
Arsen masih berdiri mematung di antara Rena dan Nikita, terpukau menatap selembar kertas kado dari istrinya tercinta. Rasa haru terus memenuhi ruang hati, hingga tak terasa cairan bening keluar dari pelupuk mata dan sekali lagi ia menyekanya. Ikatan cintanya pada Sarah akan semakin kuat, karena hadirnya buah cinta mereka. tidak ada alasan lagi untuknya berpisah dengan cintanya. Nikita dan Rena akhirnya mulai menyadari ada yang aneh dengan pemuda tampan itu.
Nikita mengarahkan pandangannya menatap wajah Arsen lekat. “Ar kamu kenapa? Kamu menangis?” tanya Nikita saat melihat manik mata Arsen berkaca-kaca.
Arsen menatap dua wanita pengganggu itu secara bergantian dengan wajah berbinar. “Ini kado dari Ara. Bundaku hamil,” ucap Arsen menyodorkan kertas di tangannya untuk di baca oleh Nikita.
“Hamil!” Kompak Nikita dan Rena menatap Arsen memasang wajah berbinar penuh kebahagiaan, mereka lalu membaca kertas itu bersamaan.
“Ia, kami akan punya anak.” Arsen mengembangkan senyuman.
“Ia Ara hamil,” ucap Rena setelah membaca kerta itu.
“Selamat Ar. Kau akan menjadi ayah. Aku sangat bahagia mendengarnya,” ucap Nikita ikut bahagia dengan kabar yang ia dengar merangkul Rena.
“Ale akan punya teman.” Tambah Rena dengan heboh.
“Aku akan jadi aunty!” Rasanya mereka berdua ingin berteriak sangking girangnya. Dua tetangga pengganggu ini adalah saksi perjalanan cinta Arsen dan Sarah, mendengar Sarah hamil membuat mereka larut akan kebahagiaan dan rasa haru.
Senyuman hilang dari wajah Arsen menatap Nikita dengan wajah sedih akan niatnya mengungkapkan status pernikahannya dengan Sarah. Arsen sadar saat ia mengumumkan jika Nikita bukan pacarnya maka nama Nikita Milly di dunia hiburan akan berdiri sendiri tanpa bantuan namanya lagi.
“Ada apa Ar?” tanya Nikita saat melihat Arsen lagi-lagi murung.
“Nik, aku akan mengumumkan semuanya pada media tentang hubungan kita dan pernikahanku dengan Sarah,” jelas Arsen ia akan memulai kehidupan baru dalam rumah tangganya. Ia sudah tidak ingin menyembunyikan lagi statusnya yang telah memiliki istri.
Nikita menarik sudut bibirnya, mengerti keinginan Arsen dan dampak untuknya jika Arsen berterus terang. “Aku tidak apa-apa Ar.”
“Tapi kariermu, kau sudah tidak bisa memakai hubungan kita lagi sebagai promosi karyamu.”
“Tidak apa-apa Ar, aku juga sudah sangat terkenal walau bukan menjadi pacar Arsen. Aku memiliki bakat dan kemampuan, tenar dengan manamu itu hanya bonus,” tutur Nikita dengan percaya diri akan kemampuannya.
“Ia, Nik aku percaya padamu. Kamu artis berbakat.”
“Dan juga cantik dan seksi,” tambah Nikita dengan gaya centilnya membuat Arsen kembali mendengus menatap malas pada perempuan ini.
“Terima kasih Ar, karena telah memberikanku kesempatan untuk mewujudkan mimpiku,” ucap Nikita dengan tulus dan di balas dengan senyuman oleh Arsen, baginya bertemu tuan jutek ada berkah besar baginya, jika bukan karena Arsen ia pasti masih beralih dari panggung ke panggung lain hanya untuk meniti karier.
Sesuai keinginan sang bos Dion telah mengumpulkan wartawan pencari berita. Nikita dan Arsen pun bersiap untuk mengadakan klarifikasi tentang hubungan mereka.
