
Pov Nera.
Rumah ini begitu besar, bagiku yang sendirian.
Inikah rasanya jadi janda?
Tak ada rasa, kesepian yang melanda, kangen yang tak bertepi, namun tak jua bersua.
Aku merasakan kesepian yang sangat.
Aku terlempar dalam kesedihan tanpa kawan yang intim.
Dya, sekali lagi aku meratap.
Seandainya kamu ada dan masih hidup.
Mungkin kesepian ini tak akan melanda.
Gejolak tubuh ingin di belay dan disayangpun semakin menjadi.
Wanita normalku , mengujiku untuk berharap dibelay dan di cumbu.
Dan aku merasakannya dengan sangat bagaimana rasanya menggebu.
Dirumah ini, aku terkapar sendirian.
Kekosongan hati, yang semakin menganga.
Tak ada tempat mengaduh peluh , tak ada untuk bersandar beban.
Aku ingin dicintai, Ya Allah.
Apakah janda, seperti ku tak ada arti?
Pov Author
Lamunan Nera dimalam hari terganggu dengan suara telpon dari seseorang.
" Alaikumussalaam"
"........"
" Tapi besok , aku masih kuliah"
"........."
" Saya usahakan akan kesana"
"........."
" Wa' alaikumussalam"
Setelah menutup sambungan dari telepon tadi, Nera mencoba menelpo Nisa.
" Assalamu'alaikum, Nis. Besok nginep dirumah Teteh, ada kamar tiga lho. Isi saja sama kamu ya. Nanti aku izin ke ibu dan ke bapak "
"..........."
" Besok , Teteh jemput kamu ya"
Nera menutup lagi telpon nya.
Kembali ada pesan masuk .
Anto
Bagaimana , berani sendiri? hehehe
Abang mau minta maaf, atas kesalahan Abang selama ini.
Abang tahu, Abang banyak melakukan keleliruan.
Mungkin , karena Abang belum bisa melupakan mu sampai detik ini.
Nera membalas pesan Anto.
Abang, lupakan Nera cintailah istri Abang.
Jika kita berjodoh, dan memang harus berjodoh. Walau terbentang jarak, terhalang lautan, gunung dan samudra, kita pasti dipertemukan dengan hati yang lapang.
Tapi untuk saat ini, hati Nera ingin menyepi dari hiruk pikuk percintaan. Selain dari mencintai Bang Dya dan segenap kenangannya.
__ADS_1
〰️〰️〰️〰️〰️〰️
" Abang, sekarang mau nya apa dari Laras?"
Laras melingkar kan tangannya ke pinggang Anto yang sedang berdiri, menyisir rambut di depan cermin .
Anto membiarkan Laras bergelayut di tubuhnya.
" Abang, emang gak pernah terangsang gitu, melihat Laras selalu memakai baju seksi?" keluhnya lagi.
" Laras, ada yang Abang ingin sampaikan!"
kata Anto mengalihkan pembicaraan.
" Statsiun televisi dan media cetak berlomba-lomba untuk program touring dan parawisata"
"Abang sebagai jurnalis dan penikmat alam, termotivasi untuk membuat dokumentasi touring nusantara, mungkin Abang akan pulang ke rumah 2 bulan sekali " imbuh Anto.
" Kok lama? Ajak Laras juga dong! itung-itung honeymoon . Yaa Bang?" kata Laras merajuk.
Anto menggelengkan kepalanya.
Karena dia khwatir, tipikal Laras yang manja dan cenderung senang dengan hal-hal instan. Dan tak mau ribet. Terlihat dari keseharian di rumah pu, Laras jarang sekali ke dapur dan membantu Umi.
Laras, cenderung senang membaca buku novel. Menghabiskan pulsa teleponnya dengan bertelepon dengan sahabat-sahabatnya.
Anto sedikit syok dengan karakter yang dimiliki Laras.
Tak di pungkiri, anak bungsu dari seorang pemilik pesantren itu, membuatnya memjadi anak paling di manja dikeluarga.
Segala sesuatu harus serba praktis, nyaman, dan keinginannya harus di penuhi.
Wajar, wataknya yang selebor dan sering mengeluarkan emosi pada bukan tempatnya.
Karena memang hidupnya selalu dilayani dan mudah.
Laras, bermuka masam melihat gelengan kepala Anto.
Nera kembali mengacu emosinya lagi.
" Sebenarnya aku tuh istri, apa gimana sih Bang?"
" Kenapa Abang, selalu bikin Laras kecewa dan kecewa. Apa sih kurangnya Laras? Kalau Abang mau Laras akan berdandan cantik, biar Abang enggak malu bawa Laras kemana saja"
" Bukan seperti itu, tapi jalur yang dilalui itu sulit. Khawatirnya kamu enggak sanggup. Dan Abang enggak mungkin membiarkan kamu dalam kesulitan. Ayolah!" jawab Anto berharap istrinya mengerti.
Laras menangis, dia terus merajuk.
Anto akhirnya menyerah dan membolehkan Laras untuk ikut.
〰️〰️〰️〰️
" Teteh, Nisa nanti kan, nikah sama Yaser. Yaser itu baik banget, tapiiii..." kata Nisa berguling di kasur dikamar Nera.
" Memangnya kenapa? " pungkas Nera sambil memainkan hape, dab kemudian dia simpan sembarang.
