
"Lo harus percaya ke gue, nggak ada sama sekali hubungan itu, cerita lama dan gue nggak pernah hubungi dia lagi, udah tahunan!"
Ajeng mengerutkan keningnya, dia menggaruk tengkuknya yang tak gatal, bingung apa yang sedang suaminya bahas, padahal dia mau bertanya es mana yang Arya beli tadi.
"Mas-"
"Gue janji baik sama lo, nggak ada yang namanya selingkuh, Dear... itu masa lalu, gue nggak pernah ada hubungan sama bu Leli!"
Bu Leli? Ajeng mengerutkan keningnya semakin dalam, dalam ingatannya tak ada biduan yang bernama bu Leli, itu berarti ada kasus yang belum dia ketahui.
Ya walaupun dia merasa tak penting lagi, dia percaya pada suaminya yang telah menanam benih, operasi itu benar adanya, apapun hubungan Arya di luar sana sudah tak mau dia bahas, tapi bila suaminya mau membahas, dia dengan senang hati mendengarkannya, membalas dan memberi pengertian satu sama. lain.
"Mas, iya aku bakal dengerin masalah kamu yang mau curhat itu, cuman masalahnya sekarang itu mana es yang aku mau, kamu ke sini kok bawa tangan kosong, esnya kamu jatuhin di mana?"
__ADS_1
Es, astaga Arya langsung beranjak turun dan berlarian ke luar, esnya terlepas begitu saja, yang dia beli penuh cinta hancur hanya karena kisah lama bersama bu Leli, tahu begitu dia tak akan mau membeli es di sini, akan dia putar ke sisi lainnya, tanpa perlu takut apa yang nanti dia jelaskan.
Jadi, setelah sekian lama dari semua kenakalam Arya, di sini bu Leli berperan penting di sana, pengalaman pertama dan menjadi tempat di mana Arya mengasa kemampuan gelapnya.
Ajeng merinding mendengarkan curhatan Arya, dia tak menyangka kalau suaminya pernah punya kisah kelam, bukan hanya kesenangan saja yang dia dapatkan, bahkan bisa dibilang Ajeng sampai mau menangis.
"Berhubungan intim itu ada yang mengerikan dan bikin trauma, Dear. Bu Leli memang bikin gue ngerti banyak hal, dari dia juga aku kenal sama hal larangan sampe gue masuk penjara," jelas Arya.
"Emangnya mengerikan seperti apa?"
Hubungan yang diasa terlalu ekstrim, Arya memberikan gambaran di mana dulu dia pernah mencoba bersama bu Leli lewat jalan belakang dan dia memuaskan dua wanita, termasuk bu Leli.
Jantung Ajeng seakan dihimpit, dia sedang hamil, mendengarkan dongeng seperti ini dijamin bisa membuat anaknya lonjak-lonjak.
__ADS_1
Ajeng pegangi perutnya, ini hasil benih dari ular berkepala dua, membayangkan Arya bersama dua wanita saja membuat Ajeng terheran, darimana dipuaskan sedangkan ularnya punya kepala satu.
"Dear, gue udah nggak ke sana lagi, please percaya ke gue, trust me!" Arya peluk tubuh Ajeng. "Gue nggak pernah bohong atau niat nyakitin lo, kalau ada yang bohong gue jamin-"
Ajeng bekap mulut suaminya, tangan itu tak mau turun sebelum Arya berhenti bergumam.
"Mas, coba aku mau tanya, kamu kemarin itu operasi copot KB atau sekalian buang kepala ularmu?"
Ngeeek!
"Kepala ular apaan, Dear?"
Ajeng jangkau wajah Arya, dia masih penasaran.
__ADS_1
"Mas jujur aja, kepala ularmu, si burung kocok itu ada berapa sebelum nikah sama aku?" Ah, burung kocok disebut baru Arya paham.
Apa ada burung kepala dua? Arya berpikir keras.