Cerita Cinta Masa SMA

Cerita Cinta Masa SMA
Bab 59


__ADS_3

Keesokan paginya....


Nisa bersiap untuk berangkat ke sekolah. Tidak ada lagi gundah gulana, beban didadanya telah lenyap karena nasihat Mamanya telah menyejukan hatinya.



Visualnya Nisa๐Ÿ˜‰


"Pagi Ma" sapa Nisa ceria pada Dian.


"Pagi juga sayang" sambut Dian seraya mengecup kening Nisa.


"Nisa berangkat dulu ya Ma" pamit Nisa.


"Tumben berangkat awal? mau ngerjain PR?"


"Aiss Mama, su'udzon banget sama anak sendiri" gerutu Nisa mencebikan bibirnya.


"Terus kenapa dong?" tanya Dian kepo.


"Ya nggak kenapa-napa, cuma pengen aja"


"Dih nggak jelas, ya udah sana hati-hati"


"Mama nggak nyuruh Nisa sarapan dulu?"


"Emang mau?" ucap Dian balik bertanya.


"Enggak si" Nisa nyengir kuda.


"Nah kan Mama juga tau" Dian lantas mengambil kotak makan, menyiapkan bekal untuk Nisa sebagai pengganti sarapan. Tangannya cekatan mengolesi roti tawar dengan selai cokelat kacang.


"Makasi Ma" ucap Nisa saat menerima kotak bekal dari Dian.


"Kembali Kasih Nisa" Dian mencolek pipi Nisa.


"Udah gatel pengen nyuci baju ya Ma, sampe pipi Nisa disamain sabun colek"


"Pengen nyuci otak kamu biar nggak gesrek"


"Yeee Nisa masih normal kok"


"Udah gih berangkat"


"Ngusir nih?" cibir Nisa.


"Ya enggak la, biar nggak telat gara-gara kebanyakan ngobrol"


"Hmm ya udah Nisa brangkat dulu, Assalammu'alaikum Mama cantik" ulang Nisa berpamitan pada Dian.


"Wa'alaikumsalam Annisa bawel"


" Daaaah" Nisa melambaikan tangan menuju ke beranda depan.


"Eh Nisa kamu mau berangkat sama siapa?" teriak Dian mengingat sesuatu.


Nisa berhenti melangkah, berbalik mendekati Dian.


"Sendiri Ma, kenapa?"


"Abang ganteng kemana?"


"Kan Mama bilang nggak boleh mainin anak orang, ya udah Nisa larang Azam jemput Nisa"


"Ooo ya udah deh bagus kalau gitu"


"Iya, Masih ada yang ditanyain lagi Ma?"


"Enggak"


"Beneran nih? nanti Nisa nggak mau balik lagi"


"Iya"


Nisa pun melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.


"Nisaaa" teriak Dian lagi.


"Ada yang ketinggalan"


"Apa Ma? Nisa kan udah bilang Nisa nggak mau balik lagi"


"Uang saku kamu, serius nggak mau?" Dian pun meletakan kembali lembaran ratusan rupiahny ke dalam dompetnya.


"Eeeh iya Ma, Nisa balik" seru Nisa tergesa berbalik arah.


"Tadi bilangnya nggak mau? nggak konsisten nih" sindir Dian.


"Hehhe nggak baik lho mengabaikan panggilan orang tua, Nisa nggak mau jadi anak durhaka nanti kalo masuk neraka gimana? hiii serem" elak Nisa.


"Pinter banget ngeles"


"Kan udah tobat Ma


"Sekarang tobat nanti maksiat lagi"

__ADS_1


"Namanya juga manusia"


"Udah sana berangkat" ucap Dian.


"Iya..iya. Daaaah Ma". Nisa pun melanjutkan langkahnya yang tertunda.


******


Sesampainya disekolah.


Nisa meletakan tas punggungnya di meja, hendak menjadikannya sebagai alas tidur. Suasana kelas masih sepi hanya ada beberapa siswa yang baru datang termasuk Nisa dan Icha.


Nisa baru saja akan memejamkan matanya, namun ingatanya kembali pada sampah yang belum dibuangnya kemarin. Ia pun mengalah untuk membuangnya terlebih dahulu.


Nisa mengerutkan keningnya saat tangannya tak sengaja memyentuh benda kotak dari laci mejanya. Ia pun menarik keluar karena tidak asing dengan bentuk dan ukuran benda tersebut.


"Lagi?" batin Nisa saat melihat cokelat batangan dari laci mejanya.


