
Arsen membaringkan tubuh lemah Sarah di ranjang besar miliknya menatap wajah cantik itu dengan lekat mengelus pipi mulus itu dengan lembut.
“Kau hanya akan menjadi miliku,” Arsen mengurung tubuh Sarah dengan kedua lengannya mengecup kening Sarah dengan lembut menyalurkan semua perasaan cinta yang terpendam selama ini.
“Ar, lepaskan aku,” lirih Sarah dengan lemah dan kesadaran yang telah akan mengilang.
“Aku sangat mencintaimu.” Arsen beralih menindih tubuh Sarah mengamati setiap inci pahatan wajah gadis yang telah membuatnya mengila.
“Ah ... sial ada apa dengan tubuhku, kenapa tak bisa digerakkan. Kepalaku sangat pusing,” batin Sarah menatap Samar wajah Arsen yang tersenyum dia atasnya. Air matanya mengalir saat ia merasa ciuman bertubi-tubi mendarat di wajahnya.
“Ara dengan apa lagi aku membuktikan jika aku sangat menginginkanmu.” Arsen mengecup seluruh wajah Sarah meluapkan perasaan mendambanya selama ini.
“Jangan Ar. Kau akan menghancurkan aku. Lepas ....” Suara Sarah terhenti saat Arsen mendaratkan bibirnya ke bibir Sarah ********** perlahan merasakan manis bibir merona ini.
“Bian maafkan aku. Aku tak bisa datang padamu, ibu aku mengecewakanmu,” batin Sarah di sertai derai air mata kekecewaan. Harapannya menemui pemuda di cintainya pupus sudah. Kini ia telah tak sadarkan diri memasrahkan tubuhnya pada Arsen.
Arsen terus mellumat bibir ranum Sarah hingga ia terhenti saat merasakan tak ada lagi respon dari gadis ini. Melihat Sarah telah menutup mata. Tubuh Arsen memanas napasnya semakin memburu tatapan kilat penuh gejolak gairah melihat tubuh gadis yang begitu di inginkan tak berdaya di bawah tindihannya.
Pikiran Arsen telah di penuhi kabut gairah kecupan demi kecupan terus ia berikan pada tubuh gadis di cintainya, seakan tak bisa ia hentikan dan begitu menikmati aroma yang lembut menguar dari tubuh Sarah serasa candu, membuatnya semakin hanyut untuk terus melakukannya. Mengecup, mengisap ceruk leher Sarah memberi tanda merah di kulit putih itu sesuka hatinya.
Tubuh Arsen menegang hasrat kelaki-lakiannya telah bangkit, ada sesuatu menegang di inti tubuhnya, ia sudah tak bisa menahan gelora yang serasa akan meledak dalam dirinya.
Kecupan terus turun dengan tangan yang bergeriliya menerobos sesuatu di balik pakaian, menyentuh seluruh kenikmatan. Perlahan Arsen membuka pakaian yang membungkus tubuh Sarah.
Tubuh Arsen bergetar ia menelan salivanya saat melihat gundukan kembar tertutup Bra milik Sarah. Dada yang pernah di pegang olehnya dulu, saat mereka bertengkar. Dada yang ia katanya masa suram karena ukurannya, yang menjadi awal Arsen jatuh cinta pada Sarah.
__ADS_1
“Ara maafkan aku. Aku sangat mencintaimu. Aku menginginkanmu dan aku tidak bisa berhenti.” Arsen kembali mengecup setiap inci tubuh gadis yang tak sadarkan diri ini sambil meloloskan satu persatu pakaian yang membungkus tubuh Sarah.
“Ini adalah malam pertama kita,” Arsen tersenyum miring menarik pakaian yang ia kenakan kemudian kembali bergumul pada tubuh Sarah. Pemuda ini telah siap melepas kesuciannya sebagai perjaka. Yang juga merupakan pengalaman pertamanya tidur dengan seorang perempuan. Ini akan sama-sama menjadi yang pertama bagi mereka.
Arsen menikmati malam indahnya tidur dengan gadis ia cintai, mengambil kesucian dan kebanggaan yang Sarah sebagai seorang gadis perawan, sesuatu yang di jaga Sarah hanya untuk orang di cintainya Bian. Hal paling hina telah dilakukan Arsen demi bersama dengan perempuan yang telah menempati hatinya selama bertahun-tahun.
Di tempat lain sesosok pemuda berdiri di bawah cahaya teraman malam, matanya terus berputar mencari arah kedatangan Sarah, di temani suara jangkrik bersahut-sahutan, udara dingin merasuk tulang tak di hiraukannya demi menunggu cintanya datang. Hatinya gelisah hingga saat ini gadis yang ia tunggu belum menampakkan diri, tak ada tanda-tanda jika Sarah akan datang. Ia telah menunggu berjam-jam kerinduan besar pada Sarah membuatnya terus bertahan.
“Ara kamu di mana sayang? Kamu bilang akan datang. Aku sangat merindukanmu empat tahun kita tak bertemu pasti kamu semakin cantik. Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu, cepatlah datang,” gumam Bian tak sabar dengan kedatangan Sarah dan terus menunggu.
