berzina, tanpa di ikuti saksi lebih dari 3-4 orang maka persaksiannya ditolak. Dan itu dosa besar. Saya sampaikan Bang Anto memang suka sama Teh Nera, tapi itu dulu! Saya pastikan, Abang saya tidak melakukan kumpul kebo, karena Bang Anto baru saja pulang plesiran, dan kembali untuk mengikuti acara pernikahan saya. Saya harapkan semua warga yang sudah kumpul disini, silakan kembali ke rumahnya masing-masing. Perihal masalah keluarga ini, biarlah urusan kami dan keluarga menyelesaikannya, tak usah ke balai desa, toh tak ada perzinahan atau kumpul kebo yang dilontarkan istrinya Bang Anto. Saya berharap partisipasinya. Terima kasih!" ucap Yaser lantang.


Warga yang ada didepan rumah Nera bersorak kepada Ali dan Laras.


Warga pun bubar kecuali Pak RT dan kedua keluarga serta Ali dan Laras masuk ke rumah Nera.

__ADS_1


Untuk menyelesaikan permasalahan ini.


Semua kumpul ditengah rumah Nera.


Membicarakan masalah ini agar cepat berakhir dan tercerahkan.


Pak RT memimpin islah antara Ali dan Laras dengan Anto dan Nera.


Pak RT meminta penjelasan terlebih dahulu dari Nera.


" Apa yang harus saya jelaskan ? Dari awal saya bilang, saya tidak kumpul kebo dengan Bang Anto. Lebih bagusnya Pak RT nanya sama Laras, kenapa kelakuannya begitu gila, pada saya? Saya pun tidak akan menyalahkan Abangnya karena dia hanya mendapatkan cerita sepihak dari Laras saja. Tapi saya bilang Abangnya bodoh, karena sebagai laki-laki harusnya cari informasi jangan setengah-setengah, terus main tampar muka orang. Itu tololnya tingkat akut." Ujar Nera masih kesal.


Ali menunduk mendengar penjelasan Nera.


Kini Pak RT meminta penjelasan Laras.


Seperti biasa untuk mencari perhatian yang lainnya.


Laras memulainya dengan cucuran air mata,


" wanita mana yang tak sakit hati, satu tahun di nikahi tapi suaminya tak pernah menyentuh tubuh istrinya?" jelasnya terisak.


" Sedang aku sudah memilihnya menjadi istri yang baik, taat, dan selalu memamantaskan diri dihadapannya. Tapi, dia sedikit pun tak pernah menerima aku menjadi istrinya" tambah Laras lagi.


" Ditambah, Umi Syifa yang selalu menyayangi dan mengutamakan Nera. Saya sesak tinggal disana. Saya pun ingin seperti Nera selalu di kecup dan dipeluk setiap pagi, dan masak bareng dengan Umi Syifa. Saya seperti istri dan menantu yang tak diharapkan dirumah itu. Wajar jika saya marah dan kecewa. Aku mencoba menggeledah lemari dan ruangan suami, saya mencari tahu sendiri alasan suami saya seperti itu padaku kenapa? saya akui dia hangat, baik dan tak pernah memukul saya, tapi saya ingin disentuh oleh suami saya. Akhirnya saya menemukan buku diari itu. Saya buka dan baca, saya menemukan suami saya mencintai kakak iparnya sendiri, disana dia tulis dia menciumnya padahal dia sadar wanita yang ia cium adalah kakak iparnya sendiri.


Jiwa saya berontak dan marah, salahkah saya jika saya membenci wanita munafik itu? Saya pun tambah terluka ketika Umi lebih sayang pada Nera. Wajah malaikat penuh kemunafikkan, tapi busuk di belakang !" kata Laras penuh kebencian pada Nera.


Nera hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Laras.


" Umi, sedikitpun tak berniat membedakan kamu dan Nera. Nera memang senang memasak dan selalu lebih dulu ada di dapur. Wajar jika kami sering bersama di dapur. Kalau toh kamu mau bergabung, bergabunglah. Tapi kamu cenderung menonton televisi, joging diluar, dan Umi tak mau menggganggu kamu. Cobalah belajar dewasa, berpikir dan selalu berprasangka baik, Laras!" Nasihat Umi Syifa.


" Kamu hanya terbawa cemburu sesaat" ujar Umi Syifa lagi.


" Saya, akan ceraikan kamu Laras. Ini kata talak saya ke kamu, dengan keadaan sadar, dan tanpa emosi sedikitpun. Aku ingin membebaskan kamu dan carilah laki-laki lain yang bisa membuatmu bahagia. Maaf kan aku jika selama ini membuatmu tersiksa, terluka, dan merasa tak diharapkan " Ucap Anto memotong percakapan Laras dengan Umi Syifa.


Laras menghampiri Anto dan berlutut di kaki Anto.


" Abang, jangan ceraikan Laras. Laras mohon !" kata Laras yang kini mengaitkan tangannya di kaki kiri Anto memohon dan sambil terisak.


" Bukannya kamu, yang telah mengajukan ke persidangan pun. Besok aku akan menalak kamu lagi. Dan diperaidangan nanti talaq tiga akan aku ucapkan !" jelas Anto.


Laras masih terisak di kaki kiri Anto.


" Abang, Laras hanya menggertak Abang. Laras berharap Abang mencegah Laras, Abang Laras masih mau bersabar menunggu Abang untuk mencintai Laras!" Rintih Laras dalam tangisan berharap Anto iba padanya.


Ali menghampiri Laras yang terus bersimpuh dikaki Anto. Dan melerai Laras.


" Sudah lah , Laras !" ucap Ali memegang bahu Laras. Namun Laras menolaknya.


" Kau tidak iba pada adikku, yang mengemis cinta padamu?" kata Ali jengkel pada Anto.


Anto terdiam saja. Tak ada kata yang keluar.


Anto tahu benar watak istrinya seperti apa.


Anto duduk sedangkan Laras masih memegang kaki Anto.


〰️〰️〰️〰️〰️〰️


Para reader yang budiman, mohon do'anya saya masih sakit. Gantian sama bocil.


Mengetik ini pun sambil pusing dan demam.


Mengetik sedikit-sedikit.


Terimakasih atas kesabaran menunggu kelanjutan novel ini.


Jangan lupa , klik love, like, koment dan vote selalu memberikan komenant positif.

__ADS_1


Terima kasih untuk semua nya.


__ADS_2