"Cha" panggil Nisa sambil memutar badannya ke belakang.


"Iya Nis?" balas Icha yang duduk dibelakang meja Nisa.


"Nih buat lo" Nisa pun mengulurkan sebatang cokelat pada Icha.


"Kenapa buat gue Nis?" tanya Icha bingung.


"Dari fans lo"


"Siapa?"


"Zen" jawab Nisa cuek.


"Zen? anak kelas sebelah?" ucap Icha memperjelas.


"He.em"


"Kok bisa sama lo?"


"Dia nitip ke gue buat lo"


"Jadi yang kemaren ditas gue dari dia juga?"


"Iya" jawab Nisa cuek.


"Waaah , bilangin makasih ya Nis" seru Icha senang, matanya berbinar-binar.


"Siap say"


Nisa pun berbalik kembali menghadap mejanya. Mengambil ponsel dari tasnya, mengecek notifik pesan sebelum bersiap tidur.


Nisa menguap lebar, saat tidak melihat notififaksi apa pun. Ia berniat menyimpannya di laci, namun lagi-lagi Nisa menemukan benda yang sama.


"Apa mungkin buat gue?" tebak Nisa yang ingat kemarin Zen juga memberinyan cokelat yang sama dengan Icha, hanya saja ukurannya berbeda. Cokelat yang diberikan Nisa lebih kecil dari pada milik Icha.


"Tapi wait, kenapa ada suratnya juga?" Nisa yang penasaran pun membuka kertas kecil yang diselipkan pada pita kecil yang diikat pada coklat tersebut.


Nisa membaca perlahan.


"Selamat pagi Cinta, semoga hari mu menyenangkan ๐Ÿ˜˜"


Mata Nisa memanas saat selesai membaca tulisan itu, berbagai perasaan bergejolak dihatinya. Kecewa, kesal, marah, perih, bercampur aduk. Nisa mengenali tulisan itu, tulisan yang rapi dan ditulis kecil-kecil siapa lagi jika bukan Aldo.


Filla mendengus kasar saat melihat Nisa yang memangku cokelat dirok osisnya.


"Buat lo Fil, dari Aldo" ucap Nisa lirih saat menyerahkan cokelat itu.


"Kalo udah tau buat gue kenapa lo ambil?" ketus Filla sinis, meski matanya berbinar bahagia.


"Itu tadi di laci meja gue, kayaknya dia salah tempat" jelas Nisa.


"Oh" jawab Filla pendek. Filla yang baru masuk ke kelasnya langsung ke luar lagi, menuju kelas X IPS 2.


"Al makasih ya coklatnya" ucap Filla setelah sampai di meja Aldo.


"Cokelat?"


"Cikelat apa?"


"Lo kan yang naruh coklat di laci meja"


"Iya, terus?"


"Buat gue kan? makasi yah" ucap Filla sambil mengelus pipi Aldo.


Aldo membisu ditempatnya, merasa ada yang keliru. Ia mencerna baik-baik kalimat Filla.


"Gue balik kelas dulu, udah mau masuk nih. Nanti istirahat bareng gue yah" ucap Filla berpamitan.


Aldo tidak menyabuti, pikirannya berkelana kemana-mana. Filla pun segera berlalu tidak peduli pada Aldo yang masih mematung yang terpenting Ia telah mengucapkan terima kasih.


"Al lo serius?" tanya Zen kaget dengan penuturan Filla.


"Kuping gue nggak lagi konslet kan?" seru Fian yang juga mendenar ucapan Filla.


Ardan berdecak kesal melihat Aldo yang memantung.

__ADS_1


"Al jawab" Ardan menggebrak meja Aldo keras.


"ENGGAK, INI CUMA SALAH PAHAM" teriak Aldo nyaring. Ia lantas berdiri untuk menemui Nisa. Namun sayangnya seorang guru mapel jam pertama telah masuk kekelasnya. Mau tak mau Ia harus menunda niatnya dulu.


Pelajaran pun di mulai, Aldo berusaha fokus untuk mengikuti pelajaran. Namun konsentrasi masih terfokus pada ucapan Filla, membuat semua penerangan guru didepan sana seperti angin lalu.


5 menit sebelum jam istirahat, Aldo semakin gusat tidak sabar untuk menemui Nisa.


Teeeeet...teeeet...teeet...


Tepat saat Bu Ratna keluar, Aldo dengan sigap mengekor dibelakangnya berjalan menuju X IPS 3. Aldo menatap tajam Nisa yang sedang membereskan peralatan tulisnya.


