
"Tapi dia yang rese bundaaaa.... kenapa bunda malah marah sama Lisa?" protesku.
"Bunda gak marah sama kamu Lisa, bunda cuma ngasih tau." jawab bu Saskia sambil mengusap lembut kepala ke Lisa.
"Hmm bunda, besok Lisa nikah sama orang itu, berarti Lisa bakalan ninggalin bunda dong." ucapku merengek pada bunda.
"Gapapa sayang, kamu harus nurut sama nak jifan. Kelihatannya dia gak akan jahat sama kamu, kalo kamu baik dan nurut sama dia." Jelas bunda.
"Ya baiklah bun, aku akan nurut sama dia." jawabku terpaksa.
"Semoga kamu bahagia ya Lisa, maafin bunda gak bisa lindungin kamu dari semua ini. Maafin bunda dari dulu belum bisa bahagiain kamu sepenuhnya." ucap bunda seraya memeluk dan mencium keningku.
"Gapapa bunda, Lisa juga sayang sama bunda. Lisa janji, nanti setelah Lisa menikah dengan om-om rese itu, Lisa bakal lebih rajin sekolahnya biar bisa dapat beasiswa." Jawabku.
🌼Pov author.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, Lisa dan Bu Saskia sekarang sedang merapihkan rumahnya. Sekalian Lisa juga menyiapkan semua barang-barang yang akan dia bawa besok pagi.
****
Setelah selesai membereskan semua barang-barangnya Lisa dan Bu Saskia makan malam bersama. Karena sekarang jam sudah menunjukkan pukul 19.15. Selesai makan malam, Lisa langsung beranjak kekamarnya.
'Aduh gimana ini? aku takut om-om rese itu bakalan balas dendam.' gerutu batin Lisa.
Akhirnya Lisa memutuskan untuk tidur lebih dulu. Karna mungkin, besok adalah hari yang paling melelahkan untuknya.
🌻Pagi harinya🌻
"Lisa, bangung sayang...." teriak Bu Saskia seraya menepuk-nepuk pundak Lisa, agar cepat bangun.
"Bunda, Lisa gak mau nikah sama dia." sahut Lisa tanpa menoleh kearah bundanya.
"Lisa kamu mau masuk penjara?" tanya Bu Saskia yang membuat Lisa terbangun dari tidurnya.
"Bunda, Lisa gak mau nikah sama orang yang namanya Jifan-Jifan itu. Kenapa malah jadi serumit ini sih? harusnya waktu itu aku gak usah cari masalah sama orang itu." Ujar Lisa pada bundanya.
"Nasi sudah menjadi bubur Lisa. Lain kali kamu harus lebih hati-hati tentang omongan kamu itu. Lagian yang bunda tau, kamu itu jarang marah-marah, kenapa kamu bisa emosi banget waktu itu sama jifan?" selidik Bu Saskia.
"Aku kesel banget bunda sama dia, soalnya dia yang nyalahin aku. Jadi bagaimana pun aku gak terima." jelas Lisa dengan wajah cemberutnya.
"Ya udah mendingan kamu mandi sana!" suruh Bu Saskia.
"Hmm, iya bunda." jawab Lisa langsung pergi kekamar mandi.
****
Setelah Lisa sudah selesai bersiap-siap, handphone nya berbunyi. Terlihat nomer yang tidak dia kenal menelponnya, lantas dengan ragu dia angkat saja telpon itu.
__ADS_1
[ Hallo, ini siapa? ] tanya Lisa.
[ Cepatlah bersiap-siap, Azka sudah jalan menuju rumahmu. ] jawab orang diseberang telpon itu, siapa lagi kalo bukan Jifan.
[ Hm, aku sudah siap. Sebelum kamu nelponku. ] jawab lisa jutek.
[ Hah syukurlah, kamu ternyata ingin cepat-cepat menikah dengan saya. ] Ucap Jifan sambil tertawa mengejek.
[ Dasar om-om gila..! ] Jawab Lisa langsung memutuskan sambungan telponnya.
'Huff sabar Lisa, kamu harus stok kesabaran kamu ini. Karna orang itu emang benar-benar akan buat kamu gila, jika kamu tidak memiliki kesabaran yang cukup." ucap batin Lisa.
Tok... Tok... Tok....
Terdengar suara ketukan dari luar, Bu Saskia yang sedang duduk diruang tamu pun langsung membukakan pintu itu.
"Lisa nya sudah siap Bu?" tanya Azka pada Bu Saskia.
"Sudah tuan, sebentar bunda panggilkan dulu." Jawab Bu Saskia.
Namun ternyata Lisa sudah keluar duluan sebelum Bu Saskia memanggilnya. Lisa langsung menghampiri Bu Saskia dan Azka.
"Ayo Lisa segera masuk kedalam mobil, Pak Jifan sudah menunggu anda." Ujar Azka.
"Bunda, Lisa pamit ya, bunda jaga diri baik-baik dirumah. Bunda jangan lupa makan, dan minum obatnya." ucap Lisa sambil memeluk bundanya.
"Iya sayang, kamu disana jangan merepotkan ya. Kamu harus mandiri, jangan nangis dan mikirin bunda terus...!" Ucap Bu Saskia sambil menahan tangis yang ingin pecah.
"Bu saya pergi dulu ya," pamit Azka pada Bu Saskia.
"Iya tuan, saya titip putri saya ya!" jawab Bu Saskia.