Arsen dan Nikita duduk berdampingan di hadapan para pewarta yang ramai. Blitz kamera mulai menyorot mereka suasana mulai riuh, rasa penasaran akan informasi yang mereka dapatkan membuat keadaan mulai grasak-grusuk dan saling bertanya-tanya. Arsen memutar pandangannya menatap keadaan sekeliling, di antara orang-orang dan tamu undangan yang terlihat ada sahabatnya Gerald yang baru saja datang bersamaan dengan Wisnu yang juga berdiri di sampingnya, menatap mereka dengan wajah penasaran. Arsen menarik napas dalam tanda ia telah siap memulai aksinya di hadapan semua orang.
“Terima kasih sudah memenuhi undangan saya, terima kasih karena telah hadir dalam pesta ini.” Arsen terhenti sejenak menatap semua orang-orang yang berada di hadapannya.
“Di sini saya dan Nikita akan menjelaskan sesuatu tentang hubungan kami.” Riuh suara pewarta dan tamu undangan semakin penasaran.
“Apa kalian akan memutuskan menikah?” sela salah satu wartawan dan di ikut oleh beberapa orang lainnya.
“Bukan pernikahan kami. Tapi kami ingin menjelaskan, bahwa selama ini saya dan Nikita tidak memiliki hubungan percintaan seperti yang kalian kira. Saya dan Nikita murni hanya berteman saja. Kami akrab dan saling mendukung karena Nikita adalah.” Arsen menjeda sejenak menatap ke arah mamanya yang juga berdiri di sana ia sudah tidak peduli jika pengakuannya ini membuat mamanya murka, lalu menatap Nikita sekilas yang mengangguk yakin. “Nikita adalah sahabat terbaik dari istri saya,” ucap Arsen telah mengeluarkan kata istri.
“Istri.” Suasana bertambah heboh semua yang berada dalam ruangan menjadi tercengang dan semakin bertanya-tanya Ceo tampan yang selama menjadi idaman para wanita ini ternyata telah menikah.
“Ya, Saya mengenal Nikita dari istri saya,” ungkap Arsen menatap jauh pada posisi di mana Wina berdiri terlihat jelas raut wajah Wina penuh dengan amarah.
“Istri Anda telah menikah?” sambar mereka.
“Benar saya telah menikah dua tahun yang lalu, dengan perempuan yang sangat saya sangat cintai. Dia perempuan yang luar biasa, satu-satunya yang bisa menggetarkan hati saya dan bisa menaklukkan seorang Arsen Raditya Hutama,” jelas Arsen dengan senyuman tentang kenyataan jika benar hanya Sarah perempuan yang bisa membuatnya merasakan jatuh cinta.
“Kenapa Anda menyembunyikan pernikahan Anda?”
“Saya menyembunyikan ini semua Karena saya tidak ingin istri saya di publis, privasinya terganggu dan ruang geraknya terbatas, saya ingin dia bebas,” alibi Arsen ia tidak akan mengatakan jika ia menikahi saudara tirinya.
“Siapa perempuan beruntung itu? Anak pemilik perusahaan apa?”
“Saya tidak akan membagi pada media tentang siapa istri saya, tapi saya hanya ingin menjelaskan jika saya dan Nikita hanya berteman. Saya sudah menikah dan memiliki kehidupan rumah tangga yang bahagia. Dan saat ini saya dan istri saya sedang menantikan buah cinta kami hadir ke dunia.”
Wina mengepalkan tangannya bak di sambar petir ia mendengar jika Sarah telah mengandung anak Arsen sungguh ia telah kecolongan. Rasanya ia ingin berlari menghentikan Arsen untuk mengakui semuanya.
__ADS_1
“Istri Anda sedang hamil?”
“Ya kami sedang menunggu pewaris Raditya Hutama,” ucap Arsen menatap wajah mamanya penuh kemurkaan mendengar Sarah telah mengandung anak pewaris dari Arsen.
“Saya rasa semua sudah jelas dan tidak ada yang perlu di bahas lagi. Terima kasih atas kehadirannya.”
Arsen memberi kode pada Dion agar membuat semua wartawan pergi dan tidak mencari berita lagi. Dengan bantuan banyak pengaman yang telah di siapkan pemburu berita itu pun berhasil di singkirkan itulah berita besar yang berhasil mereka dapatkan di acara besar Arsen.
