Cerita Cinta Masa SMA

Cerita Cinta Masa SMA
Bab 88


__ADS_3

Hari kedua mengikuti UAS.


Masih pukul 09.00 namun bel istirahat telah berdering.


"Cie....pacar baru diapelin mulu" sindir Nisa saat melihat Zen memasuki ruang kelasnya.


"Makanya lo punya pacar, biar nggak syirik terus" jawab Zen mencibir.


"Heh bambang..Awas aja lo yah. Gue sekali jadian langsung nyebar undangan" ucap Nisa sengit.


"Gaya banget lo Nis. Move on aja belum"


Azam yang baru tiba di ambang pintu lantas mendekati Nisa.


"Your bicit tolong di jaga" ucap Azam galak.


Zen menggaruk tengkuknya, sedikit kikuk ditatap Azam intens.


"Lo juga Zam, yang sopan dong" jawab Icha tak terima.


"Duh senengnya dibelain pacar" ledek Nisa menjengitkan bibirnya.


"Udah Yang kantin aja yuk" tutur Zen tak ingin memperpanjang masalah.


"Gue duluan gays" pamit Icha melambaikan tangannya.


Yola mengangguk sebagai jawaban.


"Bentar lagi gue nyusul" sahut Filla berteriak dari bangku belakang.


"Gue beresin alat tulisnya dulu yah" ucap Nisa.


"Iya tapi cepetan gue laper"


Nisa mengangguk singkat, cekatan memasukan peralatan tulisnya.


"Semoga aja soal Geografi nanti yang keluar nggak susah-susah" ucap Nisa sembari menutup resleting tas punggungnya.


"Aamiin" balas Azam seraya mengacak rambut Nisa.


"Pagi abang ganteng" sapa Yola tersenyum ceria mendekati meja Nisa tempat dimana Azam berada.


"Pagi" balas Azam cuek tanpa mengalihkn pandangannya menatap Yola.


Nisa terdiam mendengarkan percakapan disebelahnya seraya merapikan rambutnya yang berantakan.


"Azam memang sosok yang humoris dan romantis namun sikapnya bisa sedingin es jika berada pada orang yang tidak tepat"


"Azam kok cuek sih" gerutu Yola mencebikan bibirnya.


"Maaf Yola, lagi ada perasaan yang gue jaga"


"Siapa?"


"Pacar gue"


Nisa melirik Azam sekilas, jantungnya berdegup kencang. Mungkinkan Azam akan mengatakan yang sebenarnya?.


"Azam punya pacar?" tanya Yola tak percaya.


"Iya"


"Siapa?" sambung Yola penasaran.


"Manusia"


"Iiih Azam Becandanya nggak lucu". cerca Yola sebal.


"Biarin"


" Abang laper nggak? ke kantin yuk?" ajak Yola belum menyerah.

__ADS_1


"Ogah"


"Lho kenapa?"


"Kalo lo mau ngajak gue selingkuh jangan di depan pacar gue"


"What?" Yola menatap Nisa penuh tanda tanya.


"Iyap, dia pacar gue"


Yola membulatkan matanya, menggeleng tak percaya.


"Nggak mungkin"


Nisa mengigit bibirnya. Meski kemarin dia menggebu-gebu ingin mempublikasikan hubungannya, ternyata sekarang nyalinya menciut melihat raut kecewa pada wajah Yola.


"Nis lo nggak nikung gue kan?" ucap Yola dengan bibir bergetar menahan tangis.


"Yola gue bisa jelasin" jawab Nisa dengan nada bersalah.


Yola menelan salivanya susah payah.


"Okey, lo nggak perlu jelasin apa-apa " Yola memutar badannya kilat, lantas berlari keluar kelas.


"Gara-gara lo tuh" omel Nisa menginjak kaki Azam.


"Kok gue. Kan lo yang bilang nggak papa kalo Yola tau"


"Tapi jangan sekarang juga" elak Nisa tak mau disalahkan.


"Ya mana gue tau" ucap Azam tanpa rasa bersalah.


