Berjanji Dan Merajut Asa

Berjanji Dan Merajut Asa
70. Jangan marah lagi


__ADS_3

Undangan dari kejurnas taekwondo, tersimpan di meja ruang tamu.


Dengan nama Nera dan Anto.


Mereka dimintai menjadi juri untuk ke kejuaraan Nasional yang akan di adakan bulan depan.


Yaser, mengambil undangan itu dan menyimpannya.


Nanti jika kakak-kakaknya sudah pulang daru tempat kuliah, undangan tersebut akan Yaser berikan.


Suara sms milik handphone Yaser,


Akang , ishhh


Nyarter Nisa jadi istri kok dari sekarang sih?


Nisa pengen punya pacar dulu, akang hiks


Itu sms Nisa pada Yaser.


Yaser , tertawa terbahak dan berguling di sofa.


Yaser tak menyangka ibunya gerak cepat.


Yaser membalas sms Nisa.


Nanti pacaran nya habis nikah sama Akang, sekarang temanan saja dulu.


Pas keluar surat kelulusan, Akang mau datang ke rumah Nisa sama keluarga.


Nisa membalas lagi,


Emang yakin diterima?


Mas kawin ke aku mah mahal bayarnya.


Aku mah enggak bisa masak enak.


Aku mah anak malas.


Aku mah mooddian orangnya.


Emang kamu bakalan suka sama aku ?


Yaser membalas sms nya,


Nisa, emang aku cari pembantu?


kalau malas kan bisa diubah jadi rajin.


Masak mah bisa latihan, haha berapa sih mas kawinnya?


Nisa membalas,


Aku mah kalau tidur ileran, aku suka kentut sembarangan, kalau tidur rambutku acak-acakan. Emang kamu mau punya istri sejelek aku?. Oh iya, pulsa aku habis jadi ini sms terakhir ya.


Yaser membalas,


Wkwkwkw, kode pengen di isiin pulsa.

__ADS_1


Enggak apa-apa , berarti normal kalau kamu manusia, kebayang kalau enggak kentut, enggak ileran, mahluk apa kamu, Nis? Ya sudah, tunggu Abang saja datang ke rumah sama umi dan abah, untuk saat ini, Akang enggak ke sekolah dulu, jangan kangen ya.


***************************************


flash back


Sebelumnya , Umi Syifa dan Nera pergi ke rumah pak Edo dan bu Siwi.


Umi Syifa mendatangi rumah orang tua Nera, untuk meminta Nisa sebagai calon istri Yaser.


Karena Yaser memang berniat nikah muda.


Cuman keinginan menjadi AKABRI akan begitu kuat, karena selama pendidikan tidak boleh terikat pernikahan. Jadi untuk menikah ada jeda satu tahun , Nisa telah lulus SMA dan Yaser bisa lulus masa pendidikan selama satu tahun.


Karena kalau sudah masa pendidikan satu tahun di Akabri, boleh menikah dengan syarat-syarat tertentu.


Maka dari itu, Yaser berinisiatif melamar Nisa terlebih dahulu, satu tahun kemudian menikah.


Walau dalam islam, seharusnya dari proses khitbah ke jenjang pernikahan tidak boleh di lama-lamakan, khawatir satu sama lain bisa melakukan khalwat ( berdua-duan ) dan ikhtilat ( bercampur baur antara laki-laki dan perempuan yang bukan makhram ).


Yaser, tidak mau jatuh cinta pertama kalinya inu, membawa mereka kepada tahapan pacaran yang di murkai Allah.


Maka, Yaser secepat kilat memutuskan untuk melamar Nisa. Tanpa Yaser mengatakan cinta terlebih dahulu pada Nisa.


Yaser, khawatir dirinya terjebak cinta yang salah, pun bercermin dari kakak-kakaknya yang terdahulu, dan yang paling utama Yaser tidak mau membuat orangtuanya kecewa, dan membuat keluarga malu.


Yang paling utama selain takut pada Allah, Yaser menjaga nama baik abahnya sebagai pemuka agama dan pemilik sebuah pesantren.


Pak Edo dan bu Siwi menerima perjodohan ini kembali, karenaa mereka tahu di zaman ini untuk mengetahui asal usul seseorang calon suami itu harus hati-hati. Maka ketika Umi Syifa dan Nera datang , bu Siwi dan Pak Edo begitu membuka tangan dengan lebar untuk Yaser.


******************************


Dirumah Kiai Hasan.


Nera menyapa lagi,


" Eh Abang, tumben malam pulangnya, bentar ya Nera panasin dulu makan malamnya " ujar Nera sembari berlalu menuju dapur.


Anto, tersenyum manis sambil melepas sepatunya.


" Bi Minah kemana teh?" ucapnya ke dapur mengambil minum. Dan duduk di meja makan.


" Bi Minah pulang dulu, suaminya lagi sakit" ucap Nera sambil menyiapkan makan di meja makan buat Anto.


" Duh Teh, biar saya saja sendiri yang menyiapkan, jadi enggak enak hati saya sama Teteh" kata Anto lirih.