Arsen menarik napas lega akhirnya ia telah mengaku pernikahannya pada semua orang hatinya terasa ringan. sekarang ia ingin pergi menemui orang yang telah memberikan kabar bahagia padanya, namun terhenti saat Gerald berjalan mendekat pada sahabatnya itu.
“Ar ternyata kau sudah menikah? Kau menikah jauh lebih dulu dari aku?” tanya Gerald dengan wajah seakan tidak percaya.
“Ia Ger. Dan sekarang aku menantikan buah hati kami lahir,” ucap Arsen dengan senyum mengembang dan penuh kebanggaan menatap sahabatnya.
“Siapa perempuan itu Ar? Siapa perempuan yang bisa membuatmu menikah?” tanya Gerald ia tahu sahabatnya sangat anti terhadap cinta, karena perceraian orang tuanya.
“Sarah,” jelas Arsen pelan.
Gerald membulatkan mata tercengang rasanya rahangnya ingin jatuh mendengar perempuan yang Arsen nikahi.
“What Sarah? Junior kita di kamus yang paling cantik. Gadis yang menjadi incaranku,” tegas Gerald akan perasaannya pada Sarah. “Kau bilang kau tidak akan suka padanya! Bahkan jika dia perempuan terakhir di bumi.” Gerald masih ingat ucapan sahabatnya dengan jelas.
“Aku salah. Ternyata kau benar dia gadis yang paling cantik, baik, sempurna,” puji Arsen dengan kebanggaan. “Aku sangat mencintainya.”
“Dasar, makanya kalau ngomong jangan asal.” Gerald menarik sudut bibirnya kemudian merangkul sahabatnya.
“Selamat atas pernikahanmu brother. Semoga kau selalu bahagia aku turut senang untukmu. Aku pikir kau tidak akan menikah,” ejek Gerald dia tahu seberapa dinginnya tuan jutek ini pada perempuan.
“Thanks brother semoga kau juga bahagia bersama Susan.”
“Mana dia?”
“Dia tidak ikut, ia sedang mual-mualnya. Ia juga sedang hamil,” ucap Gerald.
Arsen teringat hari di mana Gerald menikah, dia juga kembali bersama Sarah.
Obrolan itu terhenti saat Wina datang menghampiri dengan wajah penuh amarah.
Plak ... satu tamparan keras mendarat di wajah Arsen membuat pemuda itu terhuyung. Gerald yang ada di samping membulatkan matanya. Arsen menatap sekeliling entah sejak kapan ruangan itu telah sepi, mamanya telah membuat semua orang pergi.
“Pergi,” usir Wina menatap dingin pada Gerald, membuat pemuda itu cicit lalu pergi meninggalkan mereka dengan wajah penasaran.
“Apa ini Ar? Kau diam-diam kembali padanya!” hardik Wina dengan penuh amarah ia merasa putranya telah membohonginya.
“Ia, ma. Aku dan Sarah telah kembali bersama dan kali ini kami tidak akan terpisah!” ujar Arsen seraya memegang pipinya yang terasa panas.
“Arsen,” geram Wina.
Plak.
“Berani-beraninya kau bermain di belakang mama. Mama tidak akan membiarkanmu kembali padanya!” murka Wina.
“Aku tidak peduli dengan apa-pun yang akan mama lakukan, aku dan dia tidak akan berpisah lagi. Karena sekarang Ara mengandung anakku.” Tantang Arsen menatap mamanya dengan tatapan tajam.
“Arsen!” teriak Wina dengan putus asa akan keputusan Arsen
“Dulu mama bisa membuatku berpisah, sekarang tidak lagi. sampai mati pun tidak akan berpisah dengan istri dan anakku!” teriak Arsen lalu meninggalkan tempat itu untuk menemui Sarah yang saat ini pasti sangat membutuhkan kehadirannya.
“Arsen kau mau kemana?” tanya Wina panik melihat putranya meninggalkannya.
“Aku ingin menemui istriku,” jelas Arsen dengan penuh penekanan.
“Mama ngak akan membiarkan kamu pergi. Tahan dia,” titah Wina pada penjaga keamanan yang memang telah Wina persiapkan.
