Berjanji Dan Merajut Asa

Berjanji Dan Merajut Asa
65. Sms orang yang dicurigai


__ADS_3

Kini Yaser sedang bercengkrama dengan ibunya.


" Umi, Yaser mau bilang, ikhtiar Umi akan sia-sia, toh Bang Anto belum bisa melupakan teh Nera . Umi, Teh Maryam lebih faham dengan keadaan Bang Anto, saat di Mesir Abang, memang kambuh asmanya, cuman bukan karena cuaca dingin, tapi Abang mencari kesibukan untuk melupakan Teh Nera dan melepasnya dengan Bang Dya. Bang Anto drop karena kecapean dan lebih mendekati depresi. Sehingga dari pihak rumah sakit, Bang Anto disuruh istirahat total, makanya Bang Musa menyuruh Bang Anto pulang saja, dan kuliah di sini. Bang Musa khawatir kalau Bang Anto ,nanti kena serangan jantung.


Maaf, kita bukan tidak mau jujur pada Umi dan Abah, tapi kita takut Bang Dya sakit, kan Bang Dya enggak boleh cape juga, apalagi Bang Dya punya riwayat gagal jantung, Yaser khawatir jika Umi dan Abah tahu kondisi Bang Anto, Umi akan syok. Kalau menurut Yaser, Umi urungkan dulu untuk menjodohkan Bang anto dengan wanita yang bukan sekaliber Teh Nera " ulas Yaser pada Uminya.


" Bang Anto selalu dengar, nasehat Bang Musa. Ketika Bang Musa bilang urus semua kegiatan di Mesir, Bang Anto taat banget, Mi. Tapi Bang Anto masih enggak enak sama Abah dan Umi, kalau kuliahnya tidak selesai. Bang Musa sekarang yang suka mengkritisi Bang Anto. Supaya hidupnya bisa move on , gitu lho mi?" terang Anto pada ibunya.


Umi Syifa semakin merasa bersalah pada Anto.


Memang dari kecil, semua anak Kiai Hasan tak pernah bilang tidak, mereka semua anak manis dan taat pada orang tua.


Makanya, sekalinya anak-anak menentukan pilihan calon pendamping hidupnya, maka Umi Syifa akan mensegerakan pernikahan buat mereka. Andai waktu bisa di ulanf, Umi Syifa ingin kembali menjadikan Anto dan Nera berjodoh, tapi apalah daya , Umi bukan penentu taqdir.


Mungkin ini cara Allah untuk menjodohkan Dya dan Nera.


🍿🍿🍿🍿🍿🍿🍿🍿


Nera mengirim sms ke Dya.


Abang, suami ku


Maafkan kesalahan fahamanku padamu.


Semoga kau sudi dan ridho memaafkanku


karena Allah tak akan ridho pada seorang istri yang tak diridhoi oleh suaminya.


Nera mencoba mengirim pesan,


setengah jam berlalu namun masih belum ada balasan.


Nera mencoba menghubungi lewat telepon,


" Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif"


Begitulah setiap Nera menghubungi suaminya.


Nera mencoba mengirim sms pada Sarah.


Maaf ,bu Sarah ternyata saya tidak salah sambung , karena pak Rudi memberikan nomer ini.


Apakah anda kenal dengan Rudi pemilik Travel haji dan Umrah ******* ?


Tak selang berapa lama, Sarah membalasnya

__ADS_1


Iya. Ada yang bisa saya bantu? sebenarnya siapa Anda?


Nera kembali membalas,


Saya sedang mencari informasi tentang travel itu. Soalnya khawatir penipuan karena saya memiliki rencana akan umrah bareng keluarga. Saya tahu tentang travel ini dari Pak Dya, kenalkah anda?


Sarah kembali membalas,


Insyaa Allah kami amanah bu. Iya Pak Dya adalah manager cabang travel di Bandung, Kebetulan kami lagi membuat cabang di Maroko, Pak Dya dan saya masih ada urusan di Maroko. Ibu bisa menghubungi nomor telepon kantor +62 22 87** nanti akan terhubung dengan karyawan kami yang di Bandung. Ouh jika ibu dari Jakarta bisa hubungi Pak Rudi. Terimakasih.


Nera melongo membaca balasan sms Sarah yang menyatakan mereka masih ada urusan di Maroko. " Kenapa cuman mereka? kenapa tidak Rudi saja yang ke Maroko bareng Dya?


Bukan kah lelaki itu gak perlu bawa-bawa makhram kalau pergi-pergian jauh? " gumam hatinya kesal.


Besok Nera akan ke kantor cabang di Bandung dan bertemu dengan Rudi.


Nera sudah menyiapkan beberapa pertanyaan untuk Rudi.


🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞


Pagi-pagi Nera sudah rapi dan cantik.


Semua keluarga kumpul di meja makan untuk sarapan.


" Mau kemana dihari libur begini Nera?" tanya Kiai Hasan.


" Jangan mengundang syahwat laki-laki sewajarnya, farpum jangan terlalu banyak dipakainya, hapus lipstiknya. Kalau bisa diantar sama Yaser atau siapa gitu, biar tidak terjadi fitnah? Ya walau Yaser juga bukan makhram , tapi urgent daripada enggak ada yang nganter dari pihak keluarga. Jangan biasakan berangkat sendirian kalau mau pergi-pergian usahakan ada makhramnya. Yang kedua, jaga diri apalagi sudah punya suami, entar jadi kebiasaan!" tegas Kiai Hasan mengingatkan Nera.


Nera tertunduk tanpa bicara, meja yang biasanya riuh candaan , semenjak abah menasehati Nera , situasi menjadi hening.


Setelah beres makan Nera ke kamar dulu untuk menghapus lipstik dan eyelinernya.


Mengganti baju yang tadi harum dengan semprotan farpum.


Nera tampil dengan wajah Natural dengan taburan bedak yang tipis dan pelembab bibir, tanpa farpum.


Nera meminta Yaser untuk mengantarnya, seperti yang diminta abah.


Mereka berangkat dan berpamitan minta izin pada Umi dan abah .


🏒🏒🏒🏒🏒


Sampai di kantor.


Nera dan Yaser disambut Rudi dengan hangat.

__ADS_1


" Mau dibuatkan minum apa nih, teh , kopi , sirup atau jus?" kata Rudi menawarkan.


" Apa saja , saya mah Bang , enggak tahu kalau Yaser mah?" jawab Nera .


" Sama " jawab Yaser.


Rudi, meminta asisten u membuatkan minuman untuk tamunya.


" Nah, ini Teh , ruangan yang akan di tempati oleh Dya jika sepulang nanti dari Maroko. Bagaimana?" jelas Rudi memaparkan.


Rudi mengajak room tour di kantor, biar Nera bisa memberikan informasi pada Dya.


Waktu yang ditunggu dari room tour itu adalah, Nera ingin menanyakan siapa Sarah? Siapa yang dijenguk oleh suami dan mertuanya ke Jakarta?


" Abang, maaf , kenalkah dengan yang namanya Sarah ?" Nera mulai mengintrogasi Rudi.


" Iya, dia sepupu saya , kenapa?" jawab Rudi.


" Kata Umi , Sarah akan joint bisnis dengan Dya di bidang travel, katanya kantor yang di Bandung ini milik Sarah?" tanya Nera lagi.


" Kalau boleh jujur-jujuran, travel ini milik tiga pemegang modal, salah satunya Dya. Cuman Dya didaulat jadi direktur enggak mau, Karena masih sibuk, jadi mau menjabat manager saja. Pemegang modal ke dua saya dan pemodal ke tiga adalah Sarah" jelas Rudi lagi pada Nera.


" Saya fokus di travel pusat yang di Jakarta, sedang di Bandung hanya cabang saja, rencana kita mau kembangkan sayap lagi, baru rencana, mudah-mudahan Dya cepat selesai masa pendidikannya" jelas Rudi.


Nera ingin menanyakan tentang hotel dan siapa yang dijenguk Dya dan abah? tapi tidak enak dengan Yaser. Takut salah paham , nanti dipikir Yaser , Nera tidak percaya pada suami dan mertuanya.


Maka Nera memutuskan mengurungkan pertanyaan itu walau Nera masih penasaran.


" Bagaimana Teh Nera dengan kantornya?"


Tanya Rudi lagi.


" Maa syaa Allah bagus, iya kan Yaser?" jawab Nera , meminta jawaban tambahan Yaser untuk mengiyakan.


" Bagus, modern dan nyaman " jawab Yaser sambil tersenyum simpul.


" Ok, baiklah abang, kami pulang dulu, terima kasih atas waktu luangnya, maaf sudah mengganggu waktunya" ramah Nera meminta izin untuk pulang.


bersambung


🚘🚘🚘🚘🚘🚘


Ayo like nya dong, komennya yang banyak biar semangat.


Terima kasih ya reader..

__ADS_1


Semoga sabar dalam mengikuti alurnya..


__ADS_2