Berjanji Dan Merajut Asa

Berjanji Dan Merajut Asa
96. Astuti minta dicomblangin.


__ADS_3

Mata Nera membulat, melihat balasan pesan Rudi kenapa bisa seromantis itu?


Padahal tadi malam dia sedang ngantuk berat dan sambil memikitkan Dya. Alias kangen berat sama Dya.


Tapi, anehnya tangannya Nera begitu refleks, memainkan keypad hapenya tanpa sadar.


Nera menjambak rambutnya sendiri.


Saat ini, Nera berada dikampusnya.


Hemmmh sekarang Nera mau ngajuin judul skripsinya.


Semenjak awal masuk kampus, Nera mengajukan semester pendek. Dan Hasil akademisi Nera memang tak bisa dipungkiri. Dia begitu cekatan, apalagi semenjak menjadi salah satu karyawan travel di perusahaan Rudi yang hampir dalam setahun Nera sering umrah dengan kolega dan para jama'ah umrah yang mendaftar di prusahaan travelnya.


Otomatis pembendaharaan bahasanya semakin lancar dan fasih, apalagi bahasa Arab fusha yang terkenal dengan bahasa yang santun. Karena jangan salah bahasa Arab pun ada dialog kasar atau slengeannya, nah bahasa Arab fusha lah bahasa yang disebut bahasa Arab santunnya. Maa syaa Allah.


Nera semakin menjadi idola dengan gaya hijabnya.


Dikalangan santri banyak yang mengidolakan Nera.


Cantik, ramah, dan keibuannya Nera.


Kini Nera dengan fashion hijab bercadar menjadi primadona dikalangan santri dan kawan-kawannya.


Nera menjadi salah satu mahasiswa yang paling dibanggakan oleh dosen pembimbingnya.


" Nera. Kenapa kamu enggak mau sih jadi kakak ipar aku?" Ucap Astuti.


" Oh, iya. Aku lupa. Dito lagi calon istri" jawabnya mengalihkan pertanyaan Astuti.


" Iih, jahat! Emang Dito, nyari yang kaya gimana?" tanya Astuti.


" Bukannya kamu fans beratnya dia juga. Selain suka ke Bang Anto, kamu pun mengidolakan Dito, kan? Ngaku!" Goda Nera sambil cekikikan.


" Dulu! Sekarang juga masih. Apalagi tambah adem dengan janggut di dagunya. Aww" jawab Astuti sambil membayangkan Dito.


" Hem kenapa dia dulu banyak pacarnya, ya? padahal kalau nembak aku juga, aku gak akan nolak. Tapi dia itu deketnya sama kamu! Pulang sekolah nungguin kamu, sering ke kelas, kalau latihan taekwondo kamu sering di kasih makanan. Kan aku cemburu!" gumam Astuti.


" Tapi lebih romantis Anto. Ngasih gantungan kunci, surat, ngobrol di sawah berdua, ngebahas masa depan. Aaaaaah so sweet. Pada saat itu aku iri ke kamu Nera. Kenapa kamu di sukai lelaki se cool Bang Anto siih? Dan lagi-lagi aku patah hati. Dito kayaknya klepek-klepek sama kamu." celoteh Astuti lagi.


Nera tertawa cekikikan mendengar celotehan Astuti yang sudah tidak terkontrol.


" Mau enggak? entar aku comblangin!" kata Nera serius.


" Ogah ya, kalau mesti aku duluan." jawab Astuti cepat.

__ADS_1


" Kamu tuh cantik banget hayoh, As. Tapi aneh kamu itu kenapa, pengen ta'aruf? Kan kemarin sempet pacaran, siapa tahu cocok" telisik Nera.


" Alex, tak seperti apa yang aku sangkakan. Dia mapan, berpendidikan. Tapi tujuan berumah tangganya hanya terfokus dunia dan dunia.


Aku pernah mengatakan tujuan rumah tangga kita itu seperti apa? Dia idealis. Bagus sih idealis, tapi dia seperti yang kaya ngejar dunia semata. Dan aku seperti tak akan mampu jadi istrinya."


" Aku melihat kamu dan Bang Dya, seperti Bang Dya tak pernah banyak menuntut. Kamu bebas berkuliah, mengejar cita-cita kamu. Tapi dia tidak lupa mengingatkan kamu pada jalan Tuhan. Kamu yang kaya enggak punya beban ketika menikah dengan Bang Dya. Terakhir setelah dia pingsan persis dipintu kelas ini. Dia memohon aku, untuk bilang dimana alamat kamu tinggal waktu itu. Dia tak pantang menyerah, aku salut sama Bang Dya. Setelah melihat ketulusan dan cinta bang Dya ke kamu. Aku kaya yang dipukul kepalanya gitu, wooy sadar. Dia lelaki baik dan sangat menyayangi kamu Ner, aku iri. Ada laki-laki sebaik dan penyabar seperti Bang Dya.


