Cerita Cinta Masa SMA

Cerita Cinta Masa SMA
74


__ADS_3

Nisa menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang. Kepalanya terasa berat, dengan cepat Ia mulai terlelap.


3 jam berlalu. Nisa merenggangkan tubuhnya ke samping, berganti posisi tidur. Namun sayangnya Ia justru terbangun. Matanya terpejam tapi pikiran justru berkelana ke mana-mana. Mengingat kembali ucapan Aldo yang secara tak langsung memintanya untuk balikan.


Ia bahkan masih dengan jelas melihat tatapan sendu dimata Aldo. Ada kesedihan bercampur ketulusan disana.


"Apa gue harus kasi kesempatan ke dua? luka itu memang masih menganga namun rasa cinta itu pun masih ada"


Andaikan gue jadi Aldo mungkin juga gue bakal ngelakuin hal yang sama. Siapa juga yang tak sakit hati dihina secara fisik terus menerus? Siapa pula yang tidak cemburu saat pasangan mu justru di jodoh-jodohkan dengan orang lain?.


"Apa karena dibully lo berubah? itu artinya lo berjuang memantaskan diri buat gue? Andai lo tau gue mencintai dari hati apa pun yang terjadi gue nggak akan pergi. Mau susah atau lo burik sekalipun gue juga tetep cinta hiks puitisnya diriku.


Lima menit masih bertahan untuk kembali tidur tapi nihil. Sepuluh menit tetap sama, Nisa akhirnya menyerah. Ia merenggakan sendi-sendi tubuhnya agar lebih rilex.


Diliriknya jam wekker dinakas. Masih pukul tiga seperempat. Dilangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Entah apa saja yang dilakukan Nisa hingga dua puluh menit kemudian baru keluar.


"Hah gabut"


Nisa mencari ponselnya, membuka dunia maya untuk melampiaskan kesepiannya.


Scorll beranda IG, lalu keluar beralih ke FB.


Bosan, memgirim pesan chat di grup somplaknya.


Nisa: Hallo Zeyeng.


Sepi, tak ada balasan satu pun. Nisa menghela nafas, bingung hendak melakukan apa. Ia berjalan ke luar kamar menuju dapur, berharap dengan memasak bisa mengurangi ke gabutannya.


Nisa tertegun melihan bahan yang tersisa di kulkas. Apa yang akan dilakukan dengan daging yang teronggok di depannya?.


"Kenapa bukan telor aja sih" gerutu Nisa kecewa. Ia memijat pelipisnya memikirkan calon masakan apa yang akan di buatnya.


"Bikin ayam kecap aja deh"


Nisa membuka layar ponselnya, tangannya cekatan mengetik sesuatu di kolom pencarian.


" Waa banyak juga resepnya" seru Nisa girang. Ia memilih asal salah satu resep membuat ayam kecap yang ditampilkan.


"Oke gue paham" Nisa segera mempersiapkan bumbu yang dibutuhkan. Sejumput garam, dua siung bawang putih, bawang merah, lengkuas, jahe dll.


"Eh jahe? yang mana nih?" Nisa menatap bingung pada tumpukan bumbu beruas di depannya. Ia mengambil dua ruas bumbu yang berbeda.


"Yang namanya jahe yang mana nih?" tanya Nisa pada kedua bumbu kembar itu. Ia memicingkan matanya mengamati dengan seksama.


"Astaga mak masak aja kagak becus gimana mau jadi mantu idaman"


Ia mulai mengendus keduanya bergantian.


"Oh iya tanya mbah google aja dah"


Nisa mulai berkutat membuat ayam kecapnya. Meski Ia tak handal memasak namun logikanya bekerja dengan baik.


Ia dengan teliti menakar bumbu yang dibutuhkan agar rasanya pas sehingga masakannya tak asin seperti kebanyakan orang yang baru pertama belajar memasak. Alhasil masakan yang dibuatnya pun terasa enak walaupun kalah jauh dengan rasa masakan restoran. Setidaknya makanannya buatannya tak beracun dan layak konsumsi.


