Cerita Cinta Masa SMA

Cerita Cinta Masa SMA
Bab 18 Agenda Hari sabtu


__ADS_3

"okey selesai" Filla membuka suaranya.


"Masih kurang berapa soal lagi?" lanjutnya.


"Satu soal lagi nih" jawab Yola antusias, kepalanya sudah terasa pening.


Filla membaca soal dibuku paketnya sendiri, beberapa menit kemudian ia menyilangkan salah salah satu jawaban yang dianggapnya benar.


"Udah nih, lo liat dulu kalo setuju langsung lo salin dilembar jawaban".


Yola melihat option jawaban yang disilang Filla. Icha pun ikut melirik sekilas.


Icha hanya manggut manggut setuju dengan jawaban Filla, ia juga merasa pendapatnya sama.


"Lo yakin jawabnnya D?, menurut gue sih yang A" sergah Yola.


"Gue nggak yakin juga sih, tapi feeling gue bilang kalo yang D" ucap Filla sambil memerkan gigi putihnya.


"Kalo cuma feeling sih, mending gue silang indah aja"


"Udah yang D aja gue juga setuju kok" timpal Icha, dia lebih pro pada jawaban Filla.


"Dua banding satu, Fix jawab yang D" potong Filla cepat, ia sudah lelah. 10 menit lagi waktunya akan habis, ia membereskan peralatan alat tulisnya bersiap pulang.


"Nis lo udah selesai?"


"Udah kok Cha" Nisa memberikan tanda titik dikalimat terakhir cerpen buatannya, menandakan ceritanya sudah selesai.


Yola terpaksa mengalah mengikuti pendapat kedua temannya. Ia segera menyalin jawaban dibuku paketnya ke dalam lembar jawaban.


"Besok weekend, acara lo mau ngapain?"


Hening. Tidak ada yang menanggapi pertanyaan Yola.


"Woyy!! lo semua kompak banget dalam mode bud*g" ucap Yola sedikit kesal pertanyaannya hanya dianggap angin lalu.


"Disini ada tiga orang, lo nanya sama siapa sih?" tegas Filla.


"Ya lo bertiga lah"


"Lo kan bisa sebutin nama" Nisa ikut nimbrung, menjawab pertanyaan Yola yang terasa ambigu.


"Keburu waktunya abis kalo gue sebut nama lo satu satu, emang lo nggak sadar nama lo lebih panjang dari pada gerbong kereta?" cecar Yola.


ICha menghembuskan nafasnya dengan berat


"Gue sih mau bantu nyokap bersih bersih rumah" ucapnya tanpa basa basi. Energinya sudah terkuras saat mengerjakan soal pilgan tadi.


"Kalo lo Nis?"


"Gue mah mau jalan jalan dong"

__ADS_1


"Lo mau jalan jalan kemana? kok nggak ngajak kita?"


"Boleh kok, kalo mau" jawab Nisa tanpa pikir panjang.


"Gue ikut yah?"


"Hmm"


"Btw, mau jalan jalan kemana?"


"Ke pulau pulau kapuk"


"Nisaaa!!" teriak Yola, mukanya memanas menahan malu.


Fila tertawa dengan keras. Bagaimana mungkin seorang Nisa bisa dipercaya begitu saja.


"Emang gue salah?" Nisa tak peduli dengan wajah tertekuk Yola, dia memasukan peralatan tulisnya ke dalam tas. Ia merasa penat sekali hari ini, ingin segera pulang dan istirahat.


Yola hanya diam, menyesal telah percaya dengan Nisa. Yola menarik napasnya kuat kuat, menghembuskannya dalam sekali hentakan.


"Kalo lo Fil?"


"Gue mah kaum rebahan bisa apa, ya jelas rebahan lah"


Yola berdecak pelan.


"Kalo gue mau ajak jalan lo semua mau nggak?


"Ya ampun Nis, gue ngajak jalan beneran bukan jalan jalan ke pulau kapuk" sergah Yola. Ia mengepalkan kedua tanganya kuat, geregetan dengan sikap Nisa.


"Oooo" Nisa membulatkan mulutnya.


"Gimana pada mau nggak?"


"Mau jalan jalan kemana?, jangan bilang kalo ke pulai kapuk juga" timpal Filla, dirinya tidak mau bernasib sama dengan Yola yang Di php Nisa


"Ya enggak la, gue serius mau ngajak lo jalan"


"iya, tapi mau kemana?"


