Cerita Cinta Masa SMA

Cerita Cinta Masa SMA
Bab 9 Penghuni geng somplak


__ADS_3

X IPS 2.


Aldo diam mendengar candaan receh teman temannya. Ia menikmati kebersaman ini, mengenang masa masa SMP nya dulu. Seiring berjalannya waktu kebersamaan mereka tidak punah justu semakin lengket. Bahkan gengnya semakin tenar dikalangan siswa siswi lainnya.


Tabiat teman temannya sama sekali tidak ada yang berubah, selalu ada saja bahan gibahan mereka, mengalahkan emak emak yang sedang menggosipkan tetangga.


Meskipun karakter mereka berbeda, tetapi bila diajak bergibah pasti selalu nyambung. Keempat sahabat itu telah membentuk geng, diketuai oleh Aldo. Meskipun anggota geng ini memiliki wajah tampan seperti Oppa Oppa Korea tapi mereka lebih dikenal sebagai geng somplak karena kekocakan mereka.


Aldo melihat sahabatnya satu persatu.


Fianata Alwani Chaerul. Biasa disapa Fian. Ia memiliki suara yang cetar membahana, meluluhkan setiap wanita yang mendengar rayuannya.


Pencinta dangdut yang satu ini paling suka ceplas ceplos, membuat orang orang disekitarnya terkadang kesal dengan kepolosannya.Sifatnya sedikit alay, yang terkesan manja. Pandai merayu, entah sudah berapa banyak gadis yang terjerat rayuannya. Fian tipikal cowo baper, fakta ini membuat Aldo bergidik ngeri saat bersamanya takut jika Fian akan naksir dirinya.


Aldo mengalihkan matanya menuju Ardan, yang memiliki nama panjang Ardan Muliadana. Tapi sayang, hatinya tidak semulia namanya, sifatnya lebih mengarah ke iblis. Ardan memiliki hobi yang membuat cewek cewek melongo cantik saat ia beraksi melancarkan hoby.


Cowok kuning langsat ini hoby membaca buku, Julukan kutu buku sudah melekat padanya sedari kecil. Jangan husnudzon dulu tentang hoby Ardan, meskipun rajin membaca lantas tak membuatnya berotak encer. Ia bahkan salah satu orang terlola di anggota geng somplak. Ia hanya gemar membaca novel atau hal lainya yang berbau cerita terutama genre horor. Jangan tanyakan bagaimana nasib buku pelajaran yang dimilikinya, seperti buku tiri, masih mulus karena Fian jarang menyentuhkan, Ia berfikir tidak ingin mengkhianati Novel kesayangannya.


Kemudian ada Zen yang duduk di depan bangku Ardan. Zen Arsyaf Yuswi. Dia merupakan tipe orang yang irit bicara. Wajahnya yang imut membuatnya paling banyak diminati mahkluk bergincu.Tutur bahasanya yang sopan dan lemah lembut menjadi nilai plus tersendiri untuknya.


Terakhir Aldo menunjuk dirinya sendiri. Aldo Ganesta. Cowok paling cupu diantara lainnya. Dia sendiri bingung bagaimana bisa cowok cupu kecantol digeng somplak yang notaben cowoknya cool.


Sekarang dia sudah bermetamorfosis menjadi cowok ganteng tingkat dewa. Dulunya yang dibully karena wajah cupunya sekarang justru banyak yang tergila gila padanya. Aldo memutuskan nomaden, berpindah dari SMA mandala ke SMA Nusa Bhakti.


Brakk.


Suara buku yang terjatuh memutus lamunan Aldo. Seorang guru baru saja menjatuhkan buku panduan mengajar miliknya. Bu ratna segera mengambilnya.


"Selamat pagi Bu" ucap siswa kelas X IPS 2 secara serempak.


"Selamat pagi" sambutnya ramah.


MENELUSURI PERADABAN AWAL DI KEPULAUAN INDONESIA

__ADS_1


Bu Ratna menuliskan materi yang akan di terangkannya pada papan tulis.


" Buka buku paket halaman 4, dengarkan baik baik penjelasan materi yang akan Ibu sampaikan. Silahkan catat materi yang menurut kalian penting" Bu Ratna memberi intruksi panjang lebar.


Suasana lenggang, hanya terdengar suara Bu Ratna Ia berusaha menerangkan materi secara detail. Bla..bla.bla.


"Apakah ada yang ingin ditanyakan? Bu Ratna memberikan kesempatan untuk sesi tanya jawab.


