Berjanji Dan Merajut Asa

Berjanji Dan Merajut Asa
66. Curhat dengan adik ipar


__ADS_3

Diperjalan pulang Yaser dan Nera.


" Teh, besok Bang Anto pulang?" kata Yaser meleburkan keheningan di dalam mobil.


"Iyah, Teteh juga sudah menghitung hari. Besok Bang Anto pulang. Rumah jadi rame lagi, enggak sepi kaya kemaren-kemaren" jawab Nera suka hati.


" Teh, bagaimana hubungan Teteh sama Bang Dya?" tanya Yaser menelisik.


Tenggorokkan Nera tercekat, terkejut. Bocah itu menanyakan hal-hal yang lebih ke privasi.


" Haaaah, tahu apa kau bocah tentang masalah orang dewasa ? Aku pun benci dengan hal-hal ini, aku pun bimbang, ditambah aku ingin meracau, tentang kesepianku . Bagaimana tak kesepian , pasangan pengantin baru harus berjauhan dengan pasangan yang belum saling kenal. Hemm?" gerutu hatinya bingung apa yang harus Nera jawab pada bocah itu.


" Alhamdulillah baik , kenapa emang?" jawab Nera datar.


" Seberapa besar cinta Teteh ke Bang Dya dan Bang Anto?" celetuk Yaser sambil menyetir.


" Woow, Yaser pertanyaan itu enggak pantas kamu utarakan ke Teteh. Itu ranah privasi, dan sejak kapan Teteh cinta ke Bang Anto?" jawab Nera bohong.


" Diiih. Teteh kemesraan Teteh setiap latihan di taekwondo dulu bikin baper orang yang lihat. Hubungan kalian itu sudah diketahui banyak orang. Teteh sama Bang Anto saja yang pada merhatikan sekeliling. Padahal di sekeliling kita, sudah tahu kalau Bang Anto dan Teteh itu goal couple. Apalagi pas makan rame-rame ,tiba-tiba Teteh pergi duluan sendiri dan dikejar Bang Anto. Dikira Teteh mereka anak bayi apa, enggak paham kalian lagi fallin in love satu sama lain" jelas Yaser sangat menohok ke relung jiwa Nera.


" Ta-tapi itu semua tak seperti apa yang kalian bayangkan?" jawab Nera terbata.

__ADS_1


" Kalian? siapa Teh? orang juga lihat kali teh, gestur tubuh Bang Anto ketika ketemu sama Teteh wajahnya sumringah. Lagian Bang Anto itu cerewet, apalagi ke Teh Maryam. Beliyau teman curhatnya Bang Anto yaaa Bang Dya juga sih. Cuman yang sering mengekspresikan hati yaa Bang Anto sih. Bang Dya suka cerita ke Yaser juga, Teteh sesekali ke kamar Bang Anto dong, emang selama ini belum ke kamar Bang Anto ya Teh?" kata Yaser meracau.


" Ya , ngapain ke kamar Anto. Kan enggak boleh kalau enggak di izinin sama yang punya nya? Teteh mah enggak peduli tentang masa lalu, Teteh mah fokus ke masa depan. Sudah taqdir Teteh berjodoh dengan Bang Dya, Teteh tak pernah berharap untuk melangkah mundur ke belakang. Jujur Bang Anto cinta pertama Teteh, tapi cinta hakiki Teteh Allah , RasulNya, dan Bang Dya. Untuk Bang Anto Teteh sudah melepasnya jauh-jauh. Teteh akan anggap dia kenangan terindah yang pernah mengisi masa lajang Teteh" jelas Nera menegaskan.


" Hemmh, sesekali Teteh ke kamar Bang Anto deh. Aneh nya ya , Bang Dya walau kita semua kakak adek, cuman Bang Dya yang enggak pernah nyelenong ke kamar saudara-saudaranya. Bang Dya itu belum pernah masuk kamar aku, kamar Bang Anto, Idam ,dan kamar Abah dan Umi. Dia bilang, khawatir ada aurat kalian atau kalian enggak ridho jika saya melihatnya. Kelebihan Bang Dya tipikal misterius suka pemberi kejutan. Kaya yang enggak peduli tapi perhatiannya gedde buat keluarga. Intinya Beliyau baik , hanya saja beliyau introvert orangnya. Sampai Umi dan Abah , enggak pernah tahu kalau Bang Dya itu punya usaha maju di Maroko, kerenkan? Yang enggak kerennya kita semua tahunya dari teman-teman Abang. Pada saat abang tak sadarkan diri selama satu minggu di rumah sakit di Maroko, efek kelelahan dan maag akut " ocehan Yaser sudah tidak peduli baik atau buruk akibatnya dia ingin menceritakan kisah kakak-kakaknya ke pada Nera.


