
1. Buka buku paket halaman 112.
2.Baca Materi dari halaman 112-137.
3. Kerjakan soal halaman 138-140 diselembar kertas.
4. Kerjakan tugas secara berkelompok. Setiap kelompok dibuat dengan anggota meja depan dan belakangnya, terdiri dari 4 siswa.
5. Waktu mengerjakan sampai jam mata pelajaran selesai.
6. Kumpulkan tugas pada ketua kelas, kemudian letakan dimeja kantor Bu Mia.
Yola menulis tugas yang diberikan Bu Mia, yang seorang guru bahasa Indonesia. Sorak sorai terdengar merdu, meski bukan jam kosong tetapi mereka senang, bersyukur tugas yang diberikan dikerjakan secara berkelompok bukan mandiri.
Yola berjalan kembali ke arah bangkunya, membalik kursinya kearah belakang Nisa pun melakukan hal serupa.
"Untung kita duduk dibelakang lo La" ucap Filla senang, setidaknya dia tidak perlu spaneng saat mengerjakan tugas. Berbeda jika harus berkelompok dengan siswa lainnya mereka pasti akan dituntut mengerjakan dengan serius.
"Iya nih, lumayan bisa sambil gibah biar nggak pusing ngerjain tugas yang seabrek".
"Apa hubungannya gibah sama pusing La" Sanggah Icha tidak setuju.
"Bergibah setara dengan keliling dunia Cha,
keliling dunia berarti kita jalan jalan, kalo jalan jalan sama dengan refreshing, kalo udah refreshing otak kita jadi Fresh, saat otak fresh berarti kita nggak akan pusing"
"Mana ada persamaan gibah sama keliling dunia"
"Jelas ada lah, berghibah nggak sebates satu tempat. Mulai dari tempat dikota A yang masakannya nggak enak, sampe menu Favorit ditempat kota B yang lagi booming, apa lagi kalo ada Big sale di Mall X pasti deh bakal jadi topik trending gibahan kita. Itu sama aja kita keliling dunia karena menjelajahi tempat yang berbeda.
"Apa lagi kalo lagi ngebahas Oppa pasti deh pikiran lo halu sampe Korea, iya kan?" lanjut Yola lagi.
"Halu gue nggak pernah sampe Korea cukup ke Thailand aja" Icha membayangkan Chimon Wachirawit.
Filla menahan senyum dibibirnya, tidak terlalu memahami terori konspirasi Yola, ia tidak mau ambil pusing, dia merobek kertas dari buku tulisnya bersiap mengerjakan tugas.
" lo aja yang nulis yah?" ucap Filla menawarkan pekerjaan pada Nisa yang sedari tadi hanya diam ditempatnya.
"Oke" jawa Nisa tanpa penolakan. Hatinya sedang berbunga, membuatnya tidak berminat mencari keributan. Ia mulai menulis nama anggota kelompoknya beserta nomor absensinya, terakhir menulis nama kelasnya dengan huruf kapital.
Filla membaca soal yang dijadikan tugasnya.
__ADS_1
"Udah nggak usah kebanyakan halu mending jalani realitanya aja" Filla menegur Yola dan Icha.
"Kalian berdua jawab soal pilihan gandanya, biar gue sama Nisa yang jawab soal essay nya"
Yola melirik soal pilgan yang tertera dibuku paketnya, 25 soal.
"Masa gue harus jawab 25 soal, punya lo cuma lima soal, selisih banyak banget nggak adil nih" Yola hanya menghitung jumlah soal yang tertera tidak membaca pertanyaan soalnya.
"Kalo lo nggak mau juga nggak papa gue yang jawab pilgannya lo essay nya, gimana?" Nisa memberikan saran lain.
"Mending juga gue jawab pilgan" seru Icha setelah membaca lima pertanyaan essay dibukunya, hanya lima soal tetapi dia yakin jawabannya pasti juga membutuhkan lima lembar kertas.
"Tapi cha, ini banyak banget" Yola merasa keberatan.
"Masih mending banyak soal La, dari pada jawabannya yang banyak, lo mau tangan lo kapalan?" cecar Icha, menjawab soal pilgan tidak terlalu sulit menurutnya, sudah ada lima option jawaban dia hanya perlu memilih salah satu.
"Ya udah deh". Yola pun mengalah, kemudian membuka buku paketnya mulai mengerjakan tugasnya.
"Lo jawab dibuku paket dulu pake pensil, lembar jawabannya mau gue pake dulu" ucap Filla. Filla langsung gesit mengeluarkan pulpennya, ia tadi sudah sekilas membaca pertanyaan essay nya. Pertanyaan yang mudah, ia pun mengulangi membaca soal pertamanya, diikuti Nisa.