Kumpulan laki-laki itu lalu menghalangi langkah Arsen mengunci tubuh Arsen agar tidak pergi.
__ADS_1
“Mama biarkan aku pergi. Jangan halangi jalanku!” teriak Arsen dengan kemurkaan kedua tangannya telah di tarik ke belakang oleh salah satu penjaga mamanya.
“Wina lepaskan Arsen.” Suara laki-laki itu membuat Arsen menarik napas lega, hanya dia yang bisa membebaskannya sekarang.
Wina mengarahkan tatapan tajam pada Wisnu yang tiba-tiba datang mencampuri urusannya.“Tidak aku tidak sudi dia pergi menemui anak perempuan murah ini!” hardik Wina dengan amarah meluap-luap mungkin semua yang harus di salahkan atas semua ini adalah laki-laki yang ada di hadapannya.
“Wina, putra kita sudah bukan anak-anak lagi. Dia sudah dewasa bisa memutuskan tentang hidupnya. Jangan memaksanya lagi menuruti semua keinginanmu,” jelas Wisnu.
“Pa tolong. Aku harus bertemu Ara, dia membutuhkanku, dia sedang mengandung anak kami,” mohon Arsen.
“Kau dengar itu, Sarah sedang mengandung cucu kita,” bujuk Wisnu inilah niatnya sejak dulu Arsen tidak memberi Wina lebih dulu ia ingin Sarah mengandung agar Wina sudah tidak bisa berbuat apa-apa.
“Cih aku tidak sudi mengakui anak itu cucuku!” bentak Wina.
“Suka tidak suka dia adalah darah daging kita, penerus keluar kita,” jelas Wisnu meyakinkan.
“Wina lepaskan dia, atau aku juga akan menggunakan kekerasan juga,” ancam Wisnu dengan tatapan dingin siap memberi titah pada penjaga yang ia bawa.
“Wisnu jangan membela Arsen!” Wina sadar jika mantan suaminya ini lebih berkuasa darinya.
“Dulu aku hanya diam kau memisahkan mereka sekarang tidak lagi. Lepaskan!” bentak Wisnu suaranya meninggi menggelegar menatap semua laki-laki yang menahan Arsen. ia sudah tidak tahan dengan sikap Wina.
Dengan ragu-ragu penjaga itu melepaskan Arsen, mereka tahu siapa yang sedang mereka hadapi
“Terima kasih Pa,” ucap Arsen sambil memijat tangannya yang terasa sakit akibat cengkeraman penjaga mamanya.
“Pulanglah, dia membutuhkanmu,” titah Wisnu masih menatap dingin ke arah Wina.
“Aku pergi dulu.”
Wina mengepalkan tangannya penuh amarah namun ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan Arsen, Wisnu telah ikut membela Arsen dan ia sangat tahu jika mantan suaminya itu sangat berkuasa dan bisa melakukan apa-pun, ia tidak akan berdaya menghadapi Wisnu.
Arsen telah pergi meninggalkan rumah Wina untuk bertemu dengan istrinya tercinta, kali ini ia sudah tidak akan menjalani hidup seperti ini lagi. ia memutuskan akan hanya tinggal dengan keluarganya di rumah yang telah ia persiapkan.
“Bunda tunggu aku, kita akan hidup bersama selamanya tanpa penghalang lagi,” batin Arsen.
Hai, readers sekedar info kita sudah berada di episode-episode akhir dari percintaan tuan jutek. Saat kembali up date nanti saya akan kembali dengan beberapa chapter cerita yang telah end jadi jangan heran dan bingung. Yang penting happy ending Sarah dan Arsennya.
Ini masalah nikita Milly sama Bian author nikahin ngak ya? Atau Bian di simpan aja buat author seorang, soalnya author tuh sayang banget sama Bian sama sayang aku ke Endy yang telah di rebut serena, masa aku ngalah lagi merelakan Bian lagi.
Cocok bangetkan aku jadi mantu bi Odah,Soalnya aku juga pecinta sinetron garis keras sama kaya ibu Odah jadi pas banget...hahahahaha tertawa jahat penuh kemenangan dengan mata memicing tajam lalu bicara dalam hati. akan aku kuasai hartamu.
__ADS_1