Nera , hanya melongo pada saat Yaser bercerita tentang saudara-saudaranya.


Nera selama ini menilai Yaser pendiam, tapi ternyata oh ternyata, ini laki-laki open speach juga.


" Abang Dya, kok bisa enggak sadarkan diri sampai seminggu sih?" Nera bertanya penasaran.


" Bang Dya dan Bang Anto punya lemah jantung, itu bawaan sih. Turunan dari keluarga Umi. Jadi kalau kecapean dan lupa waktu istirahat, baik Bang Dya atau Bang Anto kolaps. Satu-satu biar sehat ya istirahat dengan cukup, tapi Bang Dya kalau sudah baca dan mengkaji buku, dia suka lupa waktu dan makan. Umi dan Abah menyangka Bang Dya enggak akan nikah. Ketemu perempuan itu cuek, persis ke tembok, datar gitu?" Seloroh Yaser.


" Bang Dya dan Bang Anto tipikal orang-orang setia, kalau sudah satu orang. Ya sudah enggak ke yang lain. Ketemu perempuan lain saja Bang Dya menganggap seperti sosok itu tak ada. Tapi aneh sama Teh Nera dua orang ini tidak berkutik sama sekali. Kaya sudah ketemu konciannya gitu. Hehehe persis Yaser " celoteh Yaser.


" Persis kamu?! haaah gak nyambung kamu Yaser, maksudnya apa? Teteh itu curiga sedari awal, kamu itu naksir Nisa ya, ayo ngaku !" Gertak Nera , karena Nera sudah malas mendengar ocehan Yaser, walau ya memang sangat penting sekali informasi itu. Tapi baginya tak ada yang lebih penting, selain mempertahakan keluarga kecilnya.


" Apa sih, kok jadi Yaser yang harus jawab? kalau naksir , enggak boleh ya? Ya sudah Teteh jodohin aku sama Nisa, boleh ya? sekalian mau khitbah tahun depan saja !" kata Yaser serius.


" Dasar bocah, jadi judulnya kamu ngelamar adik Teteh nih? Nisa tahuen enggak? menyelam sambil minum air ya kamu!" ledek Nera menggoda Yaser.

__ADS_1


" Emang mau dikasih apa , nanti adik nya Teteh, kamu kan belum kerja?" ledek Nera lagi.


" Eits, Yaser punya peternakan sapi walau sapinya baru tiga, terus ada kambing 20 ekor, lumayan kalau musim haji banyak yang beli, Yaser juga sediain tempat jagal dan penggilingan daging juga lho Teh, jangan salah?" jawab Yaser percaya diri.


" Aslinya? kok Teteh enggak tahu, kalian pelit banget cerita sama Teteh sih, Bang Dya pun sama , enggak pernah cerita apapun tentang dirinya sendiri ke Teteh, apalagi nyeritain tentang kalian semua ke Teteh, Bang Dya itu pelit cerita. Teteh kadang ngerasa enggak di anggap" tutur Nera bermuka masam.


" Teh, makanya kalau lagi bersama itu tanya! Laki-laki enggak akan ngomong ini itu kalau enggak ditanya duluan, masa mau tiba-tiba ngomong ini itu kepada seseorang? mungkin enggak penting juga kali Teh, kalau ngebahas diri sendiri, lebih baik ditanya lelaki mah, pantang menyombongkan diri, laki-laki gentle itu lebih senang membuktikan daripada cuap-cuap saja".


" Mungkin kah, Bang Dya juga tipikal seperti kamu, yang enggak mau ekspose diri , walau ke istrinya juga?" tanya Nera pada Yaser.


" Boro-boro ke Teteh, ke Umi saja keep silince. Bang Dia nilai mumtaz saja lempeng-lempeng wae, dia punya toko kitab di Maroko tampilannya selalu sederhana wae, gaya-gaya mahasiswa biasa saja, padahal jiwa enterpreneurnya ceee' ileh, bisa ngalahin para bisnisman, cuman gaya senyap dia yang di segani koleganya "


Nera semakin terpukau dengan suaminya, pemaparan Yaser tentang membuat kepercayaan dirinya terhada Dya semakin memuncah kembali, tapi tetap Neda akan putuskan bertanya tentang hari dimana Dya menjenguk seseorang di Jakarta.


Mobil melaju menuju kediaman Kiai Hasan.


bersambung


🚘🚘🚘🚘🚘🚘🚘🚘


jazakumullah khairan kasiran.

__ADS_1


jangan lupa vote, like, koment dan pointnya ya..😍😍😍


__ADS_2