"Gue samperin Yola dulu deh"


"Ya udah sono. Gue pesenin makan dulu di kantin"


"Perut terus yang lo pikirin" ketus Nisa gemas.


"Kan Yola temen lo"


"Yang nikung siapa?"


"Anj*r kan lo yang ngajakin gue pacaran"


"Udah lo cari dulu gih keburu bunuh diri Yola tuh"


"Sembarang" Nisa melotot tajam.


"Lo juga ikut. Kan lo yang matahin hatinya" imbuh Yola menyeret Azam keluar.


Filla tertawa sinis mendengar pertengkaran Nisa dan Azam.


"Jadi mereka udah jadian? bagus lah gue nggak perlu ngotorin tangan gue lagi" ucap Filla girang.


Brukk...


Tiba-tiba tubuh tegap Azam menabrak Nisa yang mendadak berhenti.


"Aduh" Azam memegangi mulutnya yang baru saja beradu dengan pucuk kepala Nisa.


"Pake aba-aba dong kalo mau berhenti" cerca Azam meringis sakit.


Nisa masih membisu, matanya memandang seksama seseorang yang baru saja melewatinya hanya melempar senyuman.


Ia merasa aneh dengan Aldo yang tak mencegah lamgkahnya.


"Hai Al" sapa Filla ramah.


"Hai, maaf nunggu lama" jawab Aldo basa basi.


"Nggak papa kok" Filla mengamit lengan Aldo. Mereka berjalan melintasi Nisa yang berdiri mematung.

__ADS_1


"Nis mau ke kantin nggak? gue yang bayarin" seru Filla menyadarkan Nisa.


"Eh enggak" jawab Nisa sedikit gugup.


"Yah padahal gue mau ngadain syukuran" desah Filla sok kecewa.


"Syukuran apa?" tanya Nisa heran.


"Syukuran anniv gue yang ke 1 hari"


Tawa Azam pecah seketika.


"Sehari? gue datengnya nanti aja deh kalo anniv yang ke setahun"


"Gue nggak ngajak lo"


"Palingan juga nanti udah putus" cibir Azam percaya diri.


"Punya masalah apa sih lo sama gue?"


Aldo memegang lengan Filla lembut.


"Cuma becanda nggak usah marah-marah"


Filla merapatkan mulutnya kembali.


"Kita duluan yah" pamit Aldo tak mau ambil pusing.


"Yoi. Jagain pacarnyaa Al jangan sampe ganggu cewek orang" teriak Azam menyindir.


"Gue nggak salah denger?" gumam Nisa tanpa sadar.


"Kenap? cemburu" tandas Azam berdecak pelan.


"Enggak, cuma aneh aja"


"Aldo udah sadar kali kalo Filla cantik makanya nggak mau sia-sia in lagi"


Nisa menghela nafas.


"Bodo amat lah. Yuk kejar Yola" putus Nisa melenggang pergi.


"Oh yah Zam nanti belajar bareng yuk, besok mapel matematika gue banyak yang belum paham" ucap Nisa membuka suara disela langkahnya mencari Yola. Mereka berdua memutuskan untuk memeriksa taman belakang sekolah lebih dulu.


"Iyah, mau di mana?"


"Di perpus aja deh"


"Yakin? nanti nggak bisa ngemil"


"Terus mau dimana? dirumah gue lagi sepi nggak mungkin lah"


"Berarti dirumah gue" tukas Azam cepat.


"Nggak ah"


"Kenapa?"


"Malu, baru aja kemarin ke sana"


"Biasa aja kali anggep rumah sendiri"


"Nanti malem aja deh belajarnya kalo nyokap gue udah pulang kerja"


"Bukannya belajar malah nanti digodain gue"


Nisa menyikut perut Azam,


"Seneng kan lo?"


"Hehe lumayan buat penyemangat"

__ADS_1


"Dasar genit" Nisa cemberut kesal, lantas melangkah pergi meninggalkan Azam.


"Becanda Nis" ucap Azam berlari mengejar Nisa.


__ADS_2