"Ikut gue" ucap Aldo dingin sambil menarik paksa tangan Nisa.


"Eh kenapa si lo Al" seru Nisa yang terkejut dengan kemunculan Aldo. Ia kelimpungan menyeimbangkan langkah kaki Aldo.


Aldo tetap membisu, hingga mereka sampai dibelakang sekolah.


"Maksud lo apa sih Nis?" tanya Aldo gusar.


"Apaan sih? harusnya gue yang tanya apa maksud lo narik-narik gue?"


"Kenapa gue narik lo? coba lo jelasin kenapa lo ngasih coklat itu ke Filla?".


"Ya karna emang itu buat Filla kan?"


"Kenapa bisa lo seyakin itu? gue yakin tadi gue meletakan coklat itu dilaci meja lo" sergah Aldo gusar.


"kalo lo nggak mau nerima, lo bisa buang atau lo balikin coklat itu gue kenapa lo kasi ke semarang orang hah?" tanya Aldo dengan nada meninggi.


"Gue udah ngasi ke orang yang tepat"


"Nis gue ngasi buat lo".


"Mana gue tau" jawab Nisa ketus.


"jelas jelas gue letakin dimeja lo, apa masih kurang jelas?"


"Gue punya nama, ada lo nulis nama gue? Lo nulis surat tanpa namakan?" cecar Nisa sengit.


" Lagian kan lo deket sama Filla. Enggak salah dong gue ngasi itu buat Filla. Lo nuliss surat tanpa namakan?" sambung Nisa.


"Nis lo salah paham gue nggak ada apa-apa sama Filla"


"terserah itu buka urusan gue"


"Gue bisa jelasin semuanya Nis"


"Semuanya udah jelas kok, gue cukup sadar diri"


"Semua yang lo liat nggak seperti apa yang ko pikirkan" Aldo memegang tangan Nisa,


"Gue cuma sebates temen sama Filla, kalo lo bikang gue deket sama Filla itu salah Filla yang deketin gue" imbuhnya.


"Tapi lo mau kan? ya udah apa lagi yang mau dipermasalahin?"


"Gue cuma nggak mau nyakitin dia, gue nggak nolak dia karena gue menghargai usaha dia. Udah itu aja" papar Aldo lirih, Ia menatap Nisa lekat-lekat berusaha menyakinkan.


"Lo nggak mau nyakitin dia tapi lo tega nyakitin perasaan gue?" Nisa tersenyum getir saat selesai mengucapkan kalimatnya, hatinya sudah terlalu sesak menahan semua gejolak di dadanya.


"Nis gue minta maaf, gue nggak bermaksud nyakitin lo"


"Bisa nggak, lo sedikit aja jaga perasaan gue" ucap Nisa lirih, air matanya kini sudah menerobos keluar.


Aldo menelan salivanya susah payah, tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini.


"Gue janji gue bakal memperbaiki semuanya"


"Gampang banget lo ngomong, lo pikir gue masih nerima lo?"


"Gue tau lo masih cinta sama gue, please kasih gue kesempatan sekali lagi"


"Gue emang masih cinta sama lo, tapi itu kemarin bukan sekarang"


"Nis please maafin gue"


"Apa belum cukup lo nyakitin gue? lo pergi tanpa penjelasan apa pun ke gue dan sekarang saat gue masih berharap sama lo, tapi lo malah main-main sama cewek lain" Nisa mengusap kasar sudut matanya.


" Hati nurani lo dimana si? hati lo boleh mati tapi tolong pake otak lo buat mikir, gimana kalo ibu lo yang diposisi gue? apa lo terima?" tambahnya.


"Gue tau gue salah, gue bodoh banget nggak bisa tegas sama Filla, maafin gue"


"Gue maafin lo, tapi bukan karna gue mau balik sama lo. Tapi karna orang tua gue nggak pernah ngajarin gue buat bales dendam"


Aldo menghela napas, lega mendengar Nisa yang mau memaafkannya meski hatinya sekarang terasa sakit mendapati fakta Nisa yang kini membencinya.


"Satu pesen gue, manusia nggak bisa kembali ke masa lalu. Kalo lo mau memperbaiki semuanya, perbaiki di masa depan, jangan lo ulangi kesalahan yang sama"


Aldo memgamgguk lemah, air matanya perlahan turun merutuki kebodohannya selama ini. Ia berjanji dalam hatinya, Ia pasti bisa mendapatkan hati Nisa kembali.


*Bersambung.


Visualnya Filla:


__ADS_1



Happy readings gaes๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š


__ADS_2