
Kiai Hasan beserta istri dan anak-anaknya
bersiap diri menuju rumah yang akan dipinang salah satu anak bujangnya.
Mereka menaiki mobil , di dalam mobil mereka bercengkerama dan bercanda serat menggoda anak bujang yang akan melamar anak gadis orang.
Kiai Hasan sudah menjodohkan salah satu bujangnya, dan untungnya anaknya sudah lama dengan perempuan yang ia ingin jodohkan dengan anaknya tersebut.
Bak gayung bersambut, Kiai Hasan tidak mau menunggu lama lagi. Toh pihak wanita sudah setuju dan anaknya pun suka.
Akhirnya Kiai Hasan dan keluarga sepakat melamar gadis itu. Rencana Kiai Hasan kalau langsung dinikahkan pun mungkin lebih baik, tapi sudahlah tergantung pihak keluarga perempuan saja.
Sampai lah keluarga besar kiai Hasan dirumah perempuan yang sang anak akan lamar.
"Assalamualaikum, pak Edo" teriak Kiai Hasan
"Wa'alaikumussalaam, masuk, silakan. mari.. mari.. " sambut pak Edo bahagia.
" Silakan duduk. Silakan !" Pak Edo mempersilakan duduk para tamu yang ada.
" Bu, panggil Nera bu! " teriak Pak Edo ke bu Siwi yang berada di dapur menyiapkan sedang hidangan untuk tamu yang datang.
Mengetuk kamar Nera,
" Nera, buka neng..! "
__ADS_1
Nera membuka pintu kamarnya.
Ibunya memeluk Nera,
" Ibu harus bagaimana, biar kamu tak sesedih ini? ibu enggak tega kalau kamu seperti ini. cing percaya atuh teteh, da si bapak teh enggak akan bikin kamu menderita. Sudah atuh nangisnya, dari dua bulan setelah dikasih tahu, kamu mah malah diaam saja. Kalau enggak mau, yah tolak, bukan diam saja. Kalau diam saja ,kamu berarti setuju. Makanya bapakmu teh mengiyakan ke kiai Hasan. Yu turun! jangan bikin malu bapak dan ibu . Sok mumpung aya waktu keneh ,mau bilang mau, tidak bilang tidak. Jangan bikin bingung kita " nasehat ibu Siwi ke Nera.
Nera masih mengusap air matanya yang mengalir.
Nera tak berani menolak perjodohan yang dilakukan oleh bapaknya dengan anak kiai Hasan.
Nera ,tak pernah bisa menolak jika bapaknya memberikan nasehat dan petuah. Karena ridho Allah ada pada ridho orangtua. Murka Allah ada pada murka orang tua.
Nera sadar kenapa bapaknya, menjodohkan dia dengan anak kiai Hasan?
Karena kiai Hasan sendiri yang meminta Nera untuk dijadikan menantunya.
Karena Pak Edo punya beban dihatinya, rasa bersalah yang membuat anaknya dilangkahi sang adik walaupun masih darah dagingnya.
Dia pun sering, mendengar obrolan receh orang-orang dikampungnya, tentang Nera yang tak laku pada laki-laki.
Tentang Nera yang dilangkahi adiknya karena Lesti hamil duluan.
Tentang pamali anak pertama perempuan yang dilangkahi adik perempuanya itu ,tak akan pernah laku-laku pada lelaki manapun.
Pak Edo sujud syukur, dia tak perlu repot - repot lagi memilih dan mencarikan calon yang terbaik buat Nera lagi.
__ADS_1
Dia kenal dengan anak Kiai Hasan ini, faham agama, berkarismatik, santun dan sekolah diluar negri.
Alasan apa yang harus dia berikan kepada kiai Hasan untuk menolak lamaran anaknya kepada Nera?
Keluarga terpandang, dari keluarga pemuka agama yang tersohor ,anak-anaknua berpendidikan, masalah rupa wajah, jangan diragukan ,wajah putih timur tengah ,hidung mancung, mata belo, serta bulu halis yang lebat. Di calon yang melamar nya ,apa kecacatannya?
Bukankah dalam agamapun ,memerintahkan untuk memilih calon istri atau suami sesuai 4 kriteria ,
wajahnya ( ganteng atau cantik)
jelas dari keturunan keluarga baik-baik
Hartanya
agamanya.
Dan yang paling utama adalah agamanya.
Dan pak Edo tak berpikir cinta.
Biarlah itu semua, toh menurut nya dengan seringnya bertemu dengan suaminya kelak, cinta itu akan timbul dengam sendirinya.
__ADS_1
********
Next