“Aku akan terus menunggumu Ara. Aku telah sukses kita akan bersama. Sesuai keinginan kamu aku membawamu keluar dari rumah Hutama lalu kita akan menikah.” Harapan tinggi Bian terus menunggu Sarah.
Bian terus menunggu dengan penuh pengharapan, berharap Sarah akan datang padanya namun apa yang terjadi gadis yang ia harapkan telah berbaring tak berdaya bersama dengan Arsen. Merebut kesucian yang seharusnya di persembahkan Sarah untuknya namun telah di rampas oleh Arsen.
***
Arsen terus memacu tubuhnya, memompa di inti tubuh Sarah, meraih kenikmatan yang membuat semakin melayang, hingga erangan kenikmatan lolos keluar dari mulut Arsen saat merasakan pelepasan. Dengan napas terengah-engah dan keringat bercucuran Arsen tersenyum puas telah berhasil membuktikan jika ia yang pertama bagi Sarah. Kecupan di kening sebagai rangkai penutup malam pertama mereka.
"Aku sudah memilikimu," ucap Arsen dengan bangga turun dari tindihanannya di tubuh Sarah, berbaring kembali di samping gadis ini, tertidur miring mensejajarkan wajah mereka.
“Maafkan aku Ra. Cuma ini jalan satu-satunya yang bisa membuatmu menjadi milikku.” Arsen menatap wajah Sarah merapikan anak rambut yang menutupi wajah gadis ini menyelipkan di bawah telinga.
“Kita akan menikah. Kau hanya akan menikah denganku.” Arsen mengecup bibir Sarah menarik selimut menutupi tubuh polos mereka.
Arsen menutup mata tubuhnya terasa sangat lelah setelah melakukan pengalaman pertamanya, kemudian tertidur memeluk tubuh Sarah memasuki mimpi indah. Ia tak memikirkan bagaimana dengan Sarah nanti saat terbangun melihat tubuhnya polos dan kesuciannya telah direnggut oleh pemuda yang sama sekali tak ia cintai tuan jutek.
__ADS_1
Sarah telah hancur penantiannya selama empat tahun telah sia-sia hanya dengan satu malam hidupnya telah berantakan, rencana dan impiannya luluh lantak.
***
Bian masih setia menunggu gurat kecewa terbingkai di wajah tampannya. Gadis yang ia tunggu tak kunjung datang.
“Ra kenapa kamu tidak datang. Apa yang terjadi padamu. Kamu marah padaku.” Bian tertunduk sedih.
Bian melihat arah jarum jam yang telah menunjukkan pukul tiga pagi, ia mulai putus asa kemudian memutuskan untuk pulang dengan rasa kecewa Sarah tak datang menemuinya.
****
Matahari pagi telah bersinar cahayanya telah masuk melalui celah jendela. Suara pintu terbuka si sertai langkah kaki menyentak terdengar di kamar Arsen. Lelaki paruh baya ini masuk mencari keberadaan putranya namun kedua matanya membola mendapati penampakan yang ada di hadapannya. Bak disambar petir ia melihat pemandangan itu. Dua anak yang merupakan saudara tiri didapatinya tidur bersama dalam satu selimut. Arsen memeluk tubuh Sarah, dari bahu mereka yang terlihat sudah jelas menggambarkan jika di balik selimut itu mereka dalam keadaan polos.
Wisnu mendekat memastikan jantungnya seakan berhenti berdetak “Kalian! Apa yang kalian lakukan!” teriak Wisnu penuh amarah melihat dua bersaudara ini tidur bersama. Suara tinggi Wisnu membuat Arsen terbangun membuka matanya perlahan. Melihat wajah teduh Sarah pemandangan indah yang membuatnya menarik sudut bibirnya. Kemudian tersadar
“Papa,” ucapnya dengan suara serak dan khas bangun tidur, kesadarannya akan perbuatannya semalam mulai terniang ia kemudian duduk menarik selimut semakin menutup tubuh Sarah polos Sarah hingga ke leher. Arsen menatap papanya dengan wajah datar sama sekali tak merasa berdosa ia merasa santai menghadapi papanya.
“Apa yang kalian lakukan,” bentak Wisnu suaranya semakin meninggi berang melihat penampakan yang ada di hadapannya.
“Bersihkan dirimu lalu temui papa!” titah Wisnu kemudian keluar meninggalkan Arsen dengan penuh amarah menunggu penjelasan Arsen.
Bayangan Wisnu telah hilang di balik pintu, Arsen menatap wajah Sarah yang masih tertidur kembali berbaring mensejajarkan wajah mereka mengusap pipi mulus itu terpesona dengan wajah cantik Sarah di pagi hari. “Aku akan bertanggung jawab padamu. Aku akan meminta papa menikahkan kita,” ucap Arsen tersenyum mencium bibir Sarah sekilas kemudian beranjak membersihkan diri.
Arsen akan menemui papanya menjelaskan semua tentang perasaan di hati pada Sarah, bahwa ia sangat mencintai gadis itu dan berniat mengikatnya dalam hubungan pernikahan
__ADS_1