"Gue mau ngajakin kalian semua ke butik"


"Hah? butik?, gue nggak salah dengerkan? mau ngapain coba kesana?" tanya Nisa beruntun. mewakili rasa penasaran teman temannya yang lain.


"Iya butik, gue pengen beli dress couple sama kalian" jawab Yola santai.


"Beli dress? dalam rangka apa?"


"Buat kenang kenangan aja"


"kenapa harus dress, kan bisa beli yang lain? cecar Nisa masih penasaran.

__ADS_1


"Gue mau beli dress Nis" ucap Yola ngotot.


"Buat apaan beli dress Yola, emang kita mau ngapain?" Filla memegang perutnya yang mulai terasa sakit, disiang bolong begini Yola tiba tiba ingin beli dress? Yola nggak lagi ngidamkan? pikirnya.


"Mauu....." jawaban Yola mengambang, dia tidak mungkin memberitau alasan yang sebenarnya.


"Mau apa?" Nisa semakin penasaran.


"Mau beli aja" sahutnya tidak nyambung.


"Kita beli baju yang lain aja La, kalo beli dress mau dipake acara apaan? Icha memberikan sarannya yang lebih logis.


"Mau ke pesta lah". Yola menutupi bibirnya dengan kedua tangannya, kelepasan berbicara.


"Pesta?" jawab Nisa dan Filla kompak, dahi keduanya berkerut bersamaan.


"Pesta siapa?" tanya Icha yang juga penasaran.


"La?" Filla mengerakan lengan Yola perlahan, tubuh sahabatnya mendadak kaku. Yola mati kutu, bingung harus menjelaskan darimana.


Suasana menegang, Yola belum membuka suaranya. Bel tanda pulang sekolah sudah sejak tadi berbunyi, tetapi mereka masih asyik bercengkerama melupakan rasa lelah ditubuhnya.


"Sebenarnya, kemaren tuh gue nggak sengaja liat profil Aldo di Fb, gue liat kalo besok hari minggu dia ultah, siapa tau aja kita diundang" papar Yola hati hati, tentu saja dia berbohong Aldo adalah sepupunya tentu saja dia mengetahui rencana Aldo yang akan merayakan pesta ulang tahunnya.


Yola belum siap membeberkan identitasnya, ia tidak ingin membuat teman temannya syok. Lagi pula mau dirinya bersepupu atau tidak dengan Aldo, bukankah itu tidak berpengaruh dalam pershabatannya? pikir Yola pendek.


"Nama akun Fb Aldo apa? tanya Filla yang salfok dengan akun sosmed Aldo.


Ingin Yola menjitak kepala Filla yang melenceng dari pembahasan, tetapi diurungkan. Lebih baik Filla bertanya seperti itu dari pada mencurigai penjelasan bodohnya.


"Nanti gue kasi tau, sekarang lo setuju nggak kalo kita beli dress buat persiapan kalo diundang?"


"Gue sih yess" tegas Filla


"Lo yakin Aldo bakal ngundang kita?" tanya Icha hati-hati, tidak ingin memancing kecurigaan dari temannya jika dia juga diam diam menaruh harap.


Berbeda dengan Filla yang percaya diri Nisa malah tidak yakin dengan asumsi Yola.


"Jangan GR dulu deh nanti kalo ngga diundang sakit hati sendiri kan?"


"Gue yakin kita bakal diundang" Yola bersikeras menyakinkan para sahabatnya. Ia yakin seratus persen akan diundang Aldo yang masih bersepupu dengannya. tentu Yola tidak ingin menikmati kebahagiaannya sendiri, ia ingin membagikan momen bahagia keluarganya dengan sahabat dekatnya.


"Kita berdoa yang baik aja Nis, siapa tau Aldo beneran ngundang kita?" ungkap Filla penuh percaya diri.


Nisa menganggukan kepalanya, pasrah. Menentang dua sahabatnya yang keras kepala tidak akan membuahkan hasil.


"Lo gimana Cha? setuju?"


"Gue ngikut aja La"


"Sip. Nanti malem kita bahas lagi di grup".

__ADS_1


"Sekarang kita pulang yuk" Ucap Filla mengakhiri percakapannya. Serempak mereka berdiri meninggalkan kelas yang sudah sejak tadi sepi. Semua penghuni kelas telah pulang menuju rumahnya masing-masing, menyisakan empat sekawan yang kini juga beranjak pulang.


__ADS_2