CEO Jutek Itu Suamiku

CEO Jutek Itu Suamiku
pernikahan sahabat


__ADS_3

Hari ini adalah moment yang spesial bagi Gerald, hari pernikahannya dengan Susan perempuan yang seharusnya menikah dengan Arsen.


Seorang pemuda tampan mengenakan setelah tuxedo berjalan dengan langkah tegap penuh percaya diri, menampakkan penampilan yang terlihat sempurna namun raut wajah tampannya di hiasi dengan mimik tak bersemangat, saat lengan tangannya menggandeng tangan seorang gadis cantik yang menjadi pusat perhatian.


“Kau sangat merepotkan! Kenapa kau tidak pergi sendiri saja, lihatlah lagi-lagi akan banyak wartawan yang akan mengerumuni kita!” gerutu Arsen sejak tadi pada gadis genit yang ia gandengan ke acara pernikahan Gerald. Ia telah memprediksi di sana pasti akan banyak media meliput pernikahan bisnis megah Gerald dan Susan.


“Ar ganteng, ini masih dalam suasana promo filmku dan juga album baruku,” jelas Nikita dengan gaya centilnya selalu berhasil membuat pemuda bergelar tuan jutek ini kesal. Bahkan berhasil membuat Arsen menjemputnya.


Arsen dan Nikita masuk ke dalam pesta pernikahan yang di gelar sangat mewah, membuat Nikita berdecak kagum akan apa yang ia liat dari pesta orang kaya dan benar saja lagi-lagi mereka menjadi pusat perhatian oleh semua orang di pesta, saat Ceo tampan datang bersama penyanyi cantik ternama.


“Kapan Anda akan menikah?” itulah pertanyaan dari media yang selalu meliput mereka membuat Arsen menjadi jengah.


Arsen dan Nikita hanya menarik sudut bibirnya memberi senyum palsu terus berlalu membuat media bertanya-tanya.


Arsen dan Nikita akhirnya mendekat pada sepasang pengantin yang berdiri menjamu tamu. Gerald melemparkan senyumannya saat melihat sahabatnya mendekat.


“Ar, akhirnya kau datang,” ucap Gerald sumringah melihat sahabatnya datang bergandengan dengan Nikita.


“Selamat atas pernikahan kalian,” ucap Arsen pada sepasang pengantin ini kemudian memeluk sahabatnya.


“Makasih Ar,” balas Gerlad menepuk punggung Arsen.


“Selamat untuk kalian semoga langgeng.” Nikita juga ikut memberi selamat pada pasangan itu mengobrol ringan dengan Susan.


Gerald mendekat memajukan badannya pada Arsen.“Karena kau, aku yang akhirnya menikahinya,” bisik Gerald menunjuk istrinya cantiknya dengan ekor mata. Gerald terpaksa menjalani pernikahan bisnis dengan perempuan yang seharusnya menjadi pasangan Arsen.


“Aku harap semoga kau bahagia,” ucap Arsen dengan tulus ia hanya berharap Gerald tidak berakhir sama seperti orang tuanya yang menjalani pernikahan bisnis.


“Kalian kapan?” tanya Gerald menaik-naikan alisnya menggoda Arsen membuat Arsen berdecak kesal.


“Secepatnya kami akan menyusul,” celetuk Nikita kemudian terkekeh ia tahu jawabannya membuat tuan jutek semakin kesal padanya.


“Hei kau ini!” protes si tuan jutek memasang wajah masam.


Nikita mengedarkan pandangannya menyusuri kemewahan pesta, hatinya terasa sangat miris melihat Arsen, andai saja Wina merestui hubungan Arsen dan Sarah, pemuda jutek itu pasti akan membuat pesta pernikahan yang lebih megah dari ini.


Rasa kesal Nikita kembali datang teringat akan penderitaan sahabatnya yang di timbulkan oleh Wina. Tatapan mata Nikita tertuju pada seorang wanita angkuh yang telah menjadi musuhnya baru saja memasuki tempat acara. Gadis cantik ini pun hendak menyalurkan kesenangannya yaitu membuat perempuan itu kesal.


“Wah kebetulan, aku akan membalasmu,” batin Nikita tersenyum miring.


“Ar aku ke sana dulu ya,” pamit Nikita dan di angguki oleh Arsen yang masih ingin bersama Gerald.


Nikita pun melangkahkan kaki mendekat ke arah mangsa yang dituju. Nikita mendekatkan tubuhnya di samping Wina.


“Kita bertemu di sini, ternyata calon mertuaku juga datang, kenapa tidak bilang mertua kita kan bisa datang bersama,” ucap Nikita dengan nada mengayun menggoda serta bertingkah membuat yang wajah Wina memerah kesal.


Mendengar ucapan Nikita yang memanggilnya ibu mertua membuat kepala Wina terasa mengeluarkan tanduk.

__ADS_1


“Berhenti memanggilku seperti itu!” hardik Wina emosinya mulai terpancing.