Hening. Tak ada seorang yang bertanya. Sebagian siswa masih sibuk menyalin catatan dari papan tulis, beberapa lainnya malah asyik mengobrol.


Bu Ratna melirik jam dinding, sebentar lagi jam mata pelajarannya akan habis.


"Baiklah jika memang tidak ada yang hendak ditanyakan, Ibu akan mengakhiri pembelajaran sampai disini. Jangan lupa pertemuan yang akan datang serahkan rangkuman kalian tentang materi yang tadi belum dijelaskan. Mulai halaman 12-20 "


"Selamat siang anak-anak" ucap Bu Ratna mengakhiri pertemuannya.


"Siang Bu" ucap mereka serempak.


tett . teet...teet..


Aldo mengemasi buku-bukunya, memasukkan kedalam tas miliknya. Meletakan kedua tanganya dengan posisi atas bawah pada mejanya, menjadikannya sebagai alas tempat ia tidur.


Fian bersiap pergi ke kantin, ia membalikan badannya menghadap Aldo dan Ardan yang duduk tepat dibelakangnya.


"Lo ngapain masih duduk disitu?" tanya Fian


"Nggak mau pergi kekantin?".


"Nanti gue nyusul, gue masih harus nyalin catatan nih" ucap Ardan lirih. Matanya menatap awas papan tulis.


" Nggak nyangka yah lo nggak cuma lola (loading lama) tapi juga menulis aja juga lama" decak Fian kagum.


"Jangan jangan lo nanti juga jodoh sama Yola " imbuh Fian. Meskipun berbeda kelas dengan Yola, siapa sih yang tidak mengenal Yola? siswa tercantik disekolah periode siswa baru angkatan Fian. Untuk ukuran buaya darat seperti Fian update primadona sekolah penting baginya.

__ADS_1


"Lola Yola, Kayaknya cocok" Fian beragumntasi.


"Yola?" Ardan menggerutkan keningnya. Tidak paham. berbeda dengan Fian, Ardan justru kudet masalah perempuan. Baginya dia sudah memiliki kekasih yang dicintainya setengah mati, siapa lagi jika bukan novel kesayangannya.


Fian menggarukkan kepalanya yang tidak gatal, ia lupa jika membicarakan doi dengan Ardan sama saja mendekatkan dua magnet yang memiliki muatan arus sama negatif, tidak akan nyambung.


Fian mengetuk kepala Aldo pelan. Aldo tak bergeming hanya suaranya saja yang terdengar.


"Sorry, gue mau tidur ngantuk". Aldo membenarkan posisi tidurnya. Ia. merasa tidak nyaman dengan sentuhan Fian. Bulu kuduknya tiba tiba merinding.


Fian mengelus dadanya dirinya dua kali ditolak, Dasar duo AA yang tidak punya hati pikirnya.


Harapannya kini tertuju pada Zen yang duduk disampingnya. Fian menatap speechless Zen.


"Please"


Zen mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju, irit bicara. kemudian berjalan mendahului, tanpa membalas tatapanya Zen yang membuatnya ill feel.


"Uuh jadi sayang deh akoh" ucap Fian tangannya hendak memeluk Zen dari belakang.


Zen menangkis perlahan, kemudian berlari menjauh. Zen tak habis pikir bagaimana bisa banyak cewek menggilai Fian yang menurut mereka terlihat macho dimata mereka.


Zen bahkan menganggap Fian lelaki jadi jadian. Bukan siluman ular atau semacamnya tapi siluman bencong.


Ardan menutup bukunya." Akhirnya selesai juga" ungkap Ardan merasa lega. Ia pun menyusul Fian dan Zen meninggalkan Aldo seorang diri. Ia enggan membangunkan Aldo, Toh dia sendiri sudah tahu jika temanya memang doyan sekali tidur.


Beberapa menit kemudian Aldo terbangun. Memguap kecil, kemudian berjalan menuju kamar mandi, memenuhi panggilan alam.


Brughhh.


Aldo berjalan malas sisa sisa kantuk belum hilang dari dirinya. Tanpa disengaja ia menubruk seseorang, mendadak matanya terbuka 360 derajat.


"Maaf gue nggak sengaja" Aldo meraih tangan sesorang yang baru ditabraknya membantu berdiri.

__ADS_1


"Ada yang sakit nggak? ucap Aldo khawatir. Bukan tatapan marah yang didapat Aldo dari seseorang didepannya justru tatapan syok tergambar dengan jelas dari wajahnya.


Al..do? seseorang itu terbata memanggil namanya.


__ADS_2