Cerita Cinta Masa SMA

Cerita Cinta Masa SMA
Bab 13 Mengalah


__ADS_3

"Selamat Pagi Ma" sapa Nisa ceria.


"Pagi juga sayang, mau sarapan?" Dian membalikkan badannya menghadap Nisa.


"Engga deh Ma Nisa langsung berangkat aja" tolak Nisa seperti biasanya .


"Kalai begitu Mama siapin bekal buat kamu dulu yah" Dian menyudahi kegiatannya mencuci piring.


"Iya Ma"


"Tunggu sebentar, kamu minum susunya dulu yah"


"Okey" Nisa membulatkan ibu jari dengan jari telunjuknya.


Nisa menerima kotak makannya, kemudian mencium tangan Mamanya.


"Nisa berangkat dulu Ma"


"Kamu pakai dulu sepatunya nanti Mama ambilkan kunci motornya:


"Enggak perlu Ma, Nisa mau pakai Angkot aja"


"Kenapa?" tanya Dian heran, baru beberapa hari yang lalu Nisa merayu untuk dizinkan. Kenapa sekarang mendadak melepas keinginannya begitu saja?


"Enggak apa apa kok Ma, lebih enak aja naik Angkot"


"Serius Nisa?"


"Iya Ma"


"Kamu nggak menyembunyikan sesuatu dari Mama kan?" Dian menatap Nisa curiga.


"Iya Mama, lebih enak naik angkot,Nisa tinggal duduk manis. Penumpangnya juga cogan cogan sepantaran Nisa, lumayankan buat pemandangan" Nisa mengerlingkan matanya.


Dian tertawa mendengar penuturan putrinya. Meksi dari kalangan berada dari kalangan sosialita tepatnya, Dian tidak ingin memaksa Nisa untuk bergaya hidup sepertinya. Ia memberikan Nisa kebebasan penuh dalam hidupnya,termasuk pilihannya untuk menjadi penumpang setia kendaraan umum dari pada kendaraan pribadinya. Selama bukan tindak kriminalitas Dian tidak akan melarang Nisa melakukan sesuatu sesuka hatinya.


Dian tidak ingin ambil pusing tentang netizen yang menyiyiri kehidupan putrinya yang sederhana, baginya asal anaknya bahagia dia pun ikut bahagia.


"Kalau mau cari cogan yang om om aja, jangan berondong kamu embat, nggak ada apa apanya Nis"


"Nanti Nisa dikira tante gir*ng gimana?" Nisa menutup mulutnya menahan tawa, kini dia tau jiwa materialistis yang menempel pada dirinya berasal dari mana.


"Hiss ngawur kamu" Dian pura pura menjewer telinga Nisa.


Nisa mengaduh kesakitan. Meski hanya pura pura tetapi panasnya seperti terasa nyata.


"Lepasin dong Ma sakit nih" Nisa memohon pada Dian. Dian pun menurunkan tangannya. Seperti mendapat angin segar Nisa buru buru pamitan.


"Nisa berangkat dulu Ma".


"Hati hati dijalan, Tengok kanan kiri jika ingin menyeberang, jangan melamun"


"Iya Mama syantik ..."


"Tapi bawel" lanjut Nisa.


Dian melototkan matanya."Nisaaa"


"Hehhe Emang cantik kan?"


"Emang cantik pake banget bukan bawel"


"Iya Mama, udah Nisa berangkat dulu" Nisa mencium punggung tangan Dian. Kemudian membisikan sesuatu. Nisa pun berlalu pergi.


Seketika tawa dian pecah mendengar ucapan Nisa baru saja.


"Doakan Nisa ya mah biar ada yang kecantol,Bosen jomblo mulu"


Dian memastikan pendengarannya sekali lagi. Aku nggak salah dengerkan? Nisa bisa mengucapkan kata kata ajaib seperti itu. memangnya dia sudah Move On? bergaya sekali dia.


***


X IPS 3.Suasana kelas terdengar riuh.


Fila mendengus kesal, sesorang yang sedari tadi ditunggunya tidak kunjung datang. Icha menguap lebar bosan menunggu lama. Yola tak memedulikan ekspresi keduanya, asyik menatap cermin ditangannya.


"Kita mau ngapain sih, kenapa juga harus nunggu dateng" Yola melirik sekilas Filla merasa kasihan melihatnya yang frustasi menunggu batang hidung Nisa.

__ADS_1


"Nanti aja deh gue ceritain ,males juga bolak balik cerita, nunggu kumpul dulu"


"Nunggu lebaran monyet juga baru dateng dia" Ucap Yola sinis.


"Sabar, mungkin sebengar lagi" Icha menengahi, kepalanya pusing menahan kantuk menunggu Nisa yang entah kapan datang.


"Aduh Nisa dimana sih lo, lama banget ****" Filla menggerutu kesal. Tadi pagi dia ceria. hendak menyapaikan ide cemerlangnya tentang rencana yang sudah disepakati bersma teman temannya.


"Coba gue chat dia dulu siapa tau dibales" Icha memberikan sarannya.


"Betul juga tuh kenapa baru kepikiran sekarang"


"Emang dari tadi lo mikir, lo aja sibuk marah marah nggak jelas" terlalu lama duduk sebangku dengan Nisa membuatnya Yola


ketularan sifat julid Nisa.


Filla mendecak kesal, sifat Yola kini berubah sebelas dua belas dengan Nisa, semoga icha tidak ikut terpengaruh oleh Nisa. Akan sangat repot menengahi jika mereka sedang bertengkar.


Ping


Nisa lo dimana? kita semua udah nungguin lo.


Hanya ada ceklist satu pada pesan yang Icha kirim untuk Nisa.


"Gimana dibales nggak?" tanya Filla tak sabar.


