CEO Jutek Itu Suamiku

CEO Jutek Itu Suamiku
kegigihan Arsen


__ADS_3

Arsen baru saja masuk ke dalam ruangan perawatan Erina membawa kantong plastik berisi makanan, arah pandangnya langsung tertuju pada sesosok wanita yang terbaring lemah dengan gadis cantik duduk di sampingnya, sigap menjaga namun saat ini pemandangan berbeda di dapatinya. Ia melihat Sarah sedang tertidur dengan posisi duduk terkadang kepalanya tersentak tunduk saat kesadarannya mulai menghilang sejenak terlihat lucu dan mengemaskan di mata Arsen. Namun tersadar melihat itu rasa iba merasuk dalam diri Arsen ia tahu gadis ini pasti sangat lelah. Telah berhari-hari Sarah menjaga ibunya dengan setia terus berada di samping ibunya.


 


Arsen mendekati Sarah. “Ra, bangun.” Arsen menepuk pelan bahu Sarah membuat gadis ini tersentak kaget kemudian memperhatikan pemuda yang ada di sampingnya.


“Kamu datang aku, ketiduran.” Sarah meregangkan tubuhnya.


 


“Ra, ada baiknya kalau kamu pulang dulu istirahat, kamu sangat terlihat lelah. Pulanglah biar aku yang menjaga ibumu,” tawar Arsen.


 


“Tidak perlu, aku akan tetap di sini bersama ibuku,” tolak Sarah mengarahkan pandangannya pada Erina yang tertidur.


 


“Baiklah, makanlah dulu, aku membawakan makanan untukmu.” Arsen menarik tangan Sarah ke sofa yang ada di ruang perawatan  itu tubuh Sarah pun tertarik.


 


Arsen dan Sarah duduk berdampingan selama berhari-hari mereka berdua kompak layaknya sebuah keluarga yang saling menyayangi. Hubungan mereka dari hari ke hari semakin membaik. Sarah mulai membagi beban hatinya dan mengandalkan Arsen dalam hal apa-pun.


 


“Kamu makan Ra.” Arsen memperlihatkan bungkusan yang ia bawah dan di letakkan di meja.


 


“Ra, ayo makan,” tawar Arsen namun ia tak mendapat tanggapan dari Sarah. Ia hanya merasakan jika pundaknya terasa berat seperti ada beban yang menimpanya.


 


 


Arsen menarik sudut bibirnya ada rasa bahagia saat pembicaraannya dengan Sarah membuat gadis ini kembali mengantuk. Rasa lelah yang di rasakan Sarah membuatnya tanpa sadar tertidur kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Arsen.


Arsen menatap wajah teduh Sarah yang tertidur sangat menenangkan.


“Tidurlah kau pasti sangat lelah, aku akan terus berada di sisimu,” batin Arsen tersenyum, mengelus wajah sarah merapikan anak rambut yang menutupi wajah gadis itu kemudian menyelipkannya di belakang telinga.


 


Arsen terus menatap wajah Sarah hingga tersadar jika ia merasa ada pergerakan dari tempat Erina. Melihat Erina telah bangun Arsen memperbaiki posisi tidur Sarah di sofa, kemudian beralih menghampiri Erina.


 


Arsen berjalan ke arah Erina yang telah membuka mata. “Bagaimana keadaanmu?” tanya Arsen memberi perhatian tulus pada ibu tirinya.

__ADS_1


 


Erina tersenyum melihat perhatian Arsen padanya ia melihat pemuda ini telah berubah menjadi anak yang baik. “Aku haus,” ucap Erina dengan suara pelan.


 


“Kau mau minum.” Arsen meraih gelas lalu mengisinya dengan air putih kemudian membantu Erina untuk minum, setelah beberapa teguk Arsen kembali meletakan gelas.


 


“Aku akan panggil dokter.” Arsen hendak pergi meninggalkan Erina. Wajahnya terlihat cemas , takut jika perempuan ini sedang merasakan kesakitan.


 


“Ngak perlu Ar. ibu ngak apa-apa,” tahan Erina memegang pergelangan tangan Arsen. “Duduklah,” pinta Erina pelan. Arsen pun menurut dia mendudukkan tubuhnya di kursi samping Erina.


 


Erina tersenyum lembut menatap wajah pemuda tampan yang menjadi anak tirinya. “Ar. kau mencintai Sarah kan?” tanya Erina langsung pada inti masalah. Arsen tersentak menatap Erina yang sedang menunggu jawabannya. Ada perasaan takut di hatinya untuk mengakui perasaannya.  Arsen berpikir keras bagaimana bisa ibu tirinya tahu tentang perasaan yang selama ini ia simpan di hatinya. dengan rapat bahkan ibu yang mengandungnya saja tak tahu isi hatinya.