"Cuma masak kok capek yak" ucap Nisa mengelap dahinya yang berkeringat.


"Ya Allah semoga besok gue dapet suami yang tajir melintir, biar bisa makan enak di luar terus, syukur bisa sewa ART"


"Kere juga nggak papa asal mau nerima gue apa adanya. termasuk masakan gue yang rasanya pas-pasan hiks"


"Semoga juga dapet suami yang nggak banyak bicit. percuma juga nerima gue apa adanya tapi ngeluh sana sini. Manis di depan tapi koar-koar dibelakang bilang bini nggak becus ngurus suami. Hadeh anj*y banget"


Nisa mengambil sepiring nasi, meletakan sepotong lauk diatasnya. Ia menikmati hidangannya ditemani obrolan grup WA yang telah ramai.


Yola: Hai juga beb


Icha: Jangan panggil gue sayang nanti ada yang cemburu😁


Filla: Hahah siapa? bukannya lo jomblo abadi


Icha: Some one dong😎


Yola: Ngaku-ngaku pacar orang kali😃


Icha: Besok gue kenalin, tapi no bully🤗


Yola: Paling juga anak kelas sebelah😆😆


Icha: Iss sok tau anda😪


Yola: Tapi bener kan😝😝


Icha: Sejak kapan lo jadi cenayang?😩


Yola: Cenayang dari hongkong, Gue getok pala lo😶


Icha: terus lo tau dari mana? nguntit yah😈


Yola: Itu udah jadi rahasia umum kali. Bukannya dia hampir tiap hari ke kelas nyamperin lo?


Filla: Lo serius sama ZEN?😲😲


Icha: Kenapa lo sebutin. nggak jadi sprise dong😓😓

__ADS_1


Filla: Sorry kelepasan😚


Yola: Tasyakurannya mana? masa pamer doang


Icha: maunya kapan


Filla: Ayok nanti malem. gue free kok


Icha: Gercep banget lo


Yola: Hayuk la gaskeun


Icha: Okey


Filla: Gue doakan langgeng sampe maut memisahkan


Yola: Gue doakan semoga menjadi pasangan Samawa until Jannah.


Icha: Aamiin


Yola: Nisa mana nih?


Nisa mendengus kasar membaca seluruh percakapan teman-temannya.


"Aish dulu aja PDKT minta tolongnya ke gue kenapa sekarang jadian nggak bilang sama gue. Minta dicincang tuh anak"


"Oke. Tunggu pembalasan gue Zen"


Nisa membuka kembali grup Wa nya. Mulai mengetik balasan


Nisa: Ngikut aj😋


Yola: Sip. Idaman😉


Icha: Mau dimana nih?


Filla: Di rumah lo lah. Kan lo yang punya hajat😍


Yola: Boleh tuh. Biar bisa lama-lama.🤗


Nisa: Biar bisa ghibah tanpa takut ada yang nguping🤓


Icha: Hmm ya udah


Filla: jam 7 kumpul ya


Yola: Siap bos💙


Icha: Gue off buat persiapan


Filla: Semangat💪


Yola: 2 in💋


Icha: Bye👋


"Dorrr"


Nisa terlonjak kaget dari duduknya, kemudian menoleh ke belakang.


"Mama" seru Nisa kesal.


"Haha lagian ngapain bengong"


"Mama kok udah pulang?"


"Ya iya lah. Kan udah jam nya pulang"


Nisa melirik jam pada ponselnya. 17. 20.


"Whattt? guma masak sampe dua jam?"


"Kamu masak Nis?" tanya Dian saat mencicipi ayam kecap diatas meja makan.


Nisa nyengir kuda.


"Tumben?"


"Mama kan udah capek kerja. kasian kan harus masak" ucap Nisa penuh pencitraan.