"Nisa lagi offline nih"


"Ya ampun Nisa lo ngapain aja sih" Filla tak sadar meremas buku tulis didepannya.


Tidak lama kemudian Nisa muncul dari depan pintu kelas.


"Pagi All" sapa Nisa ceria.


Tidak ada yang membalas sapaannya. Hanya tatapan kesal terlihat dari wajah teman temannya.


"Kenapa sih? kok liatin gue kayak gitu?"


"Kenapa tanya lo? kita semua udah nungguin lo sampek jamuran tau nggak" damprat Filla tanpa aba aba, emosinya sudab dipuncak ubun ubunnya.


"Emangnya ada apa?" tanya Nisa polos, dia tidak tau apa yang membuat sahabatnya emosi.


"Kalo lo mau ngebahas Aldo nggak perlu nungguin gue, gue nggak minat mo dengerin"


Filla memicingkan matanya manatap Nisa.


lo **** apa pura pura lupa sih? Coba lo buka chat grup kita di Hp lo" Filla dengan sabar menjelaskan pada Nisa.


Nisa membuka Hp nya. Membaca ulang pesan chat grup sompral empat sekawan itu.


Filla: Gays gue punya ide gimana kalo kita buat geng motor.


Yola: Maksdu lo?


Icha: sekarang Gue udah diizinin bawa motor sendiri ke sekolah, Nisa juga sekarang ikut ikutan make motor gimana kalo bikin geng motor kita sendiri.


Filla: Cuma abal abal sih, sekedar PP bareng atau jalan jalan bareng pake motor kan seru. 😁


Yola: tapi gue nggak punya motor


Filla: Masalah motor lo bisa kan minta beliin bokap? masa beli mobil bisa cuma beli motor nggak mampu.


Icha: sementara lo bisa numpang Nisa dulu, kan rumah lo searah.


Yola: Gue nggak bisa janji deh, takut nyokap nggak ngizinin.


Fila: Tapi lo mau kan?🤗


Yola: Gue mau


Icha: Gitu dong😂


Filla: Okey nanti masalah Nisa gue yang ngurus😚


Yola: Thanks guys.


Icha: Rencanya kapan nih bakal dimulai?

__ADS_1


Filla: Besok sebelum masuk pelajaran kita briefing dulu.


Icha: Oke gue setuju.


Yola: Emang sempet kita ngumpul dulu?


Filla: Berangkat abis subuh😀


Yola: Gue sih bisa aja. Tapi kalian lupa geng sompral kita kan punya biang kerok tukang telat.


Icha: Nisa jangan terlambat dong, please😐


Filla: Gimana nis, lo setuju nggak?


Icha: @Nisa kemana nih?


Nisa: Oke


Nisa mengingat kembali apa yang terjadi dengan dirinya tadi malam, sehingga ceroboh mengabaikan pesan dari teman temannya


*Malam tadi*


Tidak ada respon dari Nisa, Filla yang geregetan memencet ikon warna hijau gambar telepon. Panggilan grup pun berlangsung.


Nisa mengabaikan panggilan teleponnya. Malas jika harus membahas Aldo lagi.


panggilan berakhir, Nisa menyipitkan matanya membaca chat grup dilayar Hpnya.


ia malas membacanya langsung menscroll kebawah. Membaca beberapa chat terakhir.


Filla: Gimana Nis, lo setuju nggak?


Icha: @ Nisa kemana nih?


Nisa membaca sepintas chattingan di grup sompral itu. Kemudian menekan beberapa huruf dikeyboard Hp nya.


"Oke" lalu menekan send. Nisa benar benar mengantuk berat juga jenuh. Ia menyangka teman temannya sedang membicarakan Aldo. Ia pun melanjutkan mimpi indahnya


***


Nisa menscroll kebawah melanjutkan beberapa pesan setelahnya. Nisa menepuk jidat saat membaca pesan terakhir dari chat grupnya.


Nisa: oke


"Sorry gue lupa, tadi malem gue ngantuk banget" Nisa menyadari kesalahannya. Ia hanya sekedar menyetujui pertanyan Filla, tanpa membaca pokok permasalahannya.


"Lo lupa apa cuma lo scroll terus chattingannya?"


Nisa meringis lebar tebakan Filla benar.


"Udah deh yang penting gue kan udah dateng" Nisa membela diri.


"Yuk kita mulai briefingnya" ucap Icha, tidak ingin pertengkaran kecil tersebut membesar.


"Jadi gimana la? lo udah minta izin sama nyokap lo?"


"Udah kok cuma Nyokap gue masih sibuk bisnis diluar kota belum bisa nganterin gue ke dealer motor"


"kalo masalah itu lo nebeng dulu sama sama Nisa" Filla memberi intruksi. Dia tidak mau mendengar penolakan dari Nisa.


"kok gue? rumah kita kan beda konpleks?" Nisa terlihat keberatan.


"Tapi kan masih searah Nis, lo bisa kan njemput Yola sebentar?"


"Ogah, emang gue tukang ojek"


"Dibanding gue sama Icha rumah lo kan yang paling deket sama Yola" Filla bersikeras rencananya harus berhasil.


"Kalo Nisa nggak mau nggak apa apa kok. Paling lama dua minggu lagi juga nyokap gue pulang, kita bisa nunggu dulu"


"Yaah nggak bisa gitu dong" Filla tampak kecewa.


"Nisa mau dong" Icha membantu Filla merayu Nisa.


Nisa melihat tatapan kecewa dari teman temannya.


"Okey gue mau"

__ADS_1


Yess Filla dan Icha berseru keras, rencananya berhasil.


Nisa meringis tanggung. Sekeras apa pun watakya dia masih punya hati, Nisa memilih mengalah.


__ADS_2