Cerita Cinta Masa SMA

Cerita Cinta Masa SMA
Bab 19 Ngangenin Vs Ngeselin


__ADS_3

Malam beranjak naik, matahari telah kembali diperaduaanya. Awan mendung membungkus kota, bersiap menumpahkan air hujan kapan pun. Pukul sembilan malam. Nisa merebahkan tubuhnya pada bad cover bermotif bunga mawar yang didominasi warna merah muda. Bersiap hendak merajut mimpi.


Hembusan angin malam menerpa wajah Nisa melalui jendela kamar yang terbuka lebar. Nisa membuka matanya, hawa dingin merasuki tubuhnya menembus sampai sumsum tulangnya. Nisa melempar boneka bear berwana pink yang sedari tadi dipeluknya, memaksa tubuhnya untuk duduk tegak.


Nisa menutup mulutnya yang menguap lebar. Rasa kantuk sudah menyerangnya. Ia berdiri dengan malas, berjalan gontai mendekati jendela kamarnya. Tangannya meraih gagang jendela, menutupnya perlahan, meninggalkan suara berdecit pelan. Membiarkam tirai jendelanya yang terbuka separuh.


Nisa membaringkan tubuhnya lagi, mengambil boneka bear yang tadi dilempar sembarang arah. Matanya mulai terpejam.


Drr...drtt..


Nisa mendengar ponselnya bergetar, menandakan pesan masuk. Ia meraba-raba kesamping tempat tidurnya, tangannya memyentuh benda keras didekat bantal. Nisa menekan tombol power diHp nya, dlihatnya notif pesan dari grup empat sekawannya. Nisa menggeser layar Hpnya kesamping, membuka layar kunci. membacanya satu persatu pesan yang masuk, tanpa berminat ikut andil dalam percakapan. Nisa menguap sekali lagi, rasa penat disekujur tubuhnya membuatnya cepat mengantuk.


Yola: Assalammu'alaikum. Selamat malam every body😚


Filla: Wa'alaikumsalam.


Ada apa La?


Yola: Main yuk gaes.


Filla: Ayok, gaskeun


Yola:@Icha @Nisa mana?


Nisa terseyum melihat pesan terakhir dari Yola, merasa diperhatikan. satu pesan baru masuk, diikuti beberpaa balasan pesan lainnya.


Icha: Dihatimu La❤


Yola: Maaf dihatiku sudah ada orang


Filla: Orang orangan sawah maksud lo👉👈


Yola: Orang ganteng lah🙈


Filla: PJ nya mana bund🙊


Icha: Ciee, Yola enggak jomblo lagi😉


Yola: Mana ada Yola jomblo, gue dari lahir udah ditakdirkan berpasangan😜😜


Yola:@Nisa mana sih? kok nggak keliatan batang hidungnya?


Icha: Iya nih padahal udah nge read pesan kita😑😑


Filla: Nisa ayo tunjukan pesonamu🤗


Akhirnya, Nisa memutuskan untuk ikut nimbrung, merasa gemas jika hanya menjadi pendengar.Tangannya terasa gatal jika belum memyumbang kekocakan digrup mereka.


Nisa: Sorry, gue lagi dipluto😁


Yola: Gue tunggu lo didunia lain Nis😀


Nisa: kenapa? kangen lo sama gue?


Yola: Iya, kangen oleh oleh lo✌


[Filla: PJ nya mana bund?]


Yola: Nanti nungguin abang tukang bakso lewat dulu.


Icha: jangan lupa borong Fil.


Filla: Okey siap bos.


Yola: Jangan lupa biaya ditanggung sendiri😅😅😅


Nisa:😆😆😆


Icha: 😆😆😆


Filla👺👺👺


Yola: 😁😁😁


Yola: Btw, besok mau kumpul jam berapa?


Filla: Lo atur aja gue ngikut


Yolla: Gue nggak suka diatur😶

__ADS_1


Filla:Lha malah baper ni bocah🙄


Nisa: kita berangkat agak sorean aja gimana, sekalian liat sunset


Filla: Mana ada Sunset dibutik lo kira ini pantai🤔🤔


Filla: Temen gue kok makin nggak waras😔


Icha: Bilang aja lo mager kan kalo bangun pagi?


Nisa: @Icha jangan buka aib dong.


Filla: Udah jadi rahasia umum kali Nis.


Nisa: Kalean jahat bener😢😢😢 temen gue bukan sih😣😣


Filla: Maaf anda siapa?


Icha:2in


Nisa: Dasar temen luckn*ut😤😤😤


Icha: Udah mending kalian tidur aja sekarang, biar besok nggak kesiangan.


Yola: Kalian? Nisa aja kali gue mah enggak😏


Filla: Pro gue sama lo La😊


Nisa: Gue bocil mah nurut aja 😫


Yola: Mau sekarang apa nanti tidurnya, tetep aja kesiangan orang Nisa doyan tidur😫😫


Nisa: Gue usahain deh.


Filla: gue tunggu janji lo


Nisa: gue engga janji😝😝😝


Filla: Asem yah nih anak🙃🙃


Icha: Lo pada juga tidur, biar besok bangun udah fresh nggak loyo kurang tidur.