Nera tersenyum simpul ke arah Anto.


" Yaser, akan segera mengkhitbah Nisa, setelah menerima kelulusan nanti"ujar Nera duduk di bangku rada jauh dari Anto.


Anto terkejut mendengar pembicaraan Nera.


" Berani juga dia, baguslah gerak cepat " ucap Anto sembari menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


" Kalau, Yaser diterima di Akabri, kemungkinan pernikahannya akan ditunda sampai Nisa lulus dan Anto masa pelatihan pendidikan satu tahun. Jadi mereka tidak akan melakukan yang enggak-enggak karena berjauhan" ujar Nera.


" Dulu juga kita tidak melakukan hal gila kan? Cuman aku yang bodoh tak melakukan hal yang serupa saat itu , hal yang dilakukan Yaser sekarang" ujar Anto menyeringai memandang Nera sambil menyuapkan makanannya dengan mimik yang penuh kekesalan.


" Kenapa jadi membahas kita, kan sudah terjadi, dan kita sudah merelakannya? bukan kah hal ini tak akan di bicarakan lagi?" ujar Nera perlahan menenangkan Anto.

__ADS_1


" Kau pikir, aku tak rapuh melihat kamu , apalagi saat tertidur dikamarku?, maksudnya apa , kau masuk ke kamarku dan sampai sekarang buku diari ku kau ambil dan tak kau kembalikan? Kau merindukan ku bukan? Aku semakin bodoh jika terus di dekat kamu. Kau tahu aku menyesal, aku menyesal tak sejauh yang Yaser lakukan haru ini. Dan kau tahu jika kau perhatian seperti ini terus, aku tak mau memiliki istri lain, yang ku mau kamu. Bukankah aku sekarang terlihat bodoh, Nera?


Dan kamu berhasil, masih menggenggam hati aku ditangan kamu!" ujar Anto melempar sendok kelantai.


" Abang, tahu?" Nera terkejut.


" Abang menikahlah dengan perempuan yang lebih baik dari Nera. Abang jangan menyiksa diri mencintai Nera yang sudah bersuami. Nera melakukan ini, perhatian kecil ini, hanya untuk membalas semua kebaikan Abang ke Nera. Itu saja " ucapnya sambil berlinang air mata.


" Aku akan menikah, dan aku akan berusaha melupakanmu. Tapi aku tak mungkin mampu seakrab ini lagi denganmu, jika aku telah menikah nanti, aku harus mencurahkan semua cinta aku pada istriku, dan memperhatikannya. Aku akan mengikuti saranmu, dan ku katakan kepadamu, setelah aku ijab kabul dengan calon istriku nanti, maaf jika aku akan berubah kepadamu, aku akan menjauh-sejauh-jauhnya" ucap Anto sambil berlalu meninggalkan dapur.


Umi Syifa mendengar di balik dinding dapur tentang percakapan Nera dan Anto.


Umi Syifa bersedih, dan lirih tangisnya terdengar Nera.


Nera mencari suara itu, dan dibalik dinding itu Nera temukan Umi yang sudah pingsan terkulai dilantai.


" Umiiiiiiii, toloooooong !" teriak Nera.


Yaser, Anto, Idam, dan Anto berhamburan menuju dapur.


Anto memangku ibunya dan membawanya ke kamar dibantu Yaser.


Dan Umi ditidurkan di kasur kamarnya.


" Teh, Kenapa Umi?" tanya Yaser menelisik.


" Entahlah, Umi pingsan di balik pintu dapur" jawab Nera cemas.


" Bang, bawa ke Rumah Sakit saja dulu. Aku khawatir jantung Umi kambuh lagi "


Akhirnya mereka memutuskan memmbawa Umi ke rumah sakit.


bersambung.


🍱🍱🍱🍱🍱🍱🍱🍱🍱🍱


Hiii reader,


terima kasih sudah setia membaca novel saya.


Insyaa Allah novel saya sebentar lagi finish.


Banyak yang nanya," Dya beneran nikah enggak sih sama Sarah?".


Kemudian ada yang koment " kok muter-muter sih ceritanya?" .


Reader, saya kasih tahu ya.


Didalam sebuah novel itu , pasti ada inti cerita yang bikin orang itu penasaran. Nah kalau sudah di ceritakan, inti dari cerita tersebut, maka si cerita itu tidak akan menarik lagi di baca.


Tidak semua, cerita novel harus sesuai ke inginan pembaca.


Terkadang, sipenulis hanya ingin sekedar menyampaikan satu pristiwa hidup atau kata-kata mutiara . Walau kata-kata tersebut akhirnya menjadi sebuah cerita yang panjang.


Dan satu lagi, biarlah cerita ini hanya author yang tahu. hihihi.


Dan para reader yang berspekulasi, tapi jangan memyuruh author membuat cerita baru. Sesuai ke inginan para reader.


Ok jangan lupa , like, vote, koment or give me point or koin.

__ADS_1


jazakumullah khairan katsiran.


love u all reader


__ADS_2