“Kenapa Anda tidak suka, aku kan memang pacar Arsen. Anda lihatkan tidak ada perempuan lain di dekatnya selain aku,” ucap Nikita dengan nada mengalun manja membuat Wina mengepalkan tangannya.


“Pestanya sangat mewah ya mertua? Aku dan Arsen juga akan membuat pesta mewah seperti ini,” goda Nikita.


“Tutup mulutmu. Kau hanya pacar bohongan Arsen. Jadi jangan mimpi bersama Arsen!”


“Jika aku menikah dengan Arsen, itu berarti aku punya mertua jahat, tapi aku sudah punya pengalaman untuk menghadapinya. Anda pasti melihat aktingku kan aku kan terkenal dengan menantu jahat juga,” tutur Nikita habis-habisan membuat Wina kesal.


Wina menelan ludahnya susah payah membayangkan jika Arsen tidak punya pilihan dan menikahi Nikita maka dia yang tersiksa.


“Aku kasihan padamu nyonya, Gerald sudah menikah sedangkan Arsen karena keegoisan Anda ia masih sendiri, lihatlah selama dua tahun Anda gagal membuatnya berpaling dari cintanya,” ejek Nikita.


“Diam kau!” ucap pelan Wina mengertakan giginya menahan diri tidak meledak di depan orang banyak.


Melihat wajah Wina semakin memerah membuat Nikita bersemangat mengganggu mama Arsen.


“Tidak lama lagi Gerald mungkin akan memiliki anak, sedangkan Arsen masih sendiri. Ya ampun! Aku sangat takut dia tidak akan pernah memberikanmu cucu, kau tidak bisa menjadi Oma,” pungkas Nikita menyeringai masih dengan nada mengayun manja namun membuat Wina benar-benar ingin meledak mendengarnya.


“Kau!” geram Wina semakin mengepalkan tangannya ingin rasanya ia melayangkan kepalan tangannya ke arah gadis yang berdiri di sampingnya.


“Jangan marah nyonya tersenyumlah, di sini banyak media yang sedang meliput, Anda sedang berdiri bersama dengan calon menantu Anda. Anda tidak mau kan image, Anda menjadi buruk,” Nikita tertawa puas, rasanya seakan membalas sakit hati yang dulu di perbuat perempuan ini padanya saat ia tidak berdaya.


Wina mengarahkan pandangannya pada seluruh ruangan dan ternyata benar banyak yang melihat ke arah mereka berdua.


“Berhenti mendekati putraku, jangan kau gunakan namanya untuk popularitas,” geram Wina mengertakan giginya.


Arsen telah selesai dengan Gerald, berjalan mendekat pada mereka. Arsen menghela napas panjang menatap tajam pada gadis yang pasti telah membuat mamanya kesal, karena ia tahu Nikita selalu memancing emosi mamanya dengan gaya dan ucapannya yang menyebalkan. Akan tetapi dia hanya diam menikmat Nikita selalu memancing emosi perempuan sombong yang melahirkannya dan ikut mengagumi kehebatan Nikita melawan seorang Wina Raditya yang terhormat selain ibu Sarah yang selalu membuat mamanya begitu meradang.


“Mama!” sapa Arsen berdiri di dekat perempuan yang melahirkannya.


“Ar, berhenti mendekati perempuan licik ini, dia hanya memanfaatkanmu untuk terkenal!” Wina meluapkan kekesalannya pada putra kesayangannya.


“Ma, aku tidak bisa menjauhinya,” jelas Arsen menolak keinginan mamanya baginya walau pun Nikita menyebalkan tetapi dia telah menanggapnya adik yang harus ia lindungi dan membantu. Selain itu Nikita selalu ada untuknya tahu jatuh bangun percintaannya selama ini, hanya Nikita yang tahu dan mengerti isi hatinya bahkan Gerald sahabatnya saja tidak tahu jika ia telah menikah dengan Sarah.


Nikita menarik sudut bibirnya mendengar penolakan Arsen pada mamanya, membuatnya berbangga hati. Nikita mendekat pada pemuda itu melingkarkan sebelah tangannya di pinggang Arsen.


“Manisnya pacarku,” goda Nikita tersenyum puas pada Wina memamerkan kemesraannya di hadapan Wina, raut wajah perempuan itu memerah menahan amarah sangat murka melihat kemesraan mereka.


“Ar tundukkan kepalamu,” pinta Nikita berbisik seraya merangkul pinggang Arsen.


“Kau mau apa?” tanya Arsen ketus.


“Sudah cepat,” desak Nikita.


Arsen mengikuti permintaan Nikita menundukkan kepalanya hingga tinggi badan Arsen sejajar dengan Nikita. Gadis centil ini kemudian memajukan kepalanya mengarahkan pipinya di bibir Arsen.

__ADS_1


Cup ...