 


Arsen menarik napas dalam mengangguk dengan mantap. “Ia, aku mencintai putrimu,” akunya  dengan penuh keyakinan tak akan menyembunyikan perasaannya lagi.


 


“Tolong hapus perasaanmu padanya. Lihat dia sebagai adikmu.”


 


 


“Maaf aku tidak bisa, aku sudah mencobanya dan aku tak bisa itu menyakitkan,” tolak Arsen dengan tegas.


 


 


Erina mencoba menasihati akan perasaan Arsen yang salah dan dampak yang akan mereka terima jika mereka bersama.


 


“Aku tahu kau anak baik dan kau terlalu sempurna untuk Sarah. kalian bagai langit dan bumi. Kau akan menjadi pewaris sedangkan Sarah ... kau tahu dia hanya gadis yang statusnya tersembunyi. Kau bisa mendapatkan gadis yang lebih baik dari Sarah, kau tampan, kaya dan memiliki segalanya tak sulit bagimu untuk mendapatkan gadis mana pun, asalkan gadis itu jangan Sarah,”


 


“Aku mengerti akan sulit bersamanya, tapi aku tidak peduli. Aku hanya mencintai satu orang gadis dan itu putrimu Sarah,” jelas Arsen ekor matanya menunjuk ke arah sofa tempat Sarah tertidur.


 

__ADS_1


Erina beralih mengelus wajah tampan Arsen, menatap wajahnya dengan kasih sayang tulus seorang ibu pada putranya.


 


“Kau hanya akan menderita jika mengejarnya, karena sampai kapan pun hanya ada satu pemuda di hati Sarah yaitu Bian, dan jika kau egois memaksakan keinginanmu. Kau akan membuat Sarah menderita, pikirkan baik-baik cinta yang di paksakan itu tak akan membuat kalian bahagia,” jelas Erina memperingat Arsen.


 


Arsen termenung memikirkan semua kata Erina, namun semua telah ia pertimbangkan bahwa banyak halangan jika ia bersama Sarah, tapi dia tak akan mundur.


“Maaf tapi aku tetap memutuskan untuk mengejarnya. Aku akan selalu berada di sisinya, tolong izinkan aku menjaganya. Akan aku buat ia bahagia berada di sampingku,” pinta Arsen memohon restu Erina.


 


“Ar, pikirkan ibumu sampai kapan pun dia tak akan menerima Sarah menjadi pendampingmu.” Erina mengingatkan dan itu juga yang menjadi ketakutan Erina, Wina akan membuat putrinya menderita.


 


“Aku tak peduli walau semua menentang dan tidak setuju, aku akan tetap bersamanya dan bagaimana pun caranya,” tekad Arsen telah bulat.


 


“Maafkan, jika selama ini, aku selalu kasar padamu selalu meluapkan kemarahan dan kecewaku. Aku salah tak seharusnya melampiaskan kegagalan hubungan mereka padamu.” Arsen tertunduk menyadari kesalahannya selama yang ini selalu menghina Erina.


 


Erina tersenyum meraih tangan Arsen. “Ibu yang minta maaf karena kami hadir dalam hidupmu,”


 


“Tidak, kehadiran kalian membawa arti dalam hidupku. Kalian  membuatku mengerti akan cinta. Terima kasih ....” Arsen menggantung ucapannya rasanya sangat berat melanjutkan kata- kata ini. “terima kasih ... Ibu,” ucap Arsen tersenyum lembut pada Erina.


 


Mendengar kata ibu yang keluar dari mulut Arsen, membuat air mata Erina lolos turun, terharu hingga tak bisa menahan perasaan bahagiaannya telah tiga tahun kata itu ia tunggu dan sekarang pemuda itu telah mengakuinya sebagai ibu di saat terakhirnya.


 


“Jika kau menganggapku ibumu, tolong lupakan cintamu pada Sarah. jaga dia seperti adikmu sendiri,” pinta Erina menyeka air matanya dengan telapak tangan.


 


“Maaf aku tidak benar-benar tidak bisa. Aku bisa menerimamu sebagai ibu, tapi aku tidak bisa menerimanya menjadi saudaraku,” kekeh Arsen.


 


Suasana hening seketika, pembicaraan mereka terhenti saat melihat Sarah yang tertidur di sofa, mulai menggeliat akan meninggalkan alam mimpi dan terbangun. Arsen dan Erina kompak menatap ke arah Sarah dengan pikiran masing-masing, membuat gadis ini menautkan alisnya melihat dua orang itu menatapnya tajam seperti sedang menyembunyikan sesuatu.


 

__ADS_1


Pembicaraan Eriana dan Arsen tak mendapatkan jalan terbaik Arsen akan terus mengejar Sarah walaupun ibu tirinya telah memperingatkan dampak jika mereka bersama, sedangkan Erina hanya pasrah dan berharap jika jodoh yang di siapkan untuk Sarah akan menjadi pendampingnya kelak.


__ADS_2