Filla: Too


Nisa: Night too Bee😍


Icha:👌


Nisa meletakan Hp nya dibawah bantal. Berusaha memejamkan matanya kembali. Merapatkan mulutnya agar air liurnya tidak tumpah saat dirinya tertidur.


Perlahan tapi pasti, Nisa sudah terbuai ke alam mimpi.


***


Mentari pagi telah terbit dari arah timur, burung berkicau menyambut pagi. Cahaya pagi menerobos masuk melalui tirai jendela yang terbuka separuh, menyilaukan mata.


Nisa menarik selimutnya keatas, menutupi hingga ujung kepalanya. Sinar matahari pagi mengusik tidur paginya.


Drrt..drt...drtt...


Nisa mengabaikan Hpnya yang bergetar. Ia mengambil bantal untuk menutupi telingannya.


Drtt drttt drttr.


Getaran Hp yang bergesekan dengan kasur busanya merambat ketubuhnya, membuatnya risih.


Nisa menggeser layar Hpnya kesamping. Matanya masih terpejam. Seketika Hpnya berhenti berdering.


Drt..drt..drt..


Kali ini Hpnya bergetar lebih lama. Yola mengucek matanya perlahan, kelopak matanya terasa berat, ada rasa kantuk yang ber ton ton menindihinya.


3 panggilan suara tidak terjawab. Nisa segera membuka aplikasi whatsapp nya.Hendak melakukan panggilan balik, tapi tiba tiba Hp nya bergetar lagi.


"Hallo" ucap Nisa dengan suara serak khas bangun tidur.


"Ya ampun Nisa, lo baru bangun?" Suara Nisa yang serak dengan mudah ditebak.


"Iya nih La, lo ngapain sih pagi pagi udah telpon gue" Nisa meletakan Hp diranjangnya, menekan tombol ikon speaker berwarna hijau. Ia melebarkan kedua tangannya, merenggangkan persendiannya.

__ADS_1


Yola berdecak kesal, feelingnya benar.


"Buruan gih lo bangun, inget jam 9 harus udah sampe dirumah gue"


"Iya gue tau, ini baru jam delapan Yola"


" Terus lo mau bangun jam berapa?"


"Nanti jam sembilan kurang sepuluh menit"


"Gila, lo mau kerumah gue jam berapa?" seru Yola dengan nada kesalnya.


"Ya jam sembilan lah, Jarak rumah lo dari ke rumah gue kan deket sepuluh menit juga sampe"


"Emang lo nggak mau mandi dulu?"


"Dirumah lo ada kamar mandi kan"


"Emang lo nggak malu dateng kerumah gue dengan muka singa lo?


"Ngapain gue harus malu dengan diri gue sendiri, gue aja nggak malu punya temen kaya lo" ucap Nisa sambil menguap.


"Udah deh Nis, lo jangan mancing gue"


"Siapa juga yang lagi mancing lo? ga berfaedah buat gue, lo aja cuma punya tulang apanya yang mau gue makan? mending juga gue mancing ikan dilaut"


"Lo tuh ngeselin tau nggak"


"Ngeselin apa ngangenin?


"Ngeselin lah"


"Kalo ngeselin ngapain lo pagi pagi udah telpon gue? kangen kan lo sama suara indah gue"


"Gue cuma nggak mau lo telat dateng kerumah gue"


"serius?"


"serius lah"


"Oke gue tutup telponnya kalo gitu"


"Okey, jangan telat lo Nis"


"Iya bawel".


tuutt..Sambungan telepon diakhiri sepihak oleh Yola. Nisa bangkit dari tidurnya, melangkah pasti menuju kamar mandi. Selesai melakukan ritual dikamar mandi, Nisa memulai ritualnya di depan cermin, tangannya cekatan menumpahkan isi didalam tas make up nya. Menyapukan bedak diseluruh wajahnya, melentikan bulu matanya dengan mascara setelah dijepit dahulu dengan penjepit bulu mata, membentuk sayap disudut matanya dengan eyeliner, mengolesi bibirnya dengan lipstik berwarna Nude.


Belum cukup sampai disitu, Nisa memberikan memberikan sapuan warna merah muda di pipinya dan sedikit warna merah terang dikelopak matanya, memberikan kesan manis diwajah cantiknya.


Nisa melihat pantulannya sendiri dicermin, setelah dirasa cukup Nisa melangkah keluar kamar. Berjalan menuju ruang makan mencari keberadaan mamanya.


" Mama" teriak Nisa dengan suara cemprengnya.


"Ma" teriaknya sekali lagi.


"Iya Nisa, mama dibelakang".


Nisa melangkah menuju kebun belakang rumahnya. Ia mendapati mamanya sedang memotong rumput.


Dian melirik jam dipergelangan tangannya.


"Tumben udah dandan rapi Nis, mau pergi kemana?"


"Nisa mau pamit kerumah Yola Mah"


"Mau ngapain Nis?"


"Mau main bentar Ma"


"Kamu udah sarapan?"


"Belum, nanti aja Ma"


"Iya sudah hati hati yah"Dian melanjutkan amtivitas memotong rumputnya, memaksa Nisa untuk sarapan juga akan nihil.


"Iya Ma, Nisa berangkat dulu Assalammu'alaikum".


"Wa'alaikumsalam".

__ADS_1


__ADS_2