
Bab2
"Soal kamu sekolah, kerja dan lain-lain itu saya gak akan melarang kamu. Dan saya bilang ya sama kamu, saya itu masih muda saya masih kuliah S2, jadi STOP panggil saya dengan sebutan OM!!" ucap Jifan kesal.
"Lah suka-suka aku dong om, mau manggil om apa aja," Ujar Lisa sambil mengejek kearah jifan.
"Udah sana keluar! Tapi kamu ingat baik-baik, hari ini juga saya bakal balas semua ulah kamu itu...!!" ancam jifan kesal.
"BODO AMAT OMMM...!!!" jawab Lisa langsung keluar dari ruangan jifan.
'Dasar om-om gila!! dia pikir, dia orang paling kaya gitu? seenaknya aja mainin pernikahan. Apa dia gak tau, pernikahan itu bukan hal yang main-main. Emang ya orang kaya itu bisanya cuma ngehina dan ngerendahin orang doang.' Gerutu Lisa sambil jalan keluar perusahaan itu.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_🌑☘️🌑\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Setelah Lisa pergi dari ruangannya, Jifan langsung menelpon sekretarisnya yang bernama Azka, untuk mencari tau tentang wanita yang baru saja mencaci makinya.
***Telpon
[Hallo ada apa pak?] Tanya Azka disebrang telpon.
[Saya butuh bantuan kamu, tolong kamu cari wanita yang baru saja keluar dari kantor saya. Dia itu anaknya putih, rambutnya panjang, kata nya dia baru kelas 3 SMA dan dia cuma tinggal sama ibunya. Soal foto, saya gak punya foto dia, jadi kamu harus cari dia dengan ciri-ciri yang saya berikan tadi. Mengerti Azka...???] Tanya Jifan pada Azka.
[Iya pak, saya mengerti] Jawab Azka disebrang telpon.
__ADS_1
[Dan satu lagi, saya minta kamu siang ini juga harus dapetin alamat rumahnya] Ucap Jifan langsung mematikan telponnya.
**
Jam menunjukkan pukul 11.30, Azka sudah ada di ruangan jifan, sambil memeriksa berkas-berkas yang jifan minta tadi. Semua tentang Lisa sudah ada diberkas itu, termasuk soal keadaan ekonomi yang sedang dialami keluarganya.
"Ini pak, saya sudah bawa semua berkas tentang wanita yang bapak maksud," ucap Azka sambil menyerahkan sebuah map panjang berwarna coklat. Jifan tidak menjawab ucapan Azka, dia langsung membuka isi map tersebut.
"Azka antar saya kerumah wanita ini" Ujar Jifan pada Azka.
"Siap kak, mari saya antar" jawab Azka ramah.
Mereka keluar dari ruangan Jifan, dan langsung menuju kerumah Lisa. Sampai dirumah Lisa, Azka langsung mengetuk rumah itu.
Tok... Tok... Tok....
"Iya, ada apa ya tuan?" tanya Bu Saskia kaget.
"apa boleh saya masuk?" tanya jifan dingin.
"Boleh tuan, Silahkan masuk, maaf ya rumahnya kecil," jelas bu Saskia.
"Jangan panggil saya tuan bu, umur saya masih muda. Panggil saja Jifan," ujar Jifan pada bu Saskia.
__ADS_1
'Pak Jifan tumben banget ramah kaya gini' batin Azka.
"Eh iya maaf Nak Jifan, kalo boleh tau ada keperluan apa ya nak jifan dateng kesini?" tanya Bu Saskia canggung.
"Saya dateng kesini, cuma mau menyampaikan bahwa saya akan menikahi anak ibu besok," Jawab Jifan datar.
Tiba-tiba Lisa dateng dan langsung mengucapkan salam, "Assalamualaikum bunda," ucap Lisa memasuki rumah.
"Kok ada om disini? om tau darimana rumah aku? om kan aku udah bilang, aku gak mau nikah sama om!" Protes Cinta.
"Harusnya saya yang minta tanggung jawab, tentang omongan kamu itu! kamu mau saya laporin polisi? biar kamu dipenjara karna udah ngehina saya," ancam Jifan.
Bu Saskia yang mendengar ancaman Jifan langsung menuruti keinginan jifan tentang menikahi putrinya itu.
"Nak jifan, ibu minta tolong ya jangan bawa masalah ini ke jalur hukum. Ibu cuma punya Lisa, setelah ayahnya Lisa meninggal. Dan ibu pengen liat Lisa, itu bisa kuliah. Walaupun umur ibu masih bisa dibilang cukup muda, tapi ibu sudah tidak bisa bekerja seperti biasa," Jelas Bu saskia dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ibu tenang saja, semua biaya hidup ibu dan Lisa, saya akan tanggung semuanya. Besok sekertaris saya akan menjemput kamu Lisa, bersiap-siap lah untuk besok." ucap jifan langsung keluar dari rumah cinta.
🌼Pov Lisa
"Bunda Lisa gak mau nikah sama jifan, walau Lisa tau jifan masih muda dan dia orang kaya, tapi Lisa gak akan mau nikah sama dia." protesku pada bunda.
"Sayang... bunda masih bingung. Sebenarnya apa yang terjadi antara kamu sama jifan?" tanya bunda. Akhirnya aku menceritakan semua kejadian saat aku, bertemu dengan jifan.
__ADS_1
"Nah, disitu kamu yang salah Lisa, harusnya kamu bersikap sopan. Kamu gak boleh sampai ngatain dia buta, orang kaya itu slalu berpenampilan menarik dan rapih, gak kaya kita yang suka cuek dengan penampilan." Tutur bunda menasehatiku.
"Tapi dia yang rese bundaaaa.... kenapa bunda malah marah sama lisa?" Protesku pada bunda.