Dian tersenyum hangat, memeluk Nisa.


"Makasi sayang" ucapnya mengecup singkat puncak kepala Nisa.


"Ayok sini duduk. Makan bareng Nisa yah Ma" Sahut Nisa seraya melepas pelukan Mamanya.


"Atau Mama mau mandi dulu?";


"Makan dulu dong. Kan mama mau nyicipin masakan pertama kamu"


"Hehe tapi rasanya cuma b aja"


"Enggak apa-apa besok Mama ajarin biar jadi luar biasa"

__ADS_1


Nisa mengerjap-ngerjapkan matanya, mencerna kalimat Mamanyam


"Mau kan?" ulang Dian.


Nisa terpaksa memangguk. Enggak mungkin kan dia bilang "Maaf Ma tadi Nisa cuma gabut"


"Kamu tadi ngelamunin apa sih?" tanya Dian di sela-sela makannya.


"Emm nanti malem Nisa boleh keluar Ma?"


"Mau kemana?"


"Temen Nisa mau ngajak makan-makan. Abis jadian soalnya"


"Temen kamu yang Mana? Yola atau Filla? "


"Icha Ma?"


"Apah?" ucapn Dian terpotong karena dirinya tersedak.


"Biasa aja dong Ma" Nisa sigap mengambilkan minuman untuk Dian.


Dian meminumnya beberapa teguk


"Serius kamu?"


"Iya.Kenapa?"


"Ya nggak apa-apa" Dian berusaha menahan tawanya. Meski baru beberapa kali bertemu dengan Icha Ia sedikit tahu dengan sifar gadis itu.


"Mama mau tau nggak pacarnya siapa?"


"Siapa?" sahut Dian antusias. Ia sampai mengurungkan tangannya yang hendak menyuapkan nasi ke mulutnya. Si gadis pemalu punya pacar? kira-kira seperti apa sosok lelaki yang mampu meluluhkan hatinya?.


Nisa tertawa kecil melihat ekpresi kepo Mamanya.


"iiih Mama kepo"


"Ckk Mama kan juga pengen tau" Dian memasukan nasi yang telah disendoknya gusarm


"Zen"


Dian menghamburkan nasi dimulutnya.


"Aduh Mama jorok" omel Nisa mengelap wajahnya dengan tissu.


"Eh maaf, Mama nggak sengaja"


"Ngapain sih kaget gitu" sengit Nisa.


"Heheh lucu aja. Kalo mereka kencan, lebih so sweet mereka apa jangkrik yah?"


"Astaga Mama. mikirnya kok aneh-aneh"


"Bayangin si Zen kan orangnya kaku. Icha juga pemalu irit bicara pula. Waaa jangan-jangan saingan sama patung" Dian menggelengkan kepalanya, membuang imajinasi konyolnya.


"Jodoh kan cerminan diri wkwk"


"Kamu kapan jadiannya?"


"Kapan-kapan" ketus Nisa cuek.


"Nisa dibolehin pergi kan Ma?"


"Iyaw dunngs. Mau berangkat jam berapa?"


"Jam 7 malam, dirumah Icha"


"hati-hati yah"


" Maaciw bos qu. Nisa mau siap-siap dulu "


"Ganti baju aja nggak usah dandan"


"Lho? masa kucel gini?"


"Nanti kalo ada yang nyantol gimana?"


"Ya bagus dong. Biar mama nggak tanya mulu kapan jadian"


"Iya tapi kan nggak sama orang asing"


"Terus sama siapa?"


"Ehe kayak nggak tau aja idaman Mama"


Nisa bangkit dari duduknya sebelum Dian mengode lebih jauh.


"Nisa ke kamar dulu Ma"


Dian memgerucutkan bibirnya.


"Selalu saja begitu, tidak ada pekanya. Huh menyebalkan.

__ADS_1


__ADS_2