
Arsen terus melangkah menjauh meninggalkan Sarah, tekadnya telah teguh ia tidak ingin kembali membuat hatinya patah hati. Hingga sebuah kata ajaib keluar dari teriakan Sarah yaitu kata Ayah.
“Ahg ... Sial!” umpat Arsen mengepalkan tangannya dengan erat hingga buku-buku tangan itu terlihat memutih menahan rasa yang ada di dalam hatinya lagi-lagi kata itu yang mempengaruhinya.
Arsen berbalik menatap Sarah yang masih berdiri, menundukkan kepala seraya terisak, dengan langkah perlahan ia mendekati gadis yang menangis itu.
Sarah mengangkat kepalanya saat melihat Arsen berdiri di hadapannya. “Ar,” isak Sarah menatap wajah Arsen yang ia kira telah meninggalkannya.
Tanpa kata Arsen membungkuk mengulurkan tangannya di bawah lutut Sarah, dengan sekali sentakan Arsen menggendong tubuhnya, membuat Sarah terkejut lalu melingkarkan tangannya di leher Arsen. Mimik wajah dan tatapan dingin tercetak jelas di wajah pemuda ini membuat Sarah tidak bisa membaca apa yang terisak dan di rasakan Arsen.
Dalam gendongan Arsen Sarah terus menatap wajah tampan itu hingga tersadar Arsen telah menggendongnya masuk ke dalam kamar. Arsen membaringkan tubuh Sarah di atas ranjangnya kemudian bergerak menindihnya. Sarah hanya diam tidak tahu apa isi hati Arsen sebenarnya, apa suaminya itu akan kembali padanya atau tidak. Arsen menatap wajah cantik gadis yang sangat ia rindukan selama ini, hingga manik mata mereka bertemu dan menyiratkan tatapan saling mendamba, merindukan satu sama lain.
Arsen mengelus pipi Sarah yang basah karena air mata dengan kelembutan, lalu perlahan menyelipkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya yang semakin mempesona, membuat tubuh Sarah menegang, bunyi jantungnya semakin bergemuruh menerima perlakuan lembut Arsen. Namun Sarah masih bingung dan bertanya-tanya apa suaminya itu telah menerimanya untuk kembali bersama.
Wajah Arsen semakin maju mendekat mengikis jarak di antara ke duanya lalu perlahan mengecup lembut kening istrinya lama di sertai dengan mata yang tertutup, menyalurkan perasaan rindunya yang terpendam. Kecupan itu mulai menyebar ke seluruh bagian wajah putih mulus Sarah dan berlabuh pada bibir ranum milik istrinya, ia mengecupnya sekilas lalu kembali menatap wajah cantik Sarah yang merona akan perlakuan Arsen.
Tanpa kata Arsen kembali menempelkan bibirnya. Perlahan bibir Arsen mellumat dengan lembut bibir Sarah menyesap dan memainkan, meneguk manisnya seraya menggoda dengan lidahnya, hingga Sarah terhanyut dan mengikuti permainan Arsen. Sarah mulai membuka mulutnya memberi cela, mulai membalas ciuman Arsen meluapkan semua perasaan rindu yang ia tahan selama ini pada suaminya. Ia mengalungkan tangannya di leher Arsen hingga ciuman itu semakin dalam saling berpangut, saling menyesap, membuat kabut gairah membakar keduanya setelah dua tahun saling menahan rindu malam ini mereka akan menuntaskan kerinduan itu. Pagutan itu terlepas, kecupan-kecupan kecil mulai menjalar turun menyusuri leher putih itu, membuat Sarah menahan geli. “Ahh,” leguhaan Sarah membuat tubuh Arsen semakin terbakar oleh gairah, kecupan lalu berpindah ketulang selangka menjilat, menghisap memberikan jejak kepemilikan, di leher putih mulus Sarah, seraya tangannya yang bergelirya meraba setiap inci tubuh Sarah, sungguh ia sangat merindukan tubuh ini. Tangan Arsen mulai membuka satu kain persatu kain penutup yang membungkus tubuh istrinya. Menanamkan wajahnya di bukit kembar Sarah mengulum dan memainkannya dengan lidah membuat Sarah semakin tak terkendali mencengkeram rambut Arsen tanpa sadar menekan semakin ke dalam. “Ahh,” Sarah menggelinjang, mendesah merasakan sensasi yang di berikan Arsen pada tubuhnya. Malam ini semua perasaan rindu dan cinta akan mereka luapkan dengan penuh gairah.
Hasrat dan gairah semakin menggelora, deru napas telah semakin memburu, tubuh mereka telah polos Arsen berhenti sejenak menatap wajah dengan tatapan mata yang telah di penuhi kabut gairah.
__ADS_1
Arsen kembali mengecup menyusuri seluruh wajah Sarah seraya berbisik di telinga Sarah, “Aku akan menahanmu selamanya disisiku,” jelasnya mengecup belakang telinga Sarah, memberi gigitan-gigitan kecil.
