
Suara jepretan serta cahaya kilat kamera menyorot menyilaukan mata gadis cantik yang berdiri tegak di kelilingi oleh orang-orang yang sedang mencari informasi tentang kehidupannya, suara pertanyaan bersahut-sahutan untuknya.
“Anda telah menjadi penyanyi terkenal yang hebat, apa tujuan Anda terjun ke dunia akting?” tanya Salah satu orang yang mengelilingi gadis cantik berpenampilan anggun ini.
“Saya hanya ingin mengasah bakat saya serta mencoba bidang baru, saya suka akting,” jawabnya.
“Bagaimana hubungan Anda dengan Arsen Raditya Hutama?”
“Semua Baik-baik saja,” jelasnya dengan penuh senyuman
“Mengapa hingga saat ini Anda belum menikah dengan Arsen,” tanya wartawan lain.
“Apa benar keluarga Arsen tidak menyetujui hubungan Anda,” tanyanya lagi.
“Kalau itu, saya tidak bisa jawab, no coment. Oke saya rasa sudah cukup, terima kasih,” ucap gadis cantik ini kemudian meninggalkan kepungan orang yang ingin mengetahui hidupnya.
Dua tahun telah berlalu gadis cantik bernama Nikita Milly ini telah mendapatkan apa yang ia impikan selama ini, berkat kerja kerasnya ia telah menjadi penyanyi papan atas yang sangat di perhitungkan dengan pundi-pundi uang yang bergelimang. Kesuksesan telah ia gapai berkat bantuan Arsen yang berdiri di belakangnya, Nikita terkenal sebagai penyanyi hebat yang dengan sensasi memiliki hubungan dengan pemuda yang berkuasa yaitu Arsen Raditya Hutama. Semakin Nikita membuat orang bertanya-tanya tentangnya hubungannya dengan Arsen maka popularitasnya juga akan menanjak. Nikita tidak pernah menyangka mengenal pemuda jutek itu adalah berkah baginya membawanya pada mimpinya.
****
Di tempat lain pemuda tampan rupawan nan berkarisma menjadi idaman di gilai semua wanita sedang duduk di sofa menatap tv lekat, memasang wajah masam melihat berita yang mengabarkan tentang dirinya dan Nikita.
“Dasar menyebalkan!” umpat Arsen tersenyum miring melihat berita yang tiada hentinya membahas hubungannya dengan Nikita. Sudah dua tahun ia terus di cecar pertanyaan tentang Nikita, hubungan cinta mereka, tanpa merek tahu jika Arsen dan Nikita hanya memiliki hubungan seperti dulu yaitu perempuan penggoda dan pemuda jutek dan Arsen selalu kesal jika berhadapan dengan wanita genit itu.
Arsen masih menatap tv hingga suara pintu terbuka membuat pandangannya terarah ke pintu, melihat perempuan berjalan anggun mendekat padanya.
“Mama.” Arsen memutar bola mata jengah melihat ke datang perempuan yang telah melahirkannya, apalagi mamanya itu memasang wajah dingin.
“Ar, Mama di telepon Bella, katanya dia menyerah! Kau menolaknya terus, dia tidak ingin dekat denganmu lagi!” murka Wina menata penuh amarah. “Belum lagi media selalu memberitakanmu dengan gadis kampung itu!” hardik Wina telah dua tahun ia terus mencoba untuk membuat Arsen kembali membina hubungan dengan perempuan lagi namun ia tidak pernah berhasil, putranya itu selalu menolak.
“Baguslah kalau seperti itu,” ujar Arsen santai menyeringai tidak peduli dengan perasaan ibunya.
“Ar, kau harus menikah!” bentak Wina.
“Aku sudah mengatakan, jangan coba membuatku dekat dengan perempuan mana pun, karena aku tidak suka!” tegas Arsen, Wina selalu mengenalkannya dengan banyak wanita namun dengan sikap jutek dan bermulut pedas, yang sering Arsen tunjukan membuat semua gadis itu mundur dengan sendirinya.
“Ini sudah dua tahun berlalu dan kau belum melupakan wanita murahan itu!” hardik Wina menatap putus asa putra pada putra yang jatuh cinta pada anak musuhnya.
“Hentikan Ma! Jangan menghinanya, berkali-kali aku sudah mengatakan jika tidak akan ada yang bisa menggantikannya di hatiku!” berang Arsen seketika berdiri, mendengar perempuan yang ia cintai lagi-lagi di rendahkan oleh mamanya.
