CEO Jutek Itu Suamiku

CEO Jutek Itu Suamiku
Bab 1


__ADS_3

*Brugghh.


"Kalo jalan itu pake mata, dan gak usah nabrak saya!" ucap laki-laki yang menabrakku itu. Aku yang tidak terima dengan ucapannya itu langsung angkat bicara.


"Mohon maaf ya om. Ada juga om, yang gak lihat-lihat kalo jalan. Makanya om, itu kacamata item nya dilepas aja, kaya orang buta aja sih." jawabku pada laki-laki itu.


"Apa kau bilang?" tanya nya dengan nada tinggi.


"Ituuu.... kacamata itemnya lepas aja om, kaya orang buta aja tau gak! puasss?" teriakku padanya.


"Kamu dengar ya baik-baik, kalau kamu tidak meminta maaf sama saya sekarang juga, kamu akan menyesali akibatnya!" ancam nya.


"Emang, om pikir saya takut?" tanya balikku yang membuat dia tersenyum sinis.


"Oh oke, akan saya buat perhitungan ucapanmu itu dan kamu harus ingat, urusan kita belum selesai!" jawab laki-laki itu langsung pergi meninggalkanku. "Dasar om-om gila!" teriakku padanya.


Astagfirullah jam berapa ini? aku kesiangan gara-gara om-om rese itu. Aku pun langsung melanjutkan perjalanan menuju sebuah perusahaan Fang grup. Sampai aku disana aku langsung menemui manajernya.


"Permisi mba, apa diperusahaan ini ada lowongan kerja?" tanyaku pada manajer itu.


"Tunggu sebentar ya, saya tanya dulu sama atasan saya," jawabnya. Dia langsung menelpon atasannya.


Telpon

__ADS_1


[Hallo pak, ada yang mau melamar kerja, apa masih ada lowongan?] tanya manajer itu.


[Suruh saja dia masuk keruangan saya] jawab orang disebrang telpon itu dan dimatikan olehnya. Setelah itu, manajer itu langsung memberitahuku.


"Mba masuk saja keruangan nya pak jifan ya, ruangannya ada di lantai paling atas," ujar Mba Nesya (Manajer itu).


"Baik mba, terimakasih." ucapku langsung pergi.


🌼Prov author


Lisa langsung pergi ke lantai atas, setelah dia sampai disana, alangkah terkejutnya dia melihat lukisan-lukisan cantik yang terpajang rapih disamping dinding-dinding ruangan itu. Setelah melihat lukisan-lukisan itu Lisa langsung mengetuk pintu.


Tokk...


Tokk...


Tokk...


'Astagfirullah, kenapa bisa dia? kenapa harus bertemu dia lagi, apes banget gw hari ini' batin Lisa menggerutu.


"Kau?" tanya nya kaget dengan sorot mata yang tajam.


"Eh ketemu lagi sama om buta," kata Lisa keceplosan.

__ADS_1


"Keluar!" usirnya kasar, tanpa menjawab ucapan Lisa. "Tapi om.... saya cuma mau melamar kerja disini," ucapnya tanpa rasa bersalah. Tanpa menjawab ucapan Lisa, Jifan langsung menarik tangan Lisa keluar ruangan nya.


"Awww sakit, bisa gak sih jangan kasar kalo sama perempuan itu" protes Lisa.


"Gak peduli! intinya sekarang keluar dari ruangan saya!" ucapnya tegas.


"Gak mau. Saya kesini kan cuma buat cari kerja, kenapa om yang ribet?" sahut Lisa dengan nada tinggi.


"Ok. Kalo kamu emang mau kerja disini, saya bakal ngasih kerjaan buat kamu" ucap Jifan dingin sambil memikirkan suatu hal.


"Beneran om? kerja apa? jadi sekertaris? pegawai biasa? apa om mau jadikan saya bos?" tanya Lisa dengan senyuman manisnya.


"Kamu harus jadi istri saya!" jawabnya yang membuat Lisa jadi menciut, bukan menciut karna takut ya, melainkan karna syok dan kaget.


'Mana mungkin orang ini tiba-tiba mau gw jadi istrinya" batin Lisa.


"Kenapa kamu diam? dan kamu dengar baik-baik ya, saya bakal nikahin kamu itu bukan dasar karna cinta!" ucapnya jifan tegas.


"Om...!! om pikir pernikahan itu hal untuk main-main? om dengar ya baik-baik, saya itu masih kelas 3 SMA, saya itu masih mau sekolah, mau bantuin ibu kerja dan satu lagi saya gak mau nikah saya om!" teriak Lisa dihadapan jifan.


"Soal kamu sekolah, kerja dan lain-lain itu saya gak akan melarang kamu. dan saya bilang ya sama kamu, saya itu masih muda, saya masih kuliah S2 jadi STOP panggil saya dengan sebutan OM!!" ucap jifan tegas.


Next?

__ADS_1


__ADS_2