Satu kecupan paksa mendarat di pipi Nikita dari Arsen, saat gadis centil itu mengambil kesempatan menempelkan pipinya di bibir Arsen membuat pemuda ini membulatkan matanya, tidak percaya dengan apa yang di lakukan Nikita padanya.


“Apa yang telah kau lakukan,” hardik Arsen belum bisa menguasai terkejutannya ia telah mencium gadis menyebalkan ini.


“Ar demi filmku,” alibi Nikita tersenyum kaku memperlihatkah gigi ratanya, masih membahas film, padahal niatnya hanya untuk membuat wanita yang berada di antara mereka semakin kesal. Nikita mengarahkan pandangannya pada Wina tersenyum kemenangan dan bergeser semakin menempelkan tubuhnya pada Arsen. Bisa Nikita liat jika aura mematikan keluar dari perempuan angkuh yang melihat anaknya di manfaatkan oleh artis menyebalkan ini.


“Kau! Aku bisa di kejar media! Ini pernikahan Gerald!” geram Arsen tatapan matanya seakan ingin menguliti gadis genit yang telah berani menciumnya di depan umum. Manik mata Arsen berputar dan benar saja orang-orang memegang kamera datang menghampiri mereka.


“Tuan Arsen kalian telah terang-terangan melakukan kemesraan, apa Anda juga akan menikah dengan Nikita secepatnya sama seperti Gerald?” tanya salah satu pewarta yang mengerubuni Arsen dan Nikita.


“Nyonya kapan mereka akan menikah?” Wina pun tidak luput dari pertanyaan wartawan.


Suasana sudah tidak bisa di tenangkan lagi akibat sensasi yang di buat oleh Nikita milly, hanya untuk membuat ibu Arsen kesal dan membalas dendam akan rasa sakit yang mereka pendam selama ini.


Dion dan beberapa Pengaman mulai datang mendekat membantu mereka keluar dari kepungan media, Dengan bantuan pengamanan mereka berhasil meninggalkan tempat  itu.


“Dion antara aku pulang!” titah Arsen setelah berhasil keluar dari kepungan wartawan dengan tubuh Dion menjadi tameng, meninggalkan Nikita yang masih melayani pertanyaan karena itu adalah tujuannya.


“Baiklah.”


Arsen telah berhasil meninggalkan acara pernikahan Gerald, kini ia dan Dion telah berada di dalam mobil dalam perjalanan pulang.


“Awas kau Niki! Berani-beraninya kau menciumku!” Arsen berdecak kesal mengusap bibirnya.


Dion memegang kemudi sambil menatap dari kaca spion bagaimana wajah kesal Arsen yang duduk di kursi belakang. “Bos bukannya kau yang menciumnya! Bos menang banyak telah mencium Nikita artis terkenal itu,” ejek Dion menarik sudut bibirnya akan kemarahan Arsen.


“Diam kau! Dia mendekatkan pipinya padaku, memangnya aku suka!” hardik Arsen membuat Dion sudah tidak berani lagi, Arsen benar-benar marah.


“Awas saja nanti jika bertemu denganku! Ku habisi dia!” ancam Arsen mengepalkan tangannya.


“Aneh dia yang nyosor duluan, dia yang marah, sepertinya dia ngak normal, laki-laki mana yang ngak suka sama Nikita. lagi pula aku tidak pernah melihatnya bersama dengan perempuan lain selain Nikita, tapi dari dulu dia tidak suka pada Nikita. Apa benar Ar bukan cowok normal. Selama ini dia hanya terus bersamaku, dia tidak pernah berkencan dengan satu gadis pun, dia selalu menghindari perempuan yang mendekatinya,” batin Dion sang asisten matanya menatap jalan namun pikirannya mengembara pada kehidupan Arsen hingga ia melupakan sesuatu.


Arsen mengernyitkan dahinya saat melihat jalan yang di lalui oleh mobil mewahnya.


“Kau mau mengantarku ke mana?” sentak Arsen membuat  Dion yang memegang kemudi kembali tersadar.


“Pulang bos,” ujar Dion belum menyadari kesalahannya.


Arsen berdecak kesal melihat tingkah asistennya belum berhenti kesal pada Nikita sekarang Dion memancing yang emosinya. “Kau ini benar-benar bodoh! Kau sudah lama bersamaku. Kau lupa ini hari apa? Ini masih giliranku tinggal bersama mamaku!” hardik pemuda ini.


“Ya ampun aku lupa. Ini kan jalan ke rumah papamu. Maaf Ar, aku akan putar balik,” Dion tersenyum pelik menatap dari kaca spion wajah Arsen yang menahan kesal.


“Ya sudah, tanggung udah mau sampai, kali ini aku akan menginap di rumah papaku,” ucap Arsen pasrah menyandarkan badannya di sandaran kursi mobil seraya menghembuskan napas kasar akan kekesalan yang sedang ia hadapi.


Karena ulah asistennya Arsen akhirnya akan menginap di rumah papanya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2