1. Sebutkan pengertian cerpen.
Filla membuka materi sebelumnya. Dengan cepat segera menemukan jawaban soalnya di paragraf keempat.
2.Sebutkan:
a) Ciri ciri teks cerpen
b) Ciri ciri kebahasaan pada cerpen.
Filla melanjutkan kegiatan membacanya.
Nisa selesai meyalin jawaban dilembar jawabnya.
"Udah ketemu belum?" ucapnya.
"Belum nih" Filla masih menatap tulisan materi didepannya.
"Gue searching aja gimana?" Ucap Nisa menawarkan jalan pintas.
"Oh iya, kenapa nggak dari tadi aja" seru Filla girang, ide yang cemerlang.
__ADS_1
Nisa mengetikan sesuatu di Hpnya. Loading, beberapa detik kemudian sesuatu yang dicarinya muncul.
"Nah ketemu" Nisa bersorak senang, masalahnya kini sudah terasi dengan mudah.
"Bagus, gue lanjut jawab nomor tiga"
3. Bacalah ulasan cerpen yang ada pada materi sebelumnya, sebutkan unsur intrinsik dan ekstrinsik pada cerpen tersebut.
Filla membuka beberapa lembar halaman sebelumnya. Mencari materi yang menjelaskan pengertian unsur intrinsik dan ekstrinsik, Filla membaca dengan seksama materi cerpen. Setelah dirasa cukup dia membuka halaman selanjutnya, mencari cerpen yang dimaksud dalam soal.
Ia menemukan sebuah cerpen, kemudian membacanya dengan teliti. Membaca sekali lagi, sebelum memilah kata yang tepat untuk dituangkan sebagai jawaban.
"Lo udah selesai nulisnya?"
"Sedikit lagi, bentar yah. Lo udah nemu jawaban nomer tiga?" Nisa malah balik bertanya pada Filla.
"Udah, nanti kalo lo udah selesai bilang yah, biar gue aja yang sekalian nulis jawaban nomer tiga, soalnya jawabannya perlu penalaran gue takut kalo nalar lo nggak sampe" kata Filla dengan sedikit bercanda
Soalnya hanya tersisa dua sedangkan waktunya masih 40 menit. Untuk ukuran siswa sesantuy Filla dua soal bukan persoalan sulit baginya, ditambah partner kerja secerdas Nisa, tentu akan mudah dan cepat mengerjakan dua soal.
Nisa menghembuskan nafasnya kesal. Membaca soal nomer empat dan lima.
4.Jelaskan amanat dalam cerpen yang telah kamu baca.
5.Buatlah sebuah cerpen dengan kata kata kalian sendiri.
"Fil, lo sekalian jawab nomer empat yah? lo kan udah baca cerpennya gue mau jawab nomer soal nomer lima aja".
Filla membaca sekilas pertanyaan soal nomer empat.
"iya". Filla pun mengiyakan soal yang tidak terlalu sulit menurutnya. Toh aku sudah membeca cerpen itu berulang kali batin Filla mengentengkan.
Nisa memulai imajinasinya. Tidak butuh waktu lama untuk menemukan sebuah tema. Ia mulai memikirkan alur ceritanya. Pikirannya kini kembali ke masa satu tahun silam, tangannya sibuk merangkai kata kata. Hidupnya yang penuh dengan drama memudahkannya untuk mengambil salah satu episode dihidupnya unyuk dijadikan sebuah cerpen. Tentu cerpen yang dibuatnya tidak murni cerita hidupnya, dia menambahkan banyak bumbu ditulisannya agar terlihat lebih dramastis.
"Lo udah dapet berapa soal Cha?" ucap Filla disela kesibukannya mengerjakan soal nomor empat.
"Baru dapet 19 nih" Nisa membolak balik halaman buku paketnya, wajahnya terlihat serius.
"Lo udah selesai Fill? tanya Yola.
"satu soal lagi selesai, baru gue kerjain juga"
__ADS_1
"Abis itu bantuin kita dong" Yola memasang wajah memelasnya. Menyesal memilih soal pilgan. Jika Filla sudah hampir selasai, itu artinya soal essay yang diberikan pasti mudah. Arrg kenapa gue tadi nggak baca dulu soalnya sih, kenapa juga langsung mengiyakan jawaban Icha sesalnya dalam hati.
Nisa tidak peduli dengan situasi disekitarnya yang memanas pikirannya sudah hanyut dalam imajinasi.