Cerita Cinta Masa SMA

Cerita Cinta Masa SMA
Bab 102


__ADS_3

Seminggu kemudian. Hari liburan telah tiba. Seperti yang telah mereka sepakati bersama, mereka semua akan muncak pada sabtu malam.


4 tenda telah terpasang sempurna. 1 tenda untuk perempuan, 1 tenda untuk tempat barang, dan 2 tenda untuk mereka kaum adam. Jumlah mereka 5 orang jadi lebih baik di pisah menjadi 2 bagian.


Malam telah tiba, waktu menunjukan pukul 19.00.


Nisa, Yola, dan Icha duduk bersila menunggu api unggun yang sedang dibuat.


Fian dan Zen bekerja sama mengumpulkan kayu bakar tadi sore sedangkan malam ini Azam serta Ardan bertugas membuat api unggun.


"Yeay selesai juga" seru Azam girang.


"Lumayan, nggak jelek-jelek amat" timpal Ardan mengamati hasil karyanya.


"Aldo mana sih, lama bener" ucap Fian yang tak sabar menunggu kedatangn sahabatnya.


"Tau tuh, nyasar dimana sih" oceh Zen menopang dagunya.


Mereka semua duduk melingkar, malam ini akan menjadi malam spesial. Malam ini adalah anniversary ke 1 mereka dalam menjalin persahabatan. Semoga ini akan mempererat hubungan mereka semua.


"Al kita mau kemana si?" tanya Filla yang penasaran karena matanya ditutup kain. Tangannya teracung ke depan, meraba raba udara kosong di depannya agar tai menabrak suatu benda.


"Bentar lagi nyampe kok" jawab Aldo telaten menuntun Filla yang berjalan patah-patah.


"Nah udah sampe" ucap Aldo menghentikan gerakan tubuh Filla yang masih akan melangkah.


"Ini dimana si Al" balas Filla mengelus lengannya. Jawa senyam membuat bulu kuduknya merinding.


"Lo liat aja sendiri"


"Boleh gue buka?" seru Filla menyakinkan.


"Iyah"

__ADS_1


Filla perlahan melepas tutup matanya. Matanya mengerjap ngerjap menyesuaikan cahaya disekiitarnya.


Filla mengucek matanya, memastikan dirinya tak salah lihat


"Al, ini..." ucap Filla lirih. Ia masih tak percaya bahwa di depan sana semua sahabatnya sedang berkumpul duduk melingkar.


"Iya, mereka semua adalah sahabat kita" jelas Aldo.


"Tapi Al" jawab Filla cemas. Bagaimana nanti jika mereka menolak kehadirannya.


Aldo perlahan menuntun Filla mendekat.


"Hai gaes gue udha dateng nih, nggak ada yang mau nyanyiin gue selamat datang?" cibir Aldo mencairkan suasana.


"Mendadak gue lupa lirik, pesona cewek lo bikin gue lupa segalanya" sahut Fian


Filla tertawa kecil, mungkinkah mereka akan menerimanya?.


"Nimbrung aja lo Ar" jawab Fian manyun.


"Sini Fil, duduk deket abang biar nggak digodain" lanjut Fian gencar menggoda Filla.


Aldo mengangkat tinjunya di depan wajah Fian.


"Mau ini nggak?" ucap Aldo tajam.


"Heheh mau yang disebelah lo" jawab Fian santai.


"Nyali lo boleh juga Yan" sambung Nisa tertawa ngakak melihat ekspresi kesal Aldo.


"Ati-ati Al, nanti cewek lo diembat sama Fian kek doi" timpal Zen melirik Icha.


"Sini Fil duduk bareng gue dijamin Aman" sambung Icha melambaikan tangannya.

__ADS_1


Filla menatap Aldo sekilas. Ia masih ragu.


Aldo menuntun Filla untuk duduk dekat Icha.


"Gue disini, lo tenang aja yah" bisik Aldo lembut.


Filla menggengam tangan Aldo erat.


"Kita semua udah maafin lo Fil, kita ulang semuanya dari awal" ucap Yola tersenyum tulus.


Filla menyunggingkan senyumnya, bibirnya masih kelu hendak ikut menyahuti.


"Kita semua sahabat dan selamanya bakal tetap jadi sahabat" imbuh Nisa mengepalkan tangannya diudara.


"Makasi All, gue akan berusaha menjadi pribadi yang kebih baik lagi. Gue minta bimbingan kalian semua" tutur Filla dengan mata berkaca-kaca. Aldo mengelus punggung Filla yang mulai bergetar.


"Jadikan masa lalu sebagai pembelajaran. Jadikan masa depan menjadi kehidupan yang lebih baik" sambung Azam.


Semuanya saling merangkul satu sama lain. Malam ini menjadi saksi bisu betapa romantisnya hubungan persahabatan mereka.


Sahabat yang baik, mereka yang tak lelah mengingatkan jika ada yang kesalahan diantara mereka, senatiasa mengajaknya dalam kebaikan dan selalu melangkah bersama dalam suka maupun duka.


~ Tammat~


Quotes hari ini:


Jadilah manusia yang baik, agar dipertemukan dengan orang-orang baik ~Annisa Meylin Cyla~


Percayalah, bahagia tak selalu berawal dari tawa, bisa saja dari luka yang akan menjadi bahagia tak terduga nantinya ~Icha Andala Claire


Jangan terlalu fokus mengejar orang lain, sampai kamu buta dengan seseorang yang justru tengah berjuang untukmu ~Yola Anatasya


Ikhlaskan saja seseoran yang belum menjadi milikmu. Jika kalian berjodoh, takdir punya seribu cara untuk mempertemukan kembali ~Nafilla Amalia.

__ADS_1


__ADS_2