Saat mereka telah bersatu Arsen sudah tidak akan melepaskan Sarah lagi walau perempuan itu ingin pergi.
Sejenak Sarah mematung mendengar ucap Arsen kemudian tangannya terulur semakin mendekap Arsen berbisik di telinga suaminya. “Aku tidak akan pergi lagi,” sejenak Sarah terhenti mengatur napas yang terdengar berat. “Karena aku sangat mencintaimu Ar,” ungkap Sarah akan perasaan selama ini yang tidak pernah ia katakan pada Arsen.
Arsen menghentikan aksinya mencumbuu Sarah, dengan cepat mengangkat kepalanya menatap wajah Sarah lekat mencari jawaban dari sorot mata istrinya. Memastikan apa perasaan Sarah padanya.
“I love you Ayah,” ulang Sarah tersenyum pada Arsen yang tertegun.
Deg ....
Arsen mengembangkan senyuman ingin rasanya berteriak bertahun-tahun ia berharap cinta Sarah akhirnya ia miliki.
“I will always love you ... bunda,” balas Arsen berbisik lalu kembali mengecup wajah Sarah di penuhi dengan perasaan cinta hingga pagutan itu kembali terjadi.
Sarah pasrah di bawah kungkungan Arsen menikmati semua sentuhan yang ia rindukan selama ini. Malam ketiga ini akan menjadi malam yang paling indah sepanjang hubungan mereka, saat telah meluapkan perasaan yang terpendam.
Dingin malam semakin menusuk kalbu namun tidak di kamar sepasang pengantin yang baru saja kembali bersama, suara dencitan ranjang dan desahan mengiring malam mereka. puncak kenikmatan itu akan mereka raih, Arsen terus berpacu dengan cepat hingga akhirnya mereka mengerang secara bersamaan. Melepaskan gejolak kenikmatan yang mereka rasakan dan mencapai puncak secara bersamaan.
__ADS_1
Tubuh Arsen ambruk di atas tubuh istrinya dengan napas yang sama-sama memburu, berlomba-lomba mengambil udara yang terasa menipis. Keringat membasahi tubuh mereka. Arsen tersenyum menatap wajah Sarah yang memerah lalu mengecup kening Sarah sebagai rangkaian penutup malam ketiga mereka kemudian turun dari tindihannya.
“Aku sangat merindukanmu bunda,” ucap Arsen dengan napas yang masih terengah-engah, menarik selimut untuk membungkus tubuh polos mereka lalu membawa tubuh istrinya ke dalam pelukannya seraya mengecup kepalanya tidak menyangka ia masih di beri kesempatan untuk kembali bersama dengan orang yang ia cintai.
“Aku juga sangat merindukanmu Ayah. Kita tidak akan terpisah lagi.” Sarah semakin menyeruak kan wajahnya di dada suaminya melingkarkan tangannya di pinggang Arsen.
“Aku akan selalu melindungimu dari orang yang akan mencoba menyakitimu.” Arsen semakin mengeratkan pelukannya.
Sarah telah terlelap dalam dekapan Arsen sedangkan pemuda ini masih menatap wajah Sarah yang terlelap. Untuk kesekiaan kalinya mencium lembut kening istrinya. Pemuda yang sedang bahagia ini menarik sudut bibirnya tidak menyangka jika ia kembali lagi bersama Sarah setelah menyerah dan tidak berharap lagi. Kata ayah telah membuat semua tekadnya runtuh seketika entah mengapa saat mendengar kata itu hatinya berdesir. Dia yang sejak kecil telah menjadi tuan Arsen yang terhormat membuat tidak ada yang berani memerintahnya dan berharap bantuan padanya, hingga saat Ale, Rena, Nikita serta Sarah mengucapkan kata itu padanya sambil merengek membuatnya merasa sangat berharga dan tidak bisa menolak.
Malam ini sangat berkesan bagi Arsen. Sungguh tidak menyaka jika semua yang terjadi malam ini adalah berkah baginya, padahal ia sudah sangat kesal mulai Nikita yang menciumnya hingga menarik perhatian media, Dion yang salah mengantarkannya, namun jika bukan karena kejadian itu dia tidak akan kembali bersama orang yang ia cintai bahkan ia telah mendengar pengakuan cinta dari Sarah.
Arsen akhirnya terlelap mendekap tubuh Sarah dengan erat seakan tidak ingin Sarah kembali beranjak pergi, membuat Sarah yang terlelap kesulitan bernapas.
Mata Sarah mengerjap menatap wajah tampan suaminya yang tertidur pulas.
“Ar.” Sarah mencoba mengendorkan pelukan Arsen rasanya ia tidak bisa bernapas namun Arsen menggeliat semakin mengerat pelukannya seraya mencium pipi Sarah.
Membuat Sarah kembali tidak bisa bergerak. “Apa kau sangat takut kehilanganku lagi,” batin Sarah pasrah lalu kembali terlelap lagi dalam pelukan Arsen.
__ADS_1
Sarah dan Arsen akhirnya memutuskan untuk kembali bersama tidak peduli dengan halangan yang akan menghadang.