"Jangan panggil saya tuan bu, panggil saja Azka, karna sebentar lagi ibu akan jadi bos saya juga." balas Azka.
"Ya sudah azka, terimakasih ya. Kalian hati-hati dijalan!" ujar Bu Saskia sambil meneteskan air mata yang dari tadi dia tahan.
"Bunda, jangan nangis. Lisa bakalan baik-baik aja kok disana. Bunda jangan nangis ya, kalo bunda nangis malah Lisa gak akan pergi kesana," kata Lisa menggenggam tangan bundanya.
'Astaga saya bagai menonton drama Indosiar saja, yang melihat anak dan ibu akan terpisah jauh. Tapi bisa jadi sih mereka bakalan terpisah jauh, karena mungkin Lisa bakal dibawa kemana-mana sama pak jifan.' ucap batin Azka.
"Udah bunda gapapa, kamu hati-hati ya sayang!" Ucap Bu Saskia sambil tersenyum.
"Iya bunda, ya udah Lisa pergi dulu ya Assalamualaikum..." Ucap Lisa pada Bu saskia.
Azka dan Lisa pun masuk kedalam mobil, di perjalanan mereka hanya diam sambil melihat jalanan yang cukup macet. Tapi sebenarnya ada yang ingin Lisa tanyakan pada Azka tentang keputusan Jifan untuk menikahinya, setelah beberapa menit beradu dengan pikirannya, akhirnya Lisa memberanikan diri bertanya pada Azka.
"Tuan Azka, boleh gak saya nanya?" tanya Lisa canggung.
__ADS_1
"Jangan panggil saya tuan Lisa, panggil saja Azka. Boleh tanyakan saja." jawab Azka datar.
"Hm baiklah. Sebenarnya kenapa pak jifan ingin menikahi saya?" tanya Lisa to the point.
"Masalah itu saya tidak tau, memangnya kenapa?" tanya balik Azka.
"Oh tidak apa-apa." jawab Lisa.
Akhirnya, setelah memakan waktu sekitar setengah jam lebih, mereka sampai didepan rumah Jifan. Rumah jifan sangat bagus dan mewah sekali, bak istana yang ada didongeng-dongeng.
'Ini rumah om gila itu?' tanya batin Lisa.
"Ayo masuk Lisa!" ajak Azka. Lisa akhirnya mengikuti Azka, sampai akhirnya mereka berhenti diruang tamu yang sangat bagus dan luas. Dan ternyata disana sudah ada Jifan dan penghulu yang sejak tadi menunggu mereka.
Akhirnya acara pernikahan di langsungkan disitu dengan tiga orang wali dan satu orang penguhulu. Acara pernikahan pun berjalan dengan lancar, setelah acara selesai ketiga wali dan penguhulu itu pamit untuk pulang. Dan sini tinggal tersisa Jifan, Lisa, dan Azka.
'Ya tuhan, semoga mereka tidak berbuat jahat sama aku' ucap batin Lisa.
"Kau kenapa? tidak perlu takut, aku tidak akan menyentuhmu." Ucap Jifan mengagetkan lamunan Lisa.
'Ah, syukurlah.' ucap batin Lisa lega.
"Tidak apa-apa." jawab Lisa singkat.
"Dasar wanita aneh. Azka antarkan wanita ini kekamar sebelah kamarku!" perintah Jifan pada Azka.
"Baik pak." jawab Azka.
Lisa akhirnya mengikuti Azka, sampai diatas Azka memberitahu bahwa ini kamar untuknya. Akhirnya Lisa masuk kekamar itu sambil membawa barang-barangnya.
"Gak nyangka, ternyata orang itu emang beneran kaya banget ya." Ucap Lisa sambil duduk disamping kasurnya.
"Baru tau? makanya jangan berani-berani ngelawan aku." Ucap Jifan tiba-tiba masuk kekamar Lisa.
"Om, kan om udah janji gak akan nyentuh aku. Kenapa om malah masuk ke kamar aku?" tanya Lisa kaget.
"Ini rumah aku Lisa, apa kamu fikir aku akan selera dengan tubuhmu itu?" tanya jifan sinis.
"Ah terserah om deh, sana keluar!" usir Lisa sambil mendorong Jifan. Tiba-tiba Jifan balik badan menghadap Lisa.
"Dengarkan aku lisa...! sekarang aku ini suamimu, berhentilah memanggil aku om. Aku ini masih muda umurku baru 22 thn, mengerti?" Tanya Jifan dengan raut wajah kesal.
"Hm, jadi aku harus memanggilmu apa tuan?" tanya Lisa kesal.
"Panggil nama saja. Oh iya kamu hari ini jangan kemana-mana, diam saja dirumah! 1 Minggu lagi kamu akan masuk sekolah bukan?" tanya balik jifan.
"Kau ini slalu saja tau semua urusanku, kau memata-mataiku ya?" selidik Lisa.
__ADS_1
"Hei wanita bodoh! kau ini gila, lupa ingatan, atau memang tidak tau sih?! aku ini Jifan Anggara semua masalahmu itu, pasti aku tau. Jadi mending kau diam dan dengarkan semua perintahku!" Balas Jifan langsung pergi dari kamar Lisa.
"Dasar suami gila, aku tau kau itu kaya, tapi kenapa kau slalu mencari masalah dengan ku hah!? apa kau belum puas memisahkan aku dengan bunda?" Ujar Lisa saat Jifan sudah pergi dari kamarnya.