Kadang aku suka mohon ke Allah, sisain lelaki seperti bang Dya, satu saja. Asli aku iri, dengan cintanya dan rasa percaya yang begitu besar ke kamu Nera!" Lirih Astuti.


Nera merasa tercabik hatinya, jika mengenang Dya. Air matanya terurai di pipinya. Dia mengusapnya.


" Aamiin. Semoga do'amu di kabul sama Allah. Pasti akan ada manusia seperti itu lagi. Persiapkan dan perpantas diri kita. Karena pasangam kita adalah cerminan diri kita sendiri." jawab Nera sedikit terisak.


" Apa kau masih menerima Anto?" pertanyaan Astuti penasaran .


" Entahlah. Aku meragukan dia. Dan tak bersit untuk kembali apalagi dia suami wanita lain. Itu pertanyaan bodoh, As !" jawab Nera.


" Tapi dari ucapanmu, kamu masih berharap dan harapan itu masih ada." bantah Astuti.


" Aku lelah, aku ingin sendiri dulu. Aku tak mau jadi duri dalam rumah tangga Bang Anto."


" Baiklah, tadi kamu mau nyomblangin aku kan? sekarang aku ingin kamu comblangin dengan Bang Rudi, kalau bang Rudi nolak, terus Bang Anto sudah ketuk palu. Aku mau kamu comblangin aku sama Bang Anto." Pinta Astuti merajuk.


" Apa? gak mau? atau nyerah? Aaaaah sudahlah jangan nantang! hahaha. Kedua orang itu dekat dengan kamu. Pasti bisalah, salah satu dari mereka untuk ta'arufan dengan aku, syukur-syukur bisa nikah ." goda Astuti dengan nada meledek.


" Mau dengan Dito, dulu. Ya ?" pinta Nera manja.


" Enggak, Dito sudah aku pastikan dia akan nolak aku. Karena aku bukan tipenya." jawab Astuti menolak.


" Ooh. Emmh akan aku coba!" jawab Nera kikuk tak yakin.


" Pilih salah satu oleh kamu, siapa tahu kamu minat diantara dua orang ini. Aku yakin kalau Dito, kamu sudah menganggapnya teman." jelas Astuti, yang hafal betul kriteria yang diharapkan Nera.


Dosen dinyatakan tak akan datang. Karena hari ini hanya satu mata kuliah, dosen enggak ada. Akhirnya Nera dan Astuti pulang.


〰️〰️〰️〰️〰️


Di rumah.


Bismillah


Bang Rudi, maaf sms tadi malam itu salah ketik. Karena akibat hal itu saya jadi malu.


Karena pas balas, saya dalam keadaan mengantuk. Mohon maaf. Jangan salah faham.

__ADS_1


Tulis Nera yang akan dia kirim ke Rudi.


Nera khawatir jika dibiarkan, Rudi bisa-bisa salah faham.


Nera mengirimkan pesan itu.


〰️〰️〰️


Rudi di kantor.


Rudi membuka gawainya, wajahnya sudah sumringah terlebih dahulu.


karena di kotak pesan itu tertulis pesan dari Nera.


Namun setelah membaca isi sms nya, Rudi kecewa. Padahal dia sudah mengatakan U2.


Setidaknya Nera sudah faham, kalau dirinya mencintai Nera.


Rudi menggaruk kepalanya yang gatal, dan melonggarkan dasinya.


Dia duduk dan terus mengambil minum.


Rudi menelan salivanya.


" Bagaimana nanti kalau berjumpa dengan dia? Sikap apa yang harus dia beri?"


Rudi semakin tak bisa duduk dengan tenang.


Rudi pulang cepat.


Dia tak bisa melakukam apa-apa semenjak Nera membalas pesannya.


Rudi gelisah, bingung.


Dalam hidupnya jatuh cinta hanya satu kali di ucapkan, ke calon istrinya yang sama-sama saling cinta.


Sedang dirinya sudah mengatakan cinta pada Nera. Hanya saja balasan pesan tadi bikin menyayat hati.


Bersambunh.


〰️〰️〰️


Jangan lupa vote, like, love dan koment.


Terim Kasih.

__ADS_1


__ADS_2