
"Dasar suami gila, aku tau kau itu kaya, tapi kenapa kau slalu mencari masalah dengan ku hah? apa kau belum puas memisahkan aku dengan bunda?" Ujar Lisa saat Jifan sudah pergi dari kamarnya.
******
Jifan langsung pergi ke kantornya untuk menyelesaikan beberapa berkas yang harus dia periksa dan tanda tangani. Setelah 1 jam perjalanan, akhirnya Jifan sampai di kantornya. Dia langsung menuju keruangan nya, namun tiba-tiba, Farah karyawannya itu menghampiri Jifan.
"Siang pak. Tumben dateng nya siang kenapa pak?" tanya Farah ramah.
"Ada urusan, memangnya kenapa?" tanya balik Jifan.
"Oh tidak kenapa-napa pak. Saya permisi dulu ya." pamit Farah sambil tersenyum, sedangkan Jifan hanya menatapnya datar.
Sampai diruangannya Jifan langsung menelpon Azka.
[Azka, cepatlah kekantor, ada yang mau saya bicarakan sama kamu."] ujar Jifan ditelpon.
[Baik pak, saya akan segera kesana.] Jawab Azka disebrang telpon, setelah mendapat jawaban dari Azka, Jifan langsung memutuskan sambungan telponnya.
*****
25menit kemudian Azka sudah sampai di kantor jifan. Saat Azka masuk keruangan Jifan, Azka melihat Jifan sedang duduk termenung sambil melihat ponselnya.
__ADS_1
"Siang pak." sapa Azka pada Jifan.
"Azka, saya ingin kamu menyiapkan segala kebutuhan Lisa dan ibu nya. 5 hari lagi dia akan masuk sekolah. Jadi jangan sampai ada yang tertinggal, mengerti kan?" tanya Jifan.
"Baik pak, saya mengerti." jawab Azka.
"Azka, ada yang ingin saya tanyakan sama kamu!" ujar Jifan sambil menatap tajam kearah Azka.
"Silahkan pak, tanya saja." jawab Azka.
'Astaga, pak Jifan ini kenapa lagi sih? apa saya melakukan kesalahan?' tanya batin Azka.
"Menurutmu, mamahku akan suka tidak sama Lisa?" tanya Jifan.
'Ya tuhan, semoga saya tidak kena semprot. Karena memang yang saya tau Nyonya Eliza itu sikapnya keras dan tidak suka dengan yang berbau kemiskinan.' ucap batin Azka.
"Yang kamu bicarakan itu memang kenyataan, tapi dia sendiri yang menyuruhku untuk menikah. Walau memang sekarang yang aku nikahi itu bukan wanita yang dia pilih." Ujar Jifan termenung.
'Aku takut mamah akan menyingkirkan Lisa, walau aku tidak suka dengan Lisa setidaknya aku harus menepati janjiku yang akan menghidupi seluruh kebutuhan dia dan ibunya.' ucap batin Jifan.
π·π·π·π·π·
__ADS_1
Pov Azka.
Namaku Azka alvaro, umurku 26th. Aku anak dari Pak Handy alvaro. Ayahku dulunya tangan kanan Nyonya Elyza Wijaya, karena sekarang ayahku sudah tidak ada, jadi aku yang menggantikan nya menjadi sekertaris sekaligus asisten Pak Jifan Anggara, anak dari Nyonya Elyza. 2 tahun silam ayahku mengalami kecelakaan saat akan pergi ke bandara, itulah yang membuat ayahku pergi dari dunia ini.
Sebenarnya aku sudah tau semua sifat-sifat Nyonya Elyza dari dulu, dia itu keras kepala, semua perintahnya tidak ada yang boleh dibantah, dia juga tidak suka dengan orang miskin, karna menurut dia orang miskin itu hanya bisa memanfaatkan orang kaya dan hanya ingin enak saja. Itulah yang aku dengar saat kekasih Pak Jifan datang kerumah. Sejak kejadian itu, sifat pak Jifan berubah drastis, dia menjadi playboy dan slalu berkencan dengan wanita-wanita lain. Walau hanya sebatas iseng tapi banyak sekali yang ingin berkencan dengannya.
Pov author.
Jifan masih diam sambil melihat kearah ponselnya. Dia teringat orang yang dulu sangat dia sayangi dan orang paling berharga didalam hidupnya.
"Azka, menurutmu apakah mamahku akan mengusir Lisa?" tanya Jifan.
"Sepertinya begitu pak." jawab Azka.
"Hm... yasudah, nanti kamu boleh langsung pulang saja setelah saya pergi. Malam ini aku akan pergi ke club." Ujar Jifan.
"Baik pak, terus bagaimana dengan Lisa?" tanya Azka.
"Bi Susi akan datang hari ini, jadi dia akan menemani Lisa." jawab Jifan.
####
__ADS_1
Besok aku usahain bakal up lagi, maaf ya hari ini cuma dikitππ