" Nisa. Ragu!" seloroh Nisa sambil memegang bantal guling.
" Menikah itu bukan sekedar ragu. Tapi buanglah keraguan itu. Karena hakikat menikah itu adalah justru awal mengenal, pacaran sesungguhnya, pasangan kita kelak adalah cerminan diri . Rumah tangga itu belajar seumur hidup. Yang tak akan pernah kita jumpai disekolah manapun. Gurunya adalah kita sendiri , muridnya kita sendiri. Ujiannya pasangan kita sendiri. Hasil ujiannya kita yang rasain dengan pasangan kita sendiri. Bertahun-tahun, berpuluh-puluh tahun, dan sampai ajal menjemput masing-masing."
" Merajut rumah tangga itu, manisnya hanya bulanan, selebihnya adalah perjuangan seumur kita bertahan." Nasehat Nera pada Nisa.
" Ragu dalam kebaikan itu, adalah godaan setan. Karena setan akan selalu membisikkan hal-hal yang membuat diri ragu dan akhirnya was-was. Berbaik sangkalah, karena Allah tidak akan salah menetapkan jodoh kita. Allah tidak akan keliru memberikan rezki pada setiap hambanya. Pun kesenangan dan kesedihan. Allah tak akan pernah keliru. Yakinlah, kita tak bisa menolak kelahiran dan kematian seorang manusia, melainkan Allah sudah menaqdirkan diri kita menjadi wasilah untuk seseorang itu terlahir kedunia ini, apapun caranya dan dengan siapapun. Allah akan gerakan hati kita untuk mendekatkan dengan jodohnya masing-masing. Walau terhalang lautan, gunung, benua dan samudra. Allah akan pertemukan di waktu, tempat dan orang yang telah Allah tentukan untuk kita. Percayalah Nisa, di jagad raya ini tak ada yang namanya kebetulan, sang pencipta sudah merancangnya dengan sedemikian rupa. Kita hamba, hanya dimintai untuk menjalani saja." Tambah Nera kini sambil memeluk adiknya dan meyakinkan agar adiknya tidak ragu lagi dalam melangkah.
〰️〰️〰️〰️
Pov Nera.
Aku tak mau kamu seperti aku, menyesali atas hal-hal yang membuatku ragu.
Ya, meragukan cinta suamiku yang begitu setia. Setia dalam mencintai dan membimbingku, setia dalam mengahadapi tingkah lakuku.
Aku tak mau adikku mengalami hal bodoh akibat keragu-raguan yang diri ini rasakan.
Cinta itu tak harus menunggu pandangan pertama, atau harus berpacaran bertahun-tahun.
Cinta itu sebetulnya sederhana, tak pernah pasti datangnya.
Jika ada yang terpuruk cintanya, bukan salah Tuhan memberikan, tapi diri kita yang tak pernah mau merubah diri menjadi lebih baik. Karena hakikatnya wanita baik akan di pasangkan dengan laki-laki yang baik pula. Dan wanita buruk akan dipasangkan dengan laki-laki yang buruk pula perangainya.
Jika memang kita harus berpisah, mungkin kita yang belum baik dan pasangan kita yang baik, sehingga Tuhan menyatukan orang yang baik dari sisi dengan yang lain. Dan menyuruh kita berintropeksi, kesalahan dan keburukan apa sehingga kita bisa berpisah dengan pasangan yang sudah bertahun-tahun membersamai kita?
__ADS_1
Sekarang aku faham, bukan Bang Dya yang buruk atau jahat. Justru aku yang jahat, aku yang buruk perangainya terhadap suami.
Sehingga aku ditegur dengan kehilangan Bang Dya. Allah menyuruhku untuk intropeksi dengan banyak dan banyak lagi.
Sesak dada ini, jika mengenang keburukan perangaiku terhadap dirimu, sayang.
Aku ingin mengulang waktu.
Aku hanya ingin mengulang waktu bersama dengan dirimu.
Suami terbaik dan termanisku.
Dya.
〰️〰️〰️〰️
Pov Author.
Nera, tadi ada yang datang kerumah.
Ada empat orang.
Sms dari ibu Siwi pada Nera.
Nera membalas sms tersebut.
Siapa bu?
Laki-laki atau perempuan?
Bu Siwi membalas.
Laki-laki dua orang, yang satu sudah tua yang satu masih muda. Seumuran dya.
Perempuan dua, sama-sama sudah tua.
Seumuran bapakmu.
Nera membalas lagi.
Kenapa, emang ada apa dengan kedatangan mereka?
Ibu Siwi membalas.
Kami membicarakan kamu.
Nera membalas.
Saya. Bu?
Ada apa ya?
Ibu membalas.
Besok kamu kesini saja.
Lusa mereka akan kesini lagi.
Nera membalas.
Ibu siapa ih?
Kok Nera jadi takut!
Ibu membalas.
Dirumah Ibu saja.
Kita harus ngobrol dengan serius.
bersambung.
〰️〰️〰️〰️〰️〰️
Maaf readers saya lagi sibuuuuuk banget , maaf ya.
Jangan lupa love, like, koment dan vote.
Jujur saya lagu gak mood , alnya saya jarang masuk vote hahaha.
But, jazakumullah khairan katsiran.
__ADS_1
Insyaa Allah jam sembilan dilanjut lagi.