__ADS_1
“Sampai kapan kau akan seperti ini. Minggu depan Gerald akan menikah dengan Susan. Harusnya kau yang menikah dengan Susan bukan Gerald, andai kau mau menikah dengannya, Keluarga kita akan semakin berkuasa dan Sekarang kau menolak Bella!” berang Wina akan membuat Arsen menjalankan pernikahan bisnis. Wina tidak pernah berpikir jika putranya memiliki cinta sedalam ini, bahkan telah dua tahun hati itu masih sama, dulu Wina berpikir seiring berjalan waktu Arsen akan melupakan Sarah namun ia salah. gadis bernama Susan yang dulu ia siapkan untuk Arsen akan menikah dengan sahabat Arsen sendiri yaitu Gerald.
“Aku hanya akan sendiri seumur hidupku, jadi jangan mencoba untuk membuatku menikah dengan gadis pilihanmu.”
“Kau harus menikah! Kau harus memberikan keluarga Raditya penerus,” paksa Wina merasa resah jika Arsen terus seperti ini ia tidak akan memiliki penerus.
“Aku tidak peduli semua itu!”
“Ar apa hebatnya perempuan murahan itu, hingga kau terus memikirkannya, kalian telah berpisah!” teriak Wina.
“Seumur hidupku aku hanya mencintai satu perempuan yaitu istriku. Selamanya tidak akan ada yang bisa menggantikan posisinya!” akunya dengan suara seakan tercekat hatinya selalu terasa sedih jika mengingat Sarah, tekadnya untuk melupakan cintanya pada Sarah tidak pernah berhasil.
“Arsen!” suara Wina kembali meninggi mendengar ucapan Arsen, matanya telah di butakan oleh cinta.
Amarah telah mengusai keduanya seperti biasa hanya perdebatan yang akan mereka lalui jika membahas mengenai pernikahan.
Tanpa kata Wina melangkahkan kaki berlalu keluar meninggalkan Arsen membawa perasaan kecewa dan amarah terhadap putra kesayangannya yang selalu membantah ucapannya.
Arsen menghembuskan napas kasar, mengusap wajahnya putus asa menatap kepergiaan mamanya, ia sama sekali tidak memiliki niat menyakiti hati perempuan yang telah melahirkannya itu.
Wina meninggalkan ruangan Arsen dengan amarah, kilatan amarah di matanya semakin berkobar saat ia berpapasan dengan gadis cantik, berjalan gemulai penuh pesona.
“Jangan panggil aku seperti itu! Dan berhenti memakai nama Arsen untuk menaikkan popularitasmu!” hardik Wina ia sudah sangat marah, tadi Arsen sekarang ia bertemu dengan perempuan yang sangat menjengkelkan baginya.
“Memangnya kenapa nyonya. Orang tahunya aku pacar Arsen, kenapa Anda sangat kesal!” cibir si artis terkenal ini dengan nada suara mengayun manja.
“Ada apa nyonya putra kesayanganmu menolak menikah lagi!” ejek Nikita memicingkan mata tersenyum licik ia tahu Wina pasti mencoba membuat Arsen untuk menikah, namun ia tahu dengan jelas jika pemuda tampan bersikap jutek itu akan menolak. “Kenapa? Makanya jodohkan denganku saja,” goda Nikita menaik-naikan alisnya pada perempuan yang sedang memasang wajah kesal ini.
“Kau!” geram Wina mengertakan giginya mendengar ucapan gadis yang sedang dekat dengan putranya. “Kau berani-beraninya kau bicara seperti itu!”
“Kenapa kau ingin mengancamku lagi!” Nikita dengan suara meninggi semakin memancing amarah Wina.
“Ingat nyonya Wina yang terhormat, Aku bukan Nikita yang tidak berdaya seperti dulu. Aku tidak takut padamu!” bentak Nikita mengenang bagaimana mengerikannya perempuan ini mengancam akan menghacurkannya jika Sarah tidak meninggalkan Arsen.
“Kau!” suara Wina tercekat sekarang ialah yang tidak berdaya menghadapi Nikita, gadis itu memiliki Arsen di belakannya, putranya tidak akan tinggal diam jika ia melakukan sesuatu pada Nikita.
“Apa Anda ingin mengancamku lagi sama seperti dua tahun lalu, aku tidak takut,” tantang Nikita pada perempuan yang ada di hadapannya.
“Aku sudah memiliki banyak harta, yang jika kau membuatku kehilangan pekerjaanku, hartaku masih bisa aku pakai santai dan menjadi rebahan, tanpa bekerja seumur hidupku!” oceh Nikita dengan sombong memamerkan hartanya yang telah ia miliki sekarang berkat kerja kerasnya menjadi Artis.
__ADS_1
Wina melengos meninggalkan Nikita lengkap sudah kekesalannya hari ini, setelah Arsen sekarang Nikita membuat darahnya mendidih.
“Mau ke mana calon mertua,” panggil Nikita dengan nada mengayun manja membuat Wina semakin kesal.
Nikita berucap yes saat melihat Wina tidak berkutik menghadapinya. Rasa puas menyeruak akhirnya ia bisa mengalahkan perempuan menakutkan itu.
Nikita melanjutkan langkahnya untuk bertemu dengan Arsen.
“Hai pacarku,” sapa Nikita masuk ke dalam ruangan melihat Arsen yang duduk di kursi menyandarankan punggungnya.
Arsen menarik napas panjang melihat perempuan genit itu menemuinya membuat moodnya semakin turun.
“Mau apa kau kemari?” ketus Arsen memasang wajah jutek bertemu dengan Nikita.
Nikita mendekat ke arah Arsen kemudian ikut duduk di samping pemuda yang telah menjadi pacar bohongannya.
“Aku ingin mengundangmu ke launcing film baruku 2 hari lagi !” ujar Nikita tersenyum dengan gaya genitnya.
“Aku ngak mau datang!” tolak Arsen dengan cepat ia telah membayangkan akan di kelilingi oleh wartawan.
“Ar bantu aku ya! Ini film pertamaku dan ini harus sukses, kau harus datang kita harus membuat booming dengan sensasi! Biar laku” rengek Nikita menggoyang lengan pemuda tampan itu seperti biasa membuat Arsen menjadi kesal dengan permintaan tolongnya.
“Hei Nikita! kau ini belum yang puas dengan semua kau dapatkan menyanyi, sinetron, ftv, sekarang film,” sembur Arsen menatap tajam pada Nikita yang hampir menerima semua tawaran pekerjaan yang datang padanya ia tidak peduli dengan kualitas yang penting nominal yang ia dapatkan.
“Aku akan ingin semakin kaya!” ujar Nikita merentangkan tangannya seakan ingin memiliki segalanya dan itu membuat Arsen kesal.
Arsen mendengus berdecak kesal menatap Nikita tajam. “kau ini gila uang! Kau mengambil tawaran akting di tv sebelah, sebagai pelakor, mana hantam rata lagi ngak pilih-pilih itu punya siapa? Semua kau sikat, rebut suaminya sahabat, rebut suami adek, rebut suami kakak, suami tetangga, semua suami di embat, kau sangat mengerikan!” hardik si tuan jutek ini akan akting Nikita yang telah membuatnya emosi.
“Ar itu kan hanya akting.”
“Kalau ngak jadi pelakor main di ftv tetangga, meninggal kerandanya terbang, hanyut di bawa banjirlah, kuburnya meledaklah,” sembur Arsen si tuan jutek.
“Ar aku hanya ingin memiliki banyak uang, aku mau menjadi wanita kuat agar tidak ada yang bisa menindasku lagi. Terutama mamamu,” jelas Nikita tertunduk hingga saat ini masih berasa bersalah dan menyalahkan ketidaberdayaannya dulu hingga membuat Arsen dan Sarah terpisah, untuk itulah ia bekerja keras menerima pekejaan apa-pun yang menjanjikan nominal besar agar ia memiliki banyak uang dan berharap saat Sarah dan Arsen kembali, Wina tidak akan mengancam hubungan mereka melalui ketidakberdayaannya.
Arsen terdiam ia juga tahu tujuan Nikita bekerja keras selama ini hanya untuk agar ia kembali bersama Sarah, hanya itu harapan gadis menyebalkan ini.
“Ayolah aku janji jika filmku sukses aku akan berhenti mengambil peran seperti itu lagi. Aku hanya akan menyanyi saja dan main film,” pinta Nikita memasang wajah memelas membuat Arsen tak tega melihatnya
“Kau sangat menyebalkan, merepotkan saja. Ya ... baiklah.” Pemuda tampan ini mengiyakan keingingan gadis genit dan menyebalkan ini.
__ADS_1
Waktu dua tahun telah berlalu membuat mereka telah menjadi orang yang hebat, mereka sudah bukan lagi anak manusia lemah yang tinggal di rumah kontrakan tiga pintu, Arsen semakin jaya dengan bisnis dengan menjalankan dua perusahaan milik orang tuanya dan Nikita semakin tenar dengan dunia keartisannya berkat Arsen yang selalu mendukungnya.