
" Astagfirullah Anto, kamu tuh kenapa nak? kok kamu kaya kesetanan begini, istighfar nak, istighfar, inget Nera itu istri abang mu! "
kata Umi Syifa menenangkan Anto yang sedang marah.
" Dya, bawa Nera ke kamar cepat! " kata abah teriak.
Anto yang mulai kalap, dia meracau kembali
" Dya, seharusnya kamu bisa menjaga istrimu untuk tidak tersentuh lelaki lain. Apa kau pernah bertanya siapa laki-laki yang ada dihatinya? hahahaha tak mungkin kau sebodoh itu. Perlu kamu tahu, tadi kami telah berciuman, mesra dan cukup lama, kami saling menikmati nya, bukan begitu Nera? "
Nera yang terduduk mulai bangkit ,dan berbalik menuju Anto ,dengan wajah penuh emosi. Nera tak percaya Anto sanggup mengatakan itu semua di depan suami dan mertuanya.
Entah apa yang dilakukan Anto? apa dia sedang tersadar apa dia sedang tertekan?
Anto,
sebodoh itu kah kamu menghancurkan aku?
Kau memperlakukan aku seperti ini.
Kau mencintaiku tapi kau mengapa kau malah menyakitiku seperti ini.
plak....
Nera menampar Anto dengan rasa benci,
" brengsek.. " teriak Nera pada Anto dengan penuh amarah.
Dya menghampiri Nera, dan kemudian memegang pundak Nera, dan membalikkan tubuh Nera ke arahnya. Kemudian Nera bersitatap wajah dengan wajah Dya.
Tanpa tedeng aling-aling Dya pun menampar wajah Nera di depan semuanya.
" Wanita tak tahu diri, aku pikir kamu wanita polos . Kau lebih-lebih ****** dari wanita-wanita ******* yang berkeliaran diluar sana"
kata Dya berapi-api kepada Nera.
Nera menatap nanar pada suaminya, sembari masih memegang pipi kanannya yang perih ditampar suaminya.
Nera lalu, terduduk dan memegangi kaki suaminya, memohon maaf,
__ADS_1
" Abang, abang maaf, Nera mohon maaf, Nera khilaf abang " kata Nera meratap pada suaminya.
Anto, lansung memegang pundak Nera ,
" Mana yang sakit? "
" Bang Dya, Nera mohon maaf! " Nera meratap pada suaminya dan mengabaikan pertanyaan Anto.
Anto semakin naik pitam melihat Nera ditampar oleh Dya.
Dya sudah mengepalkan tangannya.
Kiayi Hasan sudah ancang-ancang untuk memisahkan Dya dan Anto.
" Dya, bawa Nera, cepat. Selesaikan secara dewasa antara kamu dan Nera " kata kiayi Hasan pada Dya.
Sedang Umi Syifa, mencoba menenangkan Anto.
" Istighfar Anto, sayang umi, sabar! "
Anto semakin terbakar emosinya ketika, Dya membawa Nera dengan kasar.
" Hey, Dya jika kau kasar padanya kau berhadapan dengan ku. Jika memang kau tak menyukainya, ceraikan saja. Biar Nera aku nikahi " celetuk Anto sambil teriak.
Umi Syifa kaget mendengar teriakan Anto pada Dya.
" Anto, Istighfar! " kesal kiayi Hasan.
Dya semakin terbakar emosi juga saat Anto meneriaki nya. Dya melepaskan genggamannya pada Nera dan berjalan berbalik pada Anto dengan penuh emosi.
Dya mengepalkan gengamannya, sambil berlari dan tiba-tiba menonjok wajah Anto.
Kiayi Hasan dan umi Syifa terkejut.
Wajah Anto berdarah, Dya terus menonjokkan tangannya ke arah Dya dengan brutal.
Saat wajahnya berdarah-darah, Anto bukannya berhenti meracau, malah meledek Dya yang sedang kalap,
" Cuman segini pukulanmu, ceraikan saja Nera. Berikan padaku! "
__ADS_1
Mendengar ocehan Anto, emosi Dya semakin menjadi Dya mau menonjok lagi, tapu keburu Kiayi Hasan meleraikannya.
Nera dan Umi Syifa syok melihat Dya dan Anto berkelahi.
" Nera aku ceraikan kau hari ini, syah kau bukan istri ku lagi! "
Teriak Dya dengan penuh emosi kepada Nera.
Nera semakin syok mendengar apa yang Dya ucapkan padanya.
Nera bercucuran air mata, dab menghampiri Dya memohon untuk tidaj menceraikan dirinya.
Dya tak mau peduli dengan ratapan Nera, Dya pergi begitu saja. Dya mengemasi barang-barangnya dan dia bergegas pergi.
" Bang Dya mau kemana? bang Dya maafkan, maafkan Nera abang "
Dya pergi tanpa menghiraukan Nera yang merintih memohon.
Mobil Dya bergegas pergi.
" Bang Dya jangan pergi! "
teriak Nera dengan putus asa.
*********************************
" Bang Dya,,, bang Dya... jangan pergi "
igau Nera.
" Dek... ade.. kenapa de, kamu demam de, minum dulu, ini minum dulu ?!" kata Dya sambil memeluk Nera.
" Bang Dya.. kamu jangan pergi " Kata Nera memeluk suaminya.
" Kamu mimpi dek, kamu demam, iya abang enggak pergi kok! " jelas Dya menenangkan Nera.
🌷🌷🌷🌷